Chapter 339 of 406
Chapter 339 - Legenda Iblis Itu
5 min read1,200 words
Kami semua berada di kamar yang sama di tempat tante Ji Li berbaring. Aku melihat Shang Yi berjalan ke samping ranjang kemudian menyentuh tangan tante Ji Li sambil meneteskan air mata.
Aku rasa kesedihan Shang Yi sama besarnya dengan apa yang aku rasakan.
Shang Yi sudah menyukai tante Ji Li bertahun-tahun lamanya, saat hubungan mereka sudah semakin dekat, tante Ji Li malah meninggal...
Dia menggertakan giginya dan menangis tanpa suara. Dia duduk di sebelah ranjang sambil melihat wajah tante Ji Li untuk beberapa lama. Kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam kantong celananya, dia membuka kotak dan di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian.
Mungkin dia sudah berencana untuk melamar tante Ji Li tapi hingga saat ini dia masih belum menemukan momen yang tepat.
Shang Yi mengeluarkan cincin berlian dari dalam kotak kecil kemudian dia memasangkannya pada jari manis di tangan kiri tante Ji Li kemudian dia mencium bibir tante Ji Li.
Air mata Shang Yi menetes di wajah tante Ji Li kemudian mengalir ke telinganya dan menghilang.
Saat melihat hal itu aku tidak bisa menahan air mataku untuk tidak mengalir lagi.
Meng Tian membenamkan wajahnya di pelukan Shang Liqi dan dia menangis dengan suara pelan.
Wajah Yang Qin terlihat suram. Dia mengulurkan tangannya dan memeluk pundakku tapi Yang Qinxue yang masih berada dalam gendongan Yang Qin malah tertawa.
Dia sedang bermain dengan mainan yang baru saja aku dan Yang Qin beli dari mal.
Dia masih terlalu kecil sehingga dia tidak tahu apa yang sedang terjadi…
...
Malam itu suasana sangat suram...
Yang Qin kembali ke dunia kegelapan dan kembali setelah kurang lebih 10 menit, tapi bagi kami 10 menit ini terasa begitu sangat lama.
Karena setelah tante Ji Li meninggal, rohnya juga ikut menghilang. Akhirnya Yang Qin kembali ke dunia kegelapan untuk melihat buku kehidupan dan kematian, sedangkan kami semua hanya bisa menunggu kabar dari Yang Qin.
Kamu semua duduk di sofa ruang tamu dan menunggu Yang Qin kembali.
"Kematian tante Ji Li… bukan ulah manusia." kata Shang Liqi secara tiba-tiba.
Suaranya tidak keras tapi dalam suasana yang begitu tenang kami semua dapat mendengarnya dengan sangat jelas.
Tapi apa yang dikatakan oleh Shang Liqi tidak salah. Tidak ada tanda-tanda orang yang menerobos masuk jadi tidak mungkin ada orang yang masuk ke dalam kamar lalu membunuh tante Ji Li.
Aku melihat ke arah Shang Liqi dan raut wajahnya terlihat suram. Kemudian dia kembali berkata, "Luka di tubuh tante Ji Li seperti disebabkan oleh cakar yang sangat tajam."
"Iblis?" tanyaku dengan panik.
Shang Liqi menggelengkan kepalanya tapi dia tidak mengatakan apapun.
"Apa maksudmu menggelengkan kepala? Bukan ulah iblis atau kamu tidak tahu?"
"Aku tidak tahu." jawab Shang Liqi.
Setelah itu ruang tamu kembali hening.
Shang Yi menghela nafas dan dia hanya membungkukkan badannya dengan kedua tangan memegang kepalanya, dia terlihat begitu tidak bertenaga.
Saat Yang Qin kembali, kami semua langsung bangkit berdiri bersamaan dan melihat ke arah Yang Qin.
Wajahnya terlihat lebih suram, kemudian setelah diam beberapa saat dia baru berkata, "Di dalam buku kehidupan dan kematian nama tante Ji Li tercoret oleh tinta merah, raja Yan bertanggung jawab atas buku kehidupan dan kematian karena kematian manusia sepenuhnya ada di kendalinya. Tapi dia mengatakan kepadaku bahwa tante Ji Li seharusnya bisa hidup sampai umur 92 tahun dan dia juga mengatakan bukan dia yang menggunakan tinta merah untuk mencoret nama tante Ji Li."
"Jika bukan dia bagaimana bisa ada coretan di nama tante Ji Li? Kenapa tante Ji Li bisa meninggal?" tanyaku dengan panik.
Yang Qin mengerutkan alisnya kemudian dia menekan pundakku untuk membuatku duduk di sofa. Setelah itu dia duduk di seberangku dan berkata lagi, "Ada berita buruk yang ingin aku katakan kepada kalian."
"Berita apa?"
"Iblis itu bangkit."
Perkataan Yang Qin membuat Shang Liqi dan Shang Yi membelalakkan mata mereka. Mereka melihat Yang Qin dengan tatapan tidak percaya seperti mereka mendengar sebuah berita pengeboman.
"Bagaimana mungkin? Bukankah iblis itu tidak ada dan hanya ada di dalam legenda?" tanya Shang Liqi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tante Ji Li dibunuh oleh iblis itu dan rohnya dimakan oleh iblis itu. karena itu lah kita tidak bisa menemukan roh tante Ji Li, baik itu di dunia manusia maupun di dunia kegelapan. Atau kamu bisa memberi penjelasan lain tentang hal ini?" kata Yang Qin dengan serius.
Shang Liqi dan Shang Yi memahami hal itu tapi aku dan Meng Tian sama sekali tidak memahami apa yang mereka bicarakan.
Shang Yi kembali memegang kepalanya dan menunduk. Air matanya kembali mengalir keluar dan menetes di atas lantai.
Dia menggunakan tangannya untuk menutup wajahnya sambil menangis dengan suara pelan.
Setelah itu ruang tamu kembali menjadi sunyi. Akhirnya Shang Liqi menceritakan legenda iblis yang dia ketahui.
"Pada zaman dahulu kala ada seorang penyihir yang sangat hebat. Dia selalu berkelana kemudian dia akan menghukum monster yang dia temui sehingga manusia dapat hidup dengan damai.
Kemudian suatu hari, dia jatuh cinta dengan seorang perempuan cantik yang berasal dari keluarga kaya raya dan perasaannya semakin lama semakin kuat tapi orang tua perempuan itu ingin menikahkan perempuan itu dengan seorang pejabat kerajaan yang sangat berkuasa. Umur laki-laki itu sudah tidak muda lagi dan bisa dikatakan laki-laki itu sebaya dengan ayahnya.
Namun perempuan itu tidak ingin mengikuti permintaan orang tuanya dan setelah berdiskusi dengan penyihir itu, akhirnya mereka akhirnya kabur ke dalam sebuah hutan di pegunungan yang dalam dan melewati hari-hari mereka dengan hidup sederhana.
Saat perempuan itu sedang mengandung 6 bulan, keluarga perempuan itu menemukan mereka. Mereka merasa perempuan tersebut membuat malu keluarga sehingga mereka menusuk perempuan hingga meninggal.
Dua nyawa orang yang dia cintai menghilang dalam waktu yang bersamaan sehingga membuat penyihir itu menjadi gila.
Walaupun penyihir itu juga ditusuk oleh keluarga perempuan itu tapi dia berhasil bertahan hidup.
Dia mengubur perempuan yang dia cintai beserta anak yang masih dalam kandungan perempuan itu dengan tangannya sendiri. Setelah itu dia mulai memanggil berbagai roh jahat lalu memakannya dan tidak lama kemudian rohnya menjadi penuh dengan kemarahan dan kebencian yang abadi.
Dan semenjak itu, penyihir itu dikenal sebagai setengah manusia dan setengah hantu yang ditakuti oleh semua orang.
Dia terus memakan roh-roh orang untuk membuat dirinya semakin kuat. Dia juga mulai membunuh keluarga perempuan yang dia cintai, kemudian dia membunuh seluruh penduduk kota tempat perempuan itu tinggal sebagai bentuk penghormatan bagi perempuan yang dicintai serta anaknya yang meninggal."
Kemudian Shang Liqi berhenti sejenak, setelah itu dia baru melanjutkan perkataannya, "Berdasarkan legenda, penyihir itu hidup sampai 100 tahun lebih hingga akhirnya dia menghilang. Ada yang mengatakan bahwa dia sudah meninggal dan ada yang mengatakan dia masih hidup dan sekarang tinggal di dalam sebuah hutan di pegunungan yang dalam."
Kemudian Yang Qin tidak dapat menahan dirinya dan berkata, "Yang kamu katakan tidak salah tapi penyihir itu sudah meninggal karena dibakar hidup-hidup oleh manusia."
"Dibakar?" kata Shang Liqi dengan mata terbelalak.
Shang Yi yang sebelumnya sedang menundukkan kepalanya, mengusap air matanya kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, "Itu benar. Pada zaman itu semua orang percaya bahwa dengan api mereka bisa menghancurkan semua hal jahat termasuk dosa. Tapi dengan membunuh penyihir hidup-hidup tidak membuat kemarahan dan kebencian dalam diri penyihir itu menghilang. Walaupun tubuhnya hancur terbakar tapi rohnya sama sekali tidak menghilang."
"Lalu apa yang terjadi pada penyihir itu?" tanya Meng Tian.
Yang Qin melihat ke arah Meng Tian kemudian menjawab, "Rohnya disegel oleh seorang penangkap hantu di sebuah peti batu."