Chapter 351 of 406
Chapter 351 - Sebenarnya Kamu Ini Siapa?
5 min read1,142 words
Walaupun hal ini masih belum bisa dipastikan tapi aku sudah berpikir sangat jauh.
Aku tidak bisa membayangkan jika itu benar terjadi maka apa yang harus aku lakukan selanjutnya?
Bukankah dunia ini juga akan menjadi kacau?
Yang Qin mengulurkan tangannya lalu menarikku dalam pelukannya.
"Jika itu benar maka kita harus segera memusnahkan iblis itu sebelum dia memakan roh Qinxue."
Yang Qin mengatakan setiap katanya dengan sangat tegas dan tidak terdengar ada keraguan dari suaranya.
Aku tidak tahu kenapa tapi perkataan Yang Qin membuatku merasa jauh lebih tenang.
Yang Qin selalu melakukan apapun yang dia ingin lakukan dan itu selalu berhasil, karena itu saat dia mengatakan itu, aku merasa perasaanku lebih lega dan aman.
Malam ini berlalu dengan tenang, saat langit terang Chen Luoyang tiba-tiba datang ke rumah duka.
Aku yang baru terbangun melihat dirinya langsung bangkit berdiri.
Dia melangkah masuk kemudian menepuk pundakku, lalu melihat ke arah Yang Qin sebentar. Setelah itu ia berjalan ke depan foto tante Ji Li dan menyalakan dupa untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tante Ji Li.
"Sixi, aku turut berduka cita." kata Chen Luoyang sambil melihat ke arahku.
Aku menganggukkan kepalaku kemudian dia berkata lagi, "Sekarang sudah jam 7 lebih 10, 50 menit lagi tim khusus akan tiba."
"Hm."
"Mereka mungkin akan menggunakan api dalam skala besar jadi ada mobil pemadam kebakaran yang akan datang juga. Pemerintah sudah mengetahui masalah ini dan mereka mendukung pemusnahan scarab, mereka juga akan bertanggung jawab untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak. Selain itu seluruh penduduk desa sedang berkumpul di tenda, aku sarankan kamu juga pergi ke sana."
Aku dapat merasakan maksud baik Chen Luoyang.
"Apa peti mati itu juga…"
"Di saat seperti ini kamu tidak perlu mempedulikan peti mati, walaupun kamu membawanya di sana juga tidak ada tempat kosong untuk menaruhnya."
Karena ada banyak orang dan tenda yang terbatas, mungkin dalam 1 tenda akan ada banyak orang yang berdesak-desakan sehingga tidak akan ada tempat untuk meletakkannya, tapi jika aku meninggalkan peti mati tante Ji Li di rumah duka bagaimana jika ada scarab yang memakan mayat tante Ji Li?
Aku gagal menjaga tante Ji Li, apa aku juga harus gagal menjaga mayat tante Ji Li??
Saat aku sedang memikirkan itu Yang Qin berkata, "Kita bisa meletakkan peti mati di tempat kosong di luar tenda." setelah mengatakan tu Yang Qin bangkit berdiri kemudian dia menutup peti mati tante Ji Li dengan mudahnya.
Kemudian dia mengangkat peti mati tante Ji Li di pundaknya.
Chen Luoyang membelalakkan matanya kemudian menunjuk Yang Qin, "Kamu, kamu ternyata memang bukan manusia…"
Yang Qin tidak memperhatikan Chen Luoyang. Dia mengulurkan tangannya yang satunya dan melingkarkannya di pundakku lalu berjalan ke pintu keluar.
Saat itu Yang Qin terlihat seperti jendral perang yang gagah dan kuat hingga aku juga ikut tertegun melihatnya.
Tiba-tiba terdengar suara benturan.
Yang Qin berhenti dan aku juga ikut berhenti.
Yang Qin mengerutkan alisnya lalu melihat ke arah peti mati tante Ji Li dan menyadari peti mati tante Ji Li membentur dinding di atas pintu rumah duka.
Bangunan rumah duka ini cukup tua dan pintunya tidak terlalu lebar, seluruh dindingnya menggunakan batu bata berwarna biru dan terlihat seperti bangunan bersejarah.
Yang Qin melihat ke arahku dan berusaha terlihat tenang lalu berkata, "Kesalahan."
"..."
Yang Qin mengatur posisi peti mati tante Ji Li agar bisa melewati pintu rumah duka tapi saat dia melangkah maju kembali terdengar suara benturan.
Chen Luoyang melangkah maju kemudian dia berkata, "Peti mati ini lebih lebar daripada pintu ini jadi tidak bisa lewat."
Saat mendengar itu, aku baru teringat saat membawa peti mati ini masuk ke rumah duka, kami memisahkan tutup dan bagian bawah peti mati. Karena peti mati lebih besar daripada pintu sehingga peti mati dimiringkan sebelum dibawa masuk melewati pintu rumah duka.
Yang Qin sepertinya juga teringat hal ini lalu dia menoleh dan melihat ke arah Chen Luoyang lalu bertanya, "Apa tim khusus akan mendatangi semua sudut desa ini?"
Chen Luoyang terlihat sedikit kebingungan karena mungkin Yang Qin mengubah topik pembicaraan terlalu cepat dan tidak terduga.
Dia menganggukkan kepalanya, lalu Yang Qin bertanya lagi, "Termasuk tempat ini?"
"Iya."
"Lalu nanti pemerintah akan bertanggung jawab untuk membangun tempat ini lagi?"
"Benar."
Yang Qin menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum.
Dia menarikku ke belakangnya kemudian dia mengangkat tangannya dan meletakkannya ke dinding di sebelah pintu, saat itu aku langsung tahu Yang Qin ingin menghancurkannya!
"Hei, kamu mau apa?" tanya Chen Luoyang dengan terkejut tapi semua sudah terlambat karena Yang Qin sudah menekan dinding di sebelah pintu rumah duka itu dan seketika dindingnya hancur.
Batu bata hancur dan debu berterbangan.
Aku menutup mulut dan hidungku kemudian Yang Qin membalikkan tubuhku dan memelukku.
Wajahku terbenam di dadanya, walaupun wajahku menyentuh kulitnya yang dingin tapi perasaanku malah terasa hangat.
Setelah debu sudah tidak berterbangan, Yang Qin tersenyum ke arah Chen Luoyang lalu berkata, "Anggap saja bangunan ini sudah tua jadi mudah hancur."
"..."
Yang Qin tersenyum sambil mengangkat peti mati tante Ji Li dan tangannya yang satunya menggandeng tanganku kemudian kami berjalan keluar dari rumah duka.
Chen Luoyang mengikuti kami keluar lalu mengejar Yang Qin dan bertanya dengan keheranan, "Sebenarnya kamu ini siapa? Apa kamu benar-benar memiliki kekuatan super?"
"Aku hanya memiliki tenaga yang besar, salah?" tanya Yang Qin.
Chen Luoyang kemudian dengan cepat menjawab, "Aku sudah banyak membaca buku, kamu jangan berbohong kepadaku dan kamu juga tidak akan bisa membohongiku."
Yang Qin hanya tertawa sambil terus melangkahkan kakinya.
Chen Luoyang terus mengikuti kami dan tidak berhenti bertanya hingga membuatku merasa kesal.
"Kamu masih ingat saat kamu masuk berita? Sebuah rumah tua yang terbakar dan kamu ditemukan di tempat kejadian tapi tidak terluka sama sekali dan sekarang kamu baik-baik saja, bagaimana kamu bisa menjelaskan hal itu?"
Yang Qin hanya diam dan tidak mengatakan apapun. Chen Luoyang melanjutkan pertanyaannya, "Coba tebak apa yang terjadi setelah mayat yang ditemukan di rumah tua itu di kirim ke rumah duka?"
"..."
Tidak ada yang mempedulikan Chen Luoyang tapi dia terus berbicara.
"Mayatnya menghilang, mayat itu menghilang tepat saat aku melihatmu di rumahmu."
Chen Luoyang datang untuk membuktikan keraguannya. Setelah melihat berita tentang kebakaran itu, dia datang ke vila dan saat itu Lu Xi pulang menggendong Yang Qin yang tertidur untuk waktu yang lama.
Kejadian itu sudah sangat lama, untuk apa dia mengungkitnya kembali?
Yang Qin tidak melihat ke arahnya dan tidak memperhatikannya tapi Chen Luoyang tidak berhenti menanyai Yang Qin, "Berikan aku penjelasan, tuan Yang Qin."
Karena Yang Qin sudah begitu terganggu akhirnya dia menghentikan langkahnya.
Yang Qin melihat ke arahku kemudian berkata, "Telepon Shang Liqi. Suruh dia untuk datang ke tempat para penduduk desa berkumpul."
"Hm."
Setelah itu dia melihat ke arah Chen Louyang lalu berkata, "Kamu begitu tertarik dengan diriku?"
"Katakan kepadaku sebenarnya kamu ini siapa? Aku bisa menerima apapun itu selama tidak melewati batas, aku juga akan menjaga rahasiamu."
"Apa maksudmu tidak melewati batas?"
"Maksudku adalah selama kamu bukan orang yang melakukan tindakan kriminal, walaupun kamu adalah alien atau manusia super aku tidak akan membongkar jati dirimu." jawab Chen Luoyang.