Chapter 352 of 406
Chapter 352 - Jika Bukan Aku Yang Pergi Maka Siapa Lagi?
5 min read1,173 words
"Jika aku bilang aku adalah hantu apa kamu percaya?" tanya Yang Qin dengan wajah serius.
Chen Luoyang malah tertawa saat mendengar itu.
"Apa kamu tidak bisa mengatakan sesuatu yang masuk akal? Kamu sekarang berdiri di depanku bagaimana mungkin kamu seorang hantu?"
Yang Qin tidak berkata apa-apa dan dia sepertinya juga sudah menduga bahwa Chen Luoyang akan memberikan reaksi seperti ini.
Setelah menelpon Shang Liqi untuk mengatakan menghampiri kami, kami melanjutkan perjalanan ke tenda penduduk.
Saat mendekat ke rumah makan sebelah timur desa, kami melihat di sebelah utara rumah makan itu ada lahan kosong. Sebenarnya dulu tempat itu akan dibangun pusat kebugaran tapi setelah sekian lama berlalu, pembangunan tidak kunjung berlangsung.
Saat kami tiba, sudah ada banyak penduduk desa yang berkumpul di sana.
Kedatangan kami bertiga mau tidak mau menarik perhatian para penduduk desa.
Mereka semua terkejut saat melihat Yang Qin mengangkat peti mati di pundaknya, karena manusia biasa tidak mungkin memiliki kekuatan untuk melakukan itu.
Belum ada tim khusus yang datang sehingga para penduduk desa berjalan di sekitar tenda dan duduk bersama di atas rerumputan.
Yang Qin meletakkan peti mati tante Ji Li di lahan yang kosong kemudian dia menoleh ke kerja polisi, kan?"
Chen Luoyang hanya mengangkat pundaknya seolah mengatakan 'Sama sekali tidak, lakukan sesukamu' tanpa mengatakan apapun.
Tidak lama kemudian Shang Liqi datang, Shang Yi sedang menggendong Yang Qinxue yang tertidur dengan lelap.
Dengan hati-hati aku mengambil Yang Qinxue dari tangan Shang Yi dan dengan nyaman di berpindah ke pelukanku.
Chen Luoayang dan kepala desa sedang berkumpul untuk menugaskan beberapa penduduk untuk bergerak dalam kelompok yang terdiri dari 3 sampai 5 orang untuk mengumpulkan para penduduk desa yang masih belum mengetahui keadaan desa saat ini.
Sebagian besar para penduduk desa sudah berkumpul di sini sejak kemarin malam. Beberapa dari mereka sudah pulang ke rumah terlebih dahulu untuk menjemput anggota keluarganya tapi masih ada penduduk desa yang belum mengetahui kejadian ini.
八点的时候,特种部队还不见踪影,一些村民耐不住性子,不安地追问陈洛洋.
Saat pukul 8, tim khusus belum juga datang dan beberapa penduduk desa yang tidak sabar terus bertanya kepada Chen Luoyang.
"Apa yang terjadi? Bukankah tim khusus seharusnya tiba di sini pukul 8?"
"Iya, kenapa mereka belum tiba?"
Sejak kemarin malam Chen Luoyang dan temannya tinggal di desa. Dia terus menenangkan penduduk desa dengan sabar.
"Semuanya jangan panik, mereka pasti sedang berada di jalan menuju kemari."
Saat itu para penduduk desa yang baru mengetahui kejadian kemarin siang perlahan mulai berkumpul, ada yang membawa koper atau tas-tas yang banyak dan ada juga yang hanya menggandeng anaknya.
Beberapa anak kecil menangis dan membuat situasi di sana menjadi sangat kacau.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mengumpulkan semua orang di sini lalu tidak membolehkan kami pulang, lalu bagaimana jika perlu pergi bekerja?"
Tanya seorang wanita berumur 40 tahun lebih dengan nada tinggi.
Lalu penduduk yang ada di sebelahnya menjelaskan, "Polisi ada di sini dan sebentar lagi tim khusus juga akan datang jadi pasti terjadi hal besar."
"Aku dengar ada penduduk desa yang terbunuh karena serangga."
"Serangga ini?" tiba-tiba tanya seorang anak laki-laki.
Semua orang melihat ke arah anak kecil itu dan melihat sebuah toples kaca yang dibawanya. Di dalamnya ada seekor serangga berwarna hitam.
Itu adalah scarab!
Chen Luoyang dengan cepat melangkah maju kemudian dia mengambil toples kaca dari tangan anak laki-laki itu.
Anak laki-laki itu mengangkat kepalanya dan bertanya, "Paman polisi, apa ini adalah serangga yang membunuh penduduk desa?"
Chen Luoyang melihat ke arah anak laki-laki itu lalu mengusap kepalanya dan berkata, "Adik kecil, serangga ini berbahaya jadi kamu tidak boleh membawanya."
"Kalau begitu ini untuk paman saja." kata anak laki-laki itu sambil mencibirkan bibirnya
Chen Luoyang kemudian bertanya kepada anak laki-laki itu, "Bagaimana kamu bisa menangkapnya?"
"Kemarin malam dia sendiri yang memanjat masuk ke dalam toples, aku hanya menutupnya saja."
"... Jadi begitu."
Chen Luoyang tersenyum canggung lalu kembali mengusap kepala anak laki-laki itu, setelah itu dia membalikkan badannya dan berjalan ke arah kami.
Dia menunjukkan toples berisi scarab itu ke arah Shang Liqi, seketika wajah Shang Liqi menjadi pucat pasih dan melangkah mundur lalu bersembunyi di baling tubuh Meng Tian. Dia menunjuk ke arah toples yang dipegang oleh Chen Luoyang dan berkata, "Jauhkan benda itu dariku."
Chen Luoyang tertegun melihat reaksi Shang Liqi kemudian dia ternyata, "Ini adalah scarab yang kalian maksud?"
"Benar." jawabku.
Chen Luoyang mengangkat toples kaca itu kemudian memperhatikan scarab yang ada di dalamnya, scarab itu masih hidup dan bergerak, hanya saja pergerakannya sangat lemah.
Aku rasa itu karena scarab tidak menyukai sinar matahari karena itu dia jadi tidak bertenaga.
"Karena scarab itu sudah masuk ke dalam rumah penduduk desa maka perlu dilakukan pembersihan dari rumah ke rumah." gumam Chen Luoyang kemudian dia memanggil temannya dan memberikan toples yang dia bawa ke temannya lalu berkata, "Simpan ini, saat tim khusus datang berikan ini kepada mereka."
Petugas polisi itu menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Baik."
Kemudian dia meletakkan toples yang berisi scarab ke dalam mobil.
Kepala desa sedang menghitung jumlah penduduk desa, setelah sekitar 30 menit dia mengetahui masih ada penduduk desa yang belum ada di sana.
"Siapa yang masih belum ada di sini?"
Lalu ada yang menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat siapa yang belum datang kemudian menjawab, "Keluarga Lin, keluarga Wang lalu sepertinya masih ada lagi… Ziyang dan ibunya."
Semua yang disebutkan oleh orang itu aku mengenalnya, keluarga Lin yang dimaksud sepertinya adalah Lin Xiao dan orang tuanya lalu keluarga Wang adalah tetanggaku kemudian Ziyang adalah teman sekolahku dan dia sering menindasku bersama si gendut.
Aku segera menghampiri kepala desa dan bertanya, "Selain mereka apa masih ada lagi?"
Saat penduduk desa yang tadi menyebutkan siapa yang belum ada di sini siapa saja melihatku dia langsung bergeser ke samping kepala desa dan menjawab dengan wajah ketakutan, "Tidak ada, hanya 3 keluarga itu."
"Pak kepala desa, apa tidak ada yang pergi memberitahu mereka untuk berkumpul di sini?"
"Seharusnya sudah."
"Apa mungkin terlewat?" tanyaku lagi.
Kepala desa menggelengkan kepalanya lalu menjawab, "Aku tidak tahu, tapi karena 3 keluarga itu belum datang kemari sepertinya harus ada yang datang menjemput mereka."
"Aku saja!" kataku menawarkan diri.
Kepala desa melihat ke arahku dengan ragu-ragu lalu dia melihat ke arah Yang Qinxue yang tertidur dengan lelap, akhirnya dengan tidak berdaya berkata, "Kamu sudah menjadi mama, sebaiknya orang lain saja yang pergi."
"Pak kepala desa, biarkan aku yang pergi. Tidak ada yang lebih memahami scarab daripada aku. Jika scarab masuk ke rumahnya maka akan ada kejadian tidak terduga yang terjadi, sebaiknya aku saja yang pergi."
"Kamu bisa?" tanya kepala desa dengan tidak yakin.
"Aku bisa."
Aku tidak tahu darimana keberanianku datang, yang jelas saat 3 keluarga itu tidak ada di sini aku memiliki firasat buruk.
Setidaknya mengingat hubunganku dengan si gendut, aku harus pergi.
Kematian si gendut tidak lepas dariku, saat libur musim panas aku dan Yang Qin berpisah sehingga saat festival hantu dia meninggal sama seperti saat sebelum aku menikah dengan Yang Qin, setiap tahun akan ada 1 penduduk desa yang akan meninggal setiap tahunnya.
Itu adalah orang tuanya, bagaimana aku bisa diam saja?
Terlebih lagi tim khusus belum datang. Jika menunggu mereka untuk menyelesaikan permasalahan, aku khawatir akan semuanya akan terlambat.
Di saat seperti ini jika bukan aku yang pergi maka siapa lagi?