Skip to content

Chapter 357 of 406

Chapter 357 - Apa Benar-benar Akan Meninggal?

4 min read1,067 words

Raja scarab itu sebesar kepalan orang dewasa, tapi karena sofa di rumah si gendut bermotif bunga merah jadi keberadaan raja scarab itu tidak terlalu mencolok.

Mungkin sejak aku masuk ke dalam rumah si gendut dia sudah ada di sana tapi aku tidak menyadari keberadaannya.

Jika raja scarab ada di dalam rumah ini maka itu pasti ada banyak scarab di sini!

Saat memikirkan itu seluruh bulu kudukku berdiri dan tubuhku gemetar.

Tante Wang membelalakkan matanya sambil menujukkan jarinya ke arahku dan berteriak, "Sayang, ada pencuri masuk ke rumah."

Saat itu paman Wang keluar dari kamar dan mengangkat sebuah koper.

"Aku sudah selesai memberesi barangku, ayo kita pergi!"

Paman Wang mendorong pundak tante Wang dengan pelan, tapi tante Wang masih tidak ingin melepaskanku dan berkata, "Sayang, ada pencuri masuk rumah kita apa kamu tidak akan mengurusnya?"

"Sudah ayo jalan."

Saat mereka berdua baru saja berbalik badan, raja scarab yang berada di atas sofa tiba-tiba terbang.

Dia kembali mengepakkan sayapnya dan terbang ke arah orang tua si gendut.

Aku melihat ke sekeliling kemudian aku mengambil teko teh berwarna ungu yang ada di meja di dekatku dan tanpa berpikir panjang melemparkan teko itu ke arah raja scarab.

Aku melemparkannya dengan sekuat tenagaku dan aku beruntung karena teko teh berwarna ungu itu mengenai raja scarab itu.

Raja scarab itu terjatuh di lantai kemudian kedua sayapnya berhenti bergerak.

Orang tua si gendut melihat ke arah raja scarab yang ada di lantai dengan mata terbelalak.

"Ini…"

"Cepat lari, itu adalah serangga beracun yang bisa membunuh manusia!" teriakku.

Saat paman Wang mendengar itu dia langsung menarik tangan tante Wang dan berlari keluar.

Mereka berdua berlari dengan sangat cepat dan dalam sekejap aku tidak bisa melihat bayangan mereka lagi.

Aku menggertakan gigiku menahan rasa sakit di kakiku dan berjalan menghampiri raja scarab.

Aku tidak percaya raja ascarab itu mati hanya karena terkena lemparan, aku tidak akan tenang sebelum dia terbakar.

Aku mengeluarkan korek api dari dalam kantong dan berusaha menyalakannya tapi dia tidak mau menyala.

Raja scarab itu mulai mengepakkan sayapnya beberapa kali dan membuatku benar-benar merasa tegang. Aku melangkah mundur ke arah pintu sambil terus berusaha untuk menyalakan korek api di tanganku tapi tetap saja tidak mau menyala.

Jelas-jelas masih ada tersisa sedikit gas di dalamnya tapi kenapa dia tidak mau menyala?

Aku menjadi semakin panik dan terus berusaha menyalakannya, dalam beberapa detik tubuhku sudah penuh dengan keringat.

"Cepat, cepat…"

Aku merasa sudah hampir gila!

Kemudian aku melihat raja scarab itu mulai mengepakkan sayapnya dengan cepat dan mulai terbang, tapi korek api di tanganku tetap tidak menyala.

Saat aku akan menyerah dan memutuskan untuk berlari tiba-tiba korek api itu menyala, aku dengan cepat membakar kain yang sebelumnya aku masukkan di botol alkohol yang aku temukan di dapur dan langsung terbakar seketika.

Tapi sepertinya aku melakukan itu dengan sedikit lambat...

Raja serangga itu sudah terbang ke arahku.

Aku melemparkan botol alkohol yang sudah terbakar itu ke arah raja scarab itu, walaupun botol itu mengenai tubuhnya tapi api di botol itu tidak mengenainya kemudian dia kembali terjatuh di lantai.

Botol alkohol itu juga terjatuh di lantai dan pecah, dalam sekejap lantai terbakar dan menjadi besar.

Raja scarab itu tidak terkena cipratan alkohol maupun terbakar, dia hanya terjatuh di lantai tidak bergerak seperti sebelumnya.

Aku rasa api itu akan dengan cepat membakar tubuh raja scarab itu.

Tanpa memperdulikan yang lain aku berbalik badan kemudian berlari keluar.

Saat baru saja aku tiba di halaman, terdengar suara kepakan sayap raja scarab itu.

Seketika aku kaget dan menoleh, aku melihat dia sedang mengejarku! Dia terbang ke arahku dengan sangat cepat. Aku menjadi panik kemudian aku menggunakan tanganku untuk menghalanginya tapi raja scarab itu menggigit pergelangan tanganku!

Gigitannya terasa begitu tajam dan sakit, setelah dia menggigit tanganku dalam sekejap aku tidak bisa merasakan tanganku dan dengan cepat rasa sakit yang aku rasakan di pergelangan tanganku menyebar ke seluruh tubuh seolah masuk hingga ke tulangku.

Setelah menggigitku, raja scarab itu terbang pergi.

Api di rumah si gendut semakin lama semakin membesar, ada banyak perabotan kayu di rumah itu dan aku khawatir rumah itu sebentar lagi akan roboh.

Gigitan raja scarab itu beracun, Shang Liqi pernah mengatakannya jika tergigit oleh raja scarab itu maka orang itu tidak akan bisa bertahan lebih dari 5 menit.

Aku menjadi sangat ketakutan. Aku merangkak keluar dari halaman karena aku langsung terjatuh setiap kali berusaha untuk berlari. Aku merasa tubuh ini seperti bukan tubuhku, aku tidak dapat merasakan apapun.

5 menit...

Dalam 5 menit aku tidak akan bisa pergi ke tanah kosong sebelah utara desa untuk bertemu dengan Yang Qin maupun Yang Qinxue.

Walaupun begitu pikiranku masih jernih, hanya saja aku sudah tidak bisa mengendalikan tubuhku sendiri.

Apa kali ini… aku benar-benar akan meninggal?

Saat memikirkan tentang kematian, aku merasa ketakutan mulai menjalar di seluruh hatiku...

Sedikit lagi... sedikit lagi aku seharusnya berhasil membunuh raja scarab itu. Jika dia mati maka semua scarab yang lain juga akan mati dan desa akan menjadi aman.

Saat memikirkan hal itu kelopak mataku perlahan-lahan menjadi semakin berat, hal terakhir yang aku lihat adalah langit sebelum semuanya menjadi gelap.

Aku tidak tahu apakah aku sudah meninggal? Aku merasa tubuhku seperti terangkat...

"Shang Liqi, cepat!"

Aku mendengar suara teriakan Yang Qin, suaranya terdengar begitu dekat tapi juga terdengar begitu jauh.

Aku mengira itu hanya imajinasiku sebelum aku meninggal tapi saat aku membuka sedikit mataku, aku benar-benar melihat wajah Yang Qin.

Dia sedang melihatku dengan wajah yang sangat khawatir.

Dan aku menyadari Yang Qin sedang memelukku...

Apa aku belum meninggal?

Sepertinya aku benar-benar masih hidup…

Aku merasa seperti melihat harapan...

"Yang Qin, aku…"

"Jangan bicara!" potong Yang Qin dengan cepat.

Saat itu aku baru melihat dengan jelas ada banyak orang di sekelilingku dan Shang Liqi sedang menggunakan pisau menyayat tanganku, dia menyayat tepat di luka gigitan raja scarab itu.

Aku tidak dapat merasakan tanganku, walaupun pisau menusuk dagingku dan darahku mengalir keluar tapi aku tidak merasakan rasa sakit sedikitpun.

Yang Qin duduk di tanah sambil memelukku.

"Cepat!" teriak Yang Qin.

Shang Liqi juga ikut berteriak, "Jangan mendesakku, aku sedang mengeluarkan darahnya yang terkena racun."

Saat itu aku perlahan tersadar dan suara tangisan Yang Qinxue terdengar semakin jelas.

Wajah orang-orang di sekitarku menjadi semakin jelas dan yang paling dekat adalah wajah Yang Qin.

Dia masih tetap tampan seperti biasanya hanya saja wajahnya terlihat begitu suram…

Saat dapat melihat wajahnya aku tidak tahu harus senang atau sedih...

Mungkin karena belum sampai 5 menit karena itu aku belum meninggal tapi dengan mengeluarkan darahku yang terkena racun… apa benar-benar berguna?