Chapter 359 of 406
Chapter 359 - Dimakamkan Di Tempat Yang Sama Dengan Begitu Mereka Akan Bersama Dalam Hidup Dan Mati
4 min read1,095 words
Aku mengira aku pasti akan meninggal tapi aku tidak menyangka darahku menyelamatkanku.
Sekarang jika memikirkannya lagi, kenapa aku tidak memanfaatkan hal ini untuk menarik perhatian raja scarab lagi untuk memusnahkannya?
Saat aku mengatakan rencanaku ini, Yang Qin adalah orang pertama yang tidak setuju.
Sikapnya benar-benar membuatku tidak paham.
"Ini adalah kesempatan yang bagus, aku juga tidak akan meninggal karena racun raja scarab jadi aku bisa memancingnya keluar lagi."
Tidak ada yang berbicara. Raut wajah Yang Qin begitu suram dan berkata dengan suara dingin, "Kali ini kamu hanya beruntung, apa kamu bisa mematikan bisa bertahan jika hal ini terjadi lagi? Darahmu memang bisa menahan racun itu tapi itu semua juga ada hubungannya dengan kondisi tubuhmu, sekarang kondisi tubuhmu sangat lemah. Jika kamu kembali digigit oleh raja scarab, bisa-bisa kamu tidak akan bisa membuka matamu lagi."
Aku rasa Yang Qin hanya terlalu khawatir tapi setelah aku berpikir lagi, Yang Qin tidak pernah mengatakan sesuatu yang tidak pasti.
Mungkin kali ini aku memang benar-benar beruntung dapat selamat.
Tapi selama raja scarab itu belum mati, aku tidak akan bisa pergi dengan tenang.
"Apapun yang terjadi aku tidak akan pergi dari sini." kataku bersikeras.
Yang Qin menghela nafas kemudian dia bangkit berdiri dan berjalan keluar dari tenda.
Shang Liqi menghampiriku kemudian membantuku berbaring dan bergumam, "Kamu baru saja selamat dari kematian, sekarang sebaiknya kamu istirahat dan tidak memikirkan yang tidak perlu."
"Bagaimana mungkin itu hal yang tidak perlu? Jika raja scarab itu belum mati bagaimana jika ada penduduk desa yang terluka? Kamu jangan lupa, scarab itu bisa muncul di sini karena Qinxue dan aku adalah mamanya jadi aku harus bertanggung jawab."
Shang Liqi tidak menjawab apapun.
Meng Tian menghampiriku kemudian memegang tanganku dengan hati-hati dan berkata, "Sixi, kita kembali saja ya? Aku tidak mau tinggal di sini."
"Bagaimana jika kalian kembali lebih dulu? Aku akan tinggal di sini lebih lama."
Saat aku baru saja menyelesaikan perkataanku, Shang Liqi membentakku dengan marah, "Kamu ini bicara apa? Bagaimana aku bisa meninggalkanmu di sini?!"
Perkataannya membuatku tertegun.
"Maksudku adalah.. tanganmu sedang terluka jadi aku harus merawat luka di tanganmu." tambah Shang Liqi dengan suara lebih lembut.
Tapi aku masih merasa aneh.
Kenapa tiba-tiba dia menjadi marah?
Meng Tian ingin pergi dari sini, dia bisa pulang bersama Meng Tian. Lagipula di sini aku bersama Yang Qin.
Karena ini adalah keinginanku jadi aku tidak ingin membuat semua orang tinggal di sini karena diriku.
"Shang Liqi, Yang Qin juga bisa merawat lukaku jadi kalian pulang saja dulu. Paman Shang, jika bisa apa aku boleh menitipkan Qinxue beberapa hari? Setelah aku dan Yang Qin menyelesaikan urusan di sini kami akan menjemputnya."
Shang Yi menganggukkan kepalanya, namun Shang Liqi kembali berkata membelalakkan matanya, "Kamu tidak pulang, aku juga tidak akan pulang."
Saat itu Meng Tian menarik tangan Shang Liqi dan berkata dengan pelan, "Bukankah masalah scarab sudah selesai? Untuk apa tinggal di sini lagi?"
"Raja scarab masih hidup, kamu tidak mendengarkan perkataan Sixi?"
Shang Liqi memalingkan pandangannya kemudian Meng Tian dengan wajah pahit berkata, "Yang Qin kan sangat hebat, bukankah membunuh 1 raja scarab adalah hal mudah baginya?"
"Kamu ini bicara apa?"
"Aku salah bicara?" kemudian Meng Tian berkata lagi, "Ada Yang Qin yang menemani Sixi, untuk apa kamu tetap ingin tinggal di sini? Apa kamu suka menjadi orang ketiga? Kamu kira Sixi akan senang jika kamu tinggal di sini dan menjaganya? Ada Yang Qin yang akan menjaganya jadi dia tidak akan memerlukanmu."
"Kamu tahu tidak apa yang sedang kamu bicarakan?" tanya Shang Liqi dengan wajah yang terlihat marah.
Meng Tian tersenyum dingin dan berkata, "Tentu saja aku tahu sedang bicara apa. Aku malah takut kamu yang tidak paham dengan perkataanku."
"Aku tidak paham apa?"
"Hatimu tahu dengan jelas."
"Apanya?"
"Kamu…" Meng Tian menjadi sangat kesal hingga wajahnya memerah.
Akhirnya dia melihat ke arahku lalu berlari keluar dari tenda.
Shang Liqi tertegun melihat sikap Meng Tian, lalu Shang Yi berkata, "Kamu tidak mengejarnya?"
"Untuk apa? Dia hanya anak kecil yang sedang marah, bicara tidak jelas kemudian lari keluar dan sekarang paman ingin aku mengejarnya lalu menghiburnya?"
"Dasar bodoh, bicara apa kamu ini. Cepat kejar dia." kata Shang Yi dengan suara keras.
Tapi Shang Liqi masih tetap berdiri dan tidak terlihat akan mengejar Meng Tian.
"Dasar anak bodoh kamu sama sekali tidak bisa terselamatkan. Sepertinya kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan istri seumur hidupmu."
"Apa hubungannya dengan aku mencari istri?" tanya Shang Liqi dengan wajah terkejut.
Aku sepertinya memahami keadaannya, Meng Tian sedang cemburu kepadaku dan Shang Liqi. Aku merasa ini tidak masuk akal. Aku sudah menikah dengan Yang Qin dan punya anak, kenapa dia masih cemburu kepadaku?
Dan lagi Shang Liqi dan aku adalah teman jadi seharusnya dia tidak berpikir berlebihan.
Semua orang mengetahui bahwa Meng Tian menyukai dirinya, tapi hanya Shang Liqi yang tidak mengetahuinya.
Seketika keadaan di dalam tenda menjadi tenang.
Aku bangkit duduk dan luka di pergelangan tanganku yang diperban terasa sangat sakit.
Aku mengehela nafas dan kali ini aku melihat isi tenda dengan jelas. Tenda ini cukup luas dan cukup untuk beberapa orang. Ada 5 tempat tidur dan di sudut tenda ada 1 kardus mi instan, 1 kardus roti dan 1 kardus air mineral.
"Sixi, kalian bisa tinggal di sini tapi Qinxue masih kecil jadi sebaiknya dia tidak tinggal di tempat seperti ini."
Kata Shang Yi tiba-tiba memecah keheningan.
Yang dikatakan Shang Yi tidak salah, Yang Qinxue tidak seharusnya hidup susah di sini bersamaku.
"Paman Shang, bagaimana jika paman membawa Qinxue pulang dan membantu merawatnya hingga masalah di sini sudah selesai. Aku juga harus menyelesaikan upacara pemakanan tante Ji Li."
Shang Yi menganggukkan kepalanya dan berkata lagi, "Apa pemakaman tantemu harus dilakukan di desa ini?"
"Berdasarkan adat desa begitu."
"Bagaimana jika memakamkannya di kota? Setelah aku meninggal, aku bisa dimakamkan bersama dengannya."
Permintaan Shang Yi membuatku merasa ragu-ragu.
Bagaimana pun hubungan mereka berdua sudah sangat dekat dan jika tante Ji Li masih hidup mereka mungkin sekarang sudah menikah. Begitu memikirkan hal ini, aku kembali merasa sedih.
Kalau begitu tidak ada salahnya membiarkan mereka dimakamkan di tempat yang sama, dengan begitu mereka akan bersama dalam hidup dan mati.
Saat memikirkan hal ini aku merasa perasaanku lebih tenang.
"Kalau begitu pemakaman tante Ji Li akan kita lakukan di kota."
Aku rasa tante Ji Li juga ingin dimakamkan bersama Shang Yi, walaupun dia harus menunggu.
Shang Yi tersenyum mendengar perkataanku.
"Terima kasih Sixi."
Saat melihat Shang Yi berterima kasih kepadaku tiba-tiba aku kembali merasa sedih.
Aku tidak tahu apa karena kelahiran Yang Qinxue sehingga tante Ji Li meninggal tapi aku tidak bisa menyalahkan seorang anak kecil.
Aku tidak tahu bisa menyalahkan siapa, jika aku terus memikirkan hal ini mungkin sejak awal aku seharusnya tidak melahirkan Yang Qinxue...