Chapter 360 of 406
Chapter 360 - Aku Tahu Kamu Sedang Menungguku
5 min read1,169 words
Hari itu Shang Yi memutuskan untuk membawa Yang Qinxue pergi dari desa, sementara Yang Qin, Shang Liqi dan Meng Tian kembali ke kota untuk mengadakan upacara pemakaman tante Ji Li di kota setelah itu mereka akan kembali ke desa.
Setelah aku berpikir aku juga memutuskan pemakaman tante Ji Li tidak bisa ditunda lagi jadi aku juga ikut pergi ke kota.
Pertama mayat tante Ji Li diletakkan di salah satu rumah duka di kota untuk melanjutkan upacara penghormatan terakhir dan yang menghadiri hanya kami.
Setelah upacara penghormatan terakhir selesai, mayat tante Ji Li dikremasi dan baru dimakamkan.
Kami menyelesaikan pemakaman tante Ji Li selama 2 hari.
Aku meletakkan karangan bunga lili di atas makam tante Ji Li, saat melihat foto tante Ji Li tiba-tiba ingatan tentang tante Ji Li perlahan muncul di kepalaku satu demi satu. Dia memperlakukanku dengan sangat baik tapi meninggal dengan cara seperti ini, tidak peduli apapun yang terjadi aku pasti akan membunuh iblis itu!
Dalam perjalanan kembali dari pemakaman tante Ji Li, aku selalu teringat foto tante Ji Li. Di foto itu tante Ji Li tersenyum dengan hangat. Aku merasa seperti tante Ji Li sedang berdiri di depanku dan tersenyum secara langsung kepadaku.
Terkadang aku masih tidak percaya apakah tante Ji Li benar-benar pergi meninggalkanku selamanya, tapi aku benar-benar tidak dapat melihatnya lagi.
Saat kembali ke villa, Shang Liqi mengambil kotak obat dan mengganti perban lukaku.
Aku duduk di sofa dan melihat Yang Qin sedang menggendong Yang Qinxue masuk, tapi aku tidak melihat Shang Yi dan Meng Tian masuk.
"Shang Yi dan Meng Tian?"
"Meng Tian pulang dan pamanku mengantarnya kemudian dia akan kembali ke kuil Lei Xian." jawab Shang Liqi yang duduk di sebelahku sambil membuka kotak obat tanpa mengangkat kepalanya sedikitpun.
Dengan hati-hati Shang Liqi membuka perban lukaku kemudian dia menggunakan alkohol untuk membersihkan lukaku. Setelah memberi obat di lukaku dia kembali memperban lukaku.
Hari ini, dia memperbanku dengan sangat tidak rapi.
Aku mengangkat kepalaku dan melihat jam di dinding, sudah pukul 8 malam.
"Besok aku akan kembali ke desa."
Shang Liqi membereskan kotak obat sambil bergumam, "Kamu masih memikirkan raja scarab itu?"
"Jika raja scarab itu tidak mati, aku tidak akan tenang."
Saat aku baru selesai mengatakan itu, aku mendengar suara Yang Qin berkata, "Aku yang akan mengurus raja scarab itu, kamu tidak perlu pergi lagi ke sana."
Aku melihat ke arah Yang Qin dan dia juga sedang melihat ke arahku.
Saat itu Yang Qin sedang memeluk Yang Qinxue yang berdiri di atas jendela dengan satu tangan kemudian tangan satunya sedang membuka jendela.
Ada angin sejuk yang berhembus masuk.
"Kapan kamu akan mengurusnya?"
"Malam ini."
Yang Qin mengatakan itu dengan wajah datar dan menatapku dengan sorot mata dingin.
Aku tidak terlalu khawatir dengan Yang Qin karena bagaimanapun dia bukan manusia dan dia bisa saja menggunakan hantu api.
Walaupun raja scarab takut dengan api dan bagi Yang Qin membereskan raja scarab itu bukan hal yang sulit tapi aku tidak ingin dia terlibat dengan urusan dunia kegelapan ataupun dunia manusia.
Kemunculan scarab itu karena Yang Qinxue jadi kami sebagai orang tua Yang Qinxue harus mengurus para scarab itu sampai selesai agar para scarab itu tidak akan melukai orang lain lagi.
"Kalau begitu aku dan Shang Liqi akan menunggumu kembali."
Yang Qin menganggukkan kepalanya kemudian dia melihat ke arah Shang Liqi. Dia menggerakkan jari telunjuknya dan berkata dengan suara dingin, "Kemari."
Shang Liqi duduk di atas sofa dan dengan sombongnya berkata, "Kamu yang perlu maka kamu yang ke sini."
Yang Qin tersenyum tak berdaya. Dia berjalan lalu memberikan Yang Qinxue kepada Shang Liqi dan berkata, "Tugasmu adalah sebelum aku kembali jaga mereka berdua."
Shang Liqi menjawab dengan nada kesal, "Kamu anggap aku ini apa? Babysitter? Tenang saja aku akan menjaga mereka, kamu sebaiknya cepat kembali."
Yang Qin tidak berkata apa-apa, dia melihat ke arahku kemudian berbalik badan dan berjalan pergi.
Setelah berjalan beberapa langkah Yang Qin berhenti kemudian menoleh melihat ke arahku dan berkata, "Tunggu aku kembali."
"Hm."
Aku bangkit berdiri, awalnya aku ingin mengantarnya tapi setelah Yang Qin kembali berjalan, dalam sekejap ia sudah menghilang.
Setelah dia pergi, Shang Liqi menggendong Yang Qinxue dan berdiri di sebelahku, "Kamu jaga dia sebentar, aku akan ke dapur untuk memasakkan makanan."
"Aku tidak lapar."
"Tidak lapar juga harus tetap makan. Satu hari ini kamu belum makan apapun."
"Aku benar-benar tidak lapar, kamu tidak perlu repot."
Shang Liqi melihat ke arahku lalu berkata, "Kamu tidak makan, lalu Qinxue juga ikut tidak perlu makan?"
"..."
Akhirnya Shang Liqi tetap pergi ke dapur. Tidak lama kemudian dia membawa 2 mangkok mi ayam dan 1 mangkok bubur daging.
Dia memanggilku untuk makan kemudian dia menggendong Yang Qinxue lalu menyuapinya terlebih dahulu.
Aku sangat jarang melihat Shang Liqi yang sabar seperti ini sehingga aku tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arahnya.
Sorot matanya terlihat lembut dan terlihat senyum kecil di wajahnya. Dia menyuapi Yang Qinxue dengan hati-hati dan Yang Qinxue makan dengan lahap.
…
Saat kami selesai makan sudah pukul 9 lebih, aku dan Yang Qinxue masuk ke kamar sedangkan Shang Liqi berada di ruang tamu.
Aku tidak berniat untuk tidur sama sekali. Setelah Yang Qinxue tertidur, aku melamun sambil melihat langit-langit kamar.
Yang Qn sudah pergi selama 1 jam. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya di sana tapi dengan kekuatannya seharusnya dia akan membereskan raja scarab dengan mudah… walaupun mengetahui itu, aku tidak bisa menahan diri untuk khawatir kepadanya
Malam begitu tenang dan waktu terus berlalu...
Karena tidak bisa tidur akhirnya aku turun dari ranjang dan berdiri di depan jendela, aku melihat bulan dan langit malam… saat itu aku hatiku terasa kosong.
Saat melihat jam, waktu sudah pukul 11 lebih.
Aku menghela nafas lalu aku membuka nomor Yang Qin. Setelah ragu-ragu akhirnya aku memutuskan untuk menelponnya.
Teleponku tersambung dan setelah beberapa bunyi nada tersambung Yang Qin mengangkat teleponku.
"Belum tidur?" tanya Yang Qin.
"Kapan kamu akan kembali?"
"Kamu menungguku?" tanya Yang Qin menggodaku.
"Tidak juga, hanya saja aku tidak bisa tidur sendirian."
Dia tertawa dan setelah itu tiba-tiba aku merasa sepasang tangan yang dingin memeluk pinggangku dan punggungku menempel di dada yang dingin.
Seketika aku terkejut dan jantungku berdegup dengan cepat. Saat aku mengetahui yang memelukku adalah Yang Qin jantungku berdegup dengan semakin cepat.
"Tidak perlu menjelaskan apapun, aku tahu kamu sedang menungguku." kata Yang Qin. Dia mengatakannya dengan lembut di sebelah telingaku dan dagunya menyentuh pundakku.
Saat mencium aroma tubuhnya, perasaanku menjadi lebih tenang.
"Kamu terluka?"
"Menurutmu?"
Mendengar dari suaranya seharusnya dia baik-baik saja.
"Semuanya sudah selesai?"
"Bagaimana menurutmu?"
"Menurutku… semuanya sudah selesai."
Yang Qin tertawa lalu perlahan-lahan dia melepaskan pelukannya...
"Sepertinya kamu tidak benar-benar bodoh."
"..."
"Karena semuanya sudah selesai bukankah kita harus merayakannya?" saat mengatakan itu Yang Qin mencium telingaku dengan lembut.
Seketika tubuhku terasa geli.
Dia memikirkan ingin melakukan itu?
Tapi memang sejak aku hamil Yang Qinxue sampai sekarang, kami tidak pernah lagi melakukannya.
Dan sepertinya dia sudah tidak dapat menahan diri lagi.
Jantungku berdegup dengan cepat. Aku merasa jantungku seolah ingin melompat keluar dari rongga dadaku dan wajahku terasa panas.
Aku berdeham dan sebelum aku mengatakan apapun Yang Qin mencium pipiku kemudian kedua tangannya mulai menyentuh tubuhku.