Chapter 388 of 406
Chapter 388 - Jika Ada Masalah Langsung Katakan
5 min read1,129 words
Tanpa sadar aku tertidur dan saat terbangu ruang kelas kosong dan yang terpenting adalah matahari sudah hampir terbenam dan langit akan segera gelap.
Aku dengan cepat membereskan barang-barangku kemudian kembali ke kamar asrama. Setelah meletakkan buku-bukuku, aku langsung membawa tas ranselku pergi ke kamar asrama Zhou Yi.
Tapi Zhou Yi tidak ada di kamarnya.
Aku bertanya kepada teman asramanya dan ternyata di pergi bersama Mo Xuan dan malam ini tidak akan kembali ke asrama.
Bisa-bisanya sudah malam begini dia malah bepergian, apa dia sama sekali tidak khawatir dengan nyawanya.
Aku mengeluarkan handphoneku kemudian menelponnya tapi dia langsung mematikan teleponku.
Aku kembali menelponnya tapi dia kembali menutup teleponku, sehingga akhirnya aku hanya bisa mengirim pesan singkat tapi gagal.
Aku merasa cukup kesal karena aku tidak tahu bagaimana harus berkomunikasi dengannya.
Tapi setidaknya dia tidak sendirian dan dia membawa jimat pemberianku… seharusnya dia akan baik-baik saja.
Karena masih belum terlalu malam, aku pergi ke perusahaan Shang Liqi.
Shang Liqi dan Meng Tian sedang duduk di sofa tanpa saling berbicara.
"Cheng Luoyang memiliki laporan tentang 3 perempuan yang meninggal dengan cara yang sama persis dengan Yu Lu, tapi dia tidak mau memberi informasi apapun kepadaku." kataku secara terus terang.
Shang Liqi melihat ke arahku kemudian dia mengulurkan tangannya lalu mengambil dokumen dari atas meja dan melemparkannya ke dekatku.
"Barangmu."
"..."
Chen Luoyang benar-benar…
Aku berusaha membujuknya tapi dia tidak mau, tapi sesaat Shang Liqi memintanya dia langsung melanggar peraturan?
Shang Liqi sepertinya mengetahui apa yang aku pikirkan lalu dia langsung menjelaskan kepadaku, "Jangan salah paham. Aku mendapatkan ini karena meretas situs kepolisian. Dengan sifat Chen Luoyang seperti itu, pasti dia tidak akan melanggar peraturan meskipun aku memintanya. Apa lagi jika kamu yang melakukannya, pasti tidak akan berhasil."
"Kalau kamu sudah tahu lalu kenapa masih menyuruhku mencarinya?"
"Aku hanya berpikir mungkin saja dia akan melanggar peraturan." jawab Shang Liqi sambil mengangkat alisnya dan tersenyum menggoda seolah puas berhasil mengerjaiku.
Aku memalingkan pandanganku kemudian mengambil dokumen yang ada di atas meja dan membacanya.
Selain ada laporan tentang kasus Yu Lu, ada laporan tentang 3 perempuan yang meninggal dengan cara yang sama dengan Yu Lu. Nama mereka adalah Liu Hong, Lan Fang, dan Yu Xiaoxiao.
Mereka semua adalah mahasiswa sekolahku dan mereka semua sangat cantik. Aku bahkan ingat Yu Xiaoxiao pernah dinobatkan menjadi primadona sekolah.
Semua kasus mereka ditetapkan sebagai kasus bunuh diri dan kasus mereka telah ditutup.
Aku yakin Chen Luoyang tidak akan pernah membayangkan selain Yu Lu, ketiga perempuan yang lain meninggal bukan karena bunuh diri tapi karena hantu Yu Lu.
"Aku sudah menyelesaikan urusanku, jadi aku bisa membantumu untuk kasus ini." kata Shang Liqi.
Kemudian Meng Tian melihat ke arah Shang Liqi dan bertanya, "Lalu bagaimana denganku?"
"Kamu? Istirahat saja! Jangan membuat kekacauan dan menambah masalahku."
"Aku? Membuat kekacauan?"
"Sebelum kamu menjadi asistenku aku, selalu merasa Sixi selalu membuat masalah untukku tapi ternyata kamu lebih buruk darinya."
Meng Tian mencibirkan bibirnya kemudian dengan wajah kesal mengambil tasnya dan berlari keluar.
"Meng Tian!" teriakku memanggilnya tapi dia tidak menjawab.
Meng Tian sama sekali tidak menolehkan kepalanya, sepertinya kali ini perkataan Shang Liqi benar-benar menyakiti perasaannya.
Aku merasa akhir-akhir ini ada yang tidak beres dengan hubungan mereka berdua. Aku selalu merasa Shang Liqi seperti selalu sengaja mencari masalah dengan Meng Tian dengan mengatakan hal-hal buruk tentangnya.
Walaupun Meng Tian penakut tapi dia tidak pernah sembarangan dalam melakukan pekerjaannya, dia sama sekali tidak seburuk yang dikatakan oleh Shang Liqi.
Tapi Shang Liqi sendiri yang membuatku dan Meng Tian menjadi asistennya tapi dia malah selalu mengatakan hal yang tidak enak untuk didengar.
Aku melihat ke arah Shang Liqi dengan kesal lalu Shang Liqi bertanya. "Kenapa melihatku?"
"Terserah aku."
"Jika kamu melihatku seperti itu lagi, aku akan mengeluarkan bola matamu."
"Lakukan saja kalau kamu berani, ayo lakukan!"
"..."
Shang Liqi tidak mengatakan apa-apa.
Kemudian setelah aku selesai membaca laporan kasus kematian 4 perempuan itu, aku memasukkannya ke dalam amplop lalu berkata kepada Shang Liqi, "Kematian Liu Hong, Lan Fang, dan Yu Xiaoxiao pasti ada hubungannya dengan Yu Lu."
"Itu sudah jelas. Apa kamu perlu mengatakannya?" kata Shang Liqi dengan nada tidak sabaran.
Aku merasa sangat kesal kemudian aku memukul meja dengan sangat keras hingga membuatnya terkejut.
Shang Liqi memegang dadanya kemudian melihat ke arahku dan berteriak, "Kamu sudah gila ya?"
"Kamu itu yang gila, kamu salah minum obat ya? Jika ada masalah langsung katakan, jangan membuatku memukulmu." kataku dengan kesal lalu Shang Liqi tertawa canggung dan berkata, "Sixi, jangan seperti ini. Kamu bahkan sudah menjadi mama, bagaimana kamu bisa bersikap seperti ini?"
"Aku hanya seperti ini denganmu. Memangnya kamu pernah melihat aku bersikap seperti ini kepada orang lain?"
"Aku kan hanya suka bercanda."
"Kamu suka bercanda? Lalu apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan orang yang menjadi bahan candaanmu? Akhir-akhir ini ada yang aneh denganmu, kamu selalu menjadikan Meng Tian sasaranmu. Memangnya apa yang sudah dia lakukan padamu hingga membuatmu selalu mengatakan hal yang tidak menyenangkan pada Meng Tian?!" aku sudah tidak bisa menahan emosiku lagi dan mengatakan semuanya kepada Shang Liqi.
Saat Shang Liqi sedang berbicara denganku dia memang selalu bicara seperti itu tapi aku sudah terbiasa, sedangkan Meng Tian tidak dan sepertinya Meng Tian tidak bisa menerima kata-kata seperti itu.
Aku dapat melihat perasaan Meng Tian kepada Shang Liqi tapi Shang Liqi malah tidak merasakan apapun. Aku yakin dia sama sekali tidak memahami perasaan Meng Tian, jika dia tahu mana mungkin dia akan memperlakukan Meng Tian seperti itu?
"Kenapa kamu membahas Meng Tian saat kita sedang bicara?"
"Sepertinya memang ada yang tidak beres dengan otakmu!"
Saat mendengar itu Shang Liqi menjadi marah kemudian berkata dengan suara keras, "Aku peringatkanmu, jangan menggunakan perkataan untuk menyakitiku."
"Jika perkataanku memang menyakitimu itu memang karena kamu pantas menerimanya, terlebih lagi kamu duluan yang menyakiti Meng Tian."
"Kenapa kamu membahas Meng Tian lagi?"
"Kamu itu bodoh atau bagaimana?! Apa kamu benar-benar tidak tahu Meng Tian menyukaimu?"
"Apa?" kata Shang Liqi dengan terkejut.
"Aku bilang Meng Tian menyukaimu!"
Aku mengatakan setiap kata dengan sangat yakin. Sesaat aku baru saja menyelesaikan perkataanku tiba-tiba terdengar suara dari arah pintu.
Aku melihat ke arah suara itu dan melihat Meng Tian yang berdiri di depan pintu, dia terlihat begitu tertegun hingga tas yang dia pegang terjatuh…
Wajah Meng Tian menjadi memerah dan dia tidak berani melihat ke arah Shang Liqi. Aku tidak tahu kenapa dia kembali tapi dia langsung mengambil tasnya dan berlari pergi lagi.
Shang Liqi mengedip-ngedipkan matanya sambil memegang belakang kepalanya dan dia terlihat sangat canggung.
"Sixi, jangan sembarang bicara tentang hal ini. Dengan kamu begini bagaimana aku dan Meng Tian kelak harus berhubungan?"
"Aku tidak sembarangan bicara, jika tidak percaya kamu bisa langsung bertanya kepada Meng Tian."
Aku memalingkan pandanganku dan malas untuk melanjutkan pembicaraan ini. Shang Liqi benar-benar tidak bisa memahami perasaan Meng Tian. Setelah berpikir sesaat, aku berkata kepada Shang Liqi, "Cari data tentang Mo Xuan dengan meretas situs kepolisian lagi."