Chapter 387 of 406
Chapter 387 - Hubungan Yang Tidak Cukup Dekat
4 min read1,013 words
Dia begitu kurus dan wajahnya sangat pucat tapi bibirnya berwarna merah dan itu membuatku bingung.
Aku mengeluarkan jimat dan menempelkannya di atas tubuh Zhou Yi. Seketika Yu Lu membelalakkan matanya melihat ke arahku lalu dengan kesal berkata, "Aku sudah bilang jangan ikut campur urusanku!"
"Dia adalah pelangganku."
"Ji Sixi, jangan salahkan aku." kata Yu Lu dengan penuh amarah.
Aku kembali mengeluarkan 2 buah jimat tapi sebelum aku mulai menyerangnya, Yu Lu sudah kabur.
Setelah dia menghilang, darahnya yang menetes di atas lantai juga ikut menghilang dan tidak lama kemudian aroma darah juga ikut menghilang.
Untuk menjaga Zhou Yi, aku tidak kembali ke ranjang atas. Aku memutuskan untuk tidur bersama Zhou Yi di ranjangnya.
Aku tidak dapat tidur semalaman dan saat langit mulai terang, akhirnya aku baru bisa menutup mataku dengan tenang tapi tidak lama kemudian aku terbangun karena didorong oleh Zhou Yi.
"Siapa yang menyuruhmu tidur di sini? Apa aku mengijinkanmu?" tanya Zhou Yi dengan kesal.
Dia bangkit duduk sambil melihat ke arahku.
Jimat yang aku tempelkan di tubuh Zhou Yi masih ada lalu aku melepaskannya dan melipatnya menjadi segitiga, setelah itu memberikannya kepada Zhou Li sambil berkata, "Simpan ini baik-baik untuk melindungi dirimu."
"Apa ini? Aku tidak mau." Zhou Yi melemparkan jimat itu ke tubuhku kemudian dia menunjuk ke arah pintu dan berkata, "Cepat pergi dari sini! Jika malam ini kamu kembali lagi maka aku akan komplain ke perusahaanmu."
"Komplainlah saja."
Jawabku dengan sangat tenang tapi Zhou Yi justru terlihat tidak tenang.
Jika aku tidak mendengar perkataan Yu Lu, maka aku tidak akan yakin jika dia mengincar Zhou Yi. Namun setelah mendengarnya sendiri bahwa dia mengincar Zhou Yi, aku tidak bisa diam begitu saja terlebih aku sudah menerima uang dari Zhou Yi.
Tapi Zhou Yi masih belum tahu jika masalahnya begitu parah.
"Baiklah, kamu memang hebat. Hari ini aku akan mencari kak Shang Liqi dan mengadukanmu kepadanya." kata Zhou Yi sambil melihatku kemudian dia kembali menunjuk ke arah pintu seolah mengusirku sekali lagi.
Aku kembali memberikan jimat ke tangan Zhou Yi dan berkata, "Aku akan pergi tapi terima ini. Jangan katakan jika aku tidak memperingatkanmu bahwa benda ini untuk melindungimu."
Kali ini Zhou Yi tidak melempar jimat itu lagi.
Aku bangkit berdiri kemudian keluar dari kamar asrama Zhou Yi. Aku kembali ke kamar asramaku sendiri dan berusaha untuk tidur lagi tapi tidak tahu kenapa meskipun aku begitu mengantuk, aku tidak bisa tertidur.
Akhirnya aku tidak bisa menahan diri dan menelpon Shang Liqi.
Aku menelponnya cukup lama tapi tidak ada yang mengangkatnya.
Aku rasa pasti sekarang ia masih tertidur.
Setelah menelponnya berkali-kali akhirnya dia mengangkat teleponku, lalu dengan suara kasar berkata, "Ji Sixi, kamu cari masalah ya?! Aku kan sudah bilang berkali-kali jangan menelponku sebelum jam 10!"
"Aku tahu tapi ini masalah penting aku tidak ada pilihan lain selain menelponmu."
"Katakan langsung tidak perlu berbelit-belit."
…
Setelah mendengar semua ceritaku tentang kejadian kemarin malam, Shang Liqi kemudian bertanya, "Jadi maksudmu sebelum mengincar Zhou Yi dia sudah melukai orang lain?"
"Iya, kita harus menyelidiki lingkungan sosial Mo Xuan dengan begitu kita bisa mengetahui apakah benar ada mantan pacarnya yang terluka."
Shang Liqi kemudian dengan dingin berkata, "Kamu bodoh ya?"
"Memangnya aku mengatakan apa?"
"Ada Chen Luoyang untuk apa kita harus menyelidiki Mo Xuan?"
"Apa maksudmu?"
"Aku mengatakan kamu bodoh tapi kamu tidak terima, padahal kamu memang bodoh."
"Shang Liqi, kamu minta dipukul ya?!"
"Iya, sini pukul aku kalau berani!" kata Shang Liqi dengan sombong.
Aku merasa sangat kesal kemudian berkata, "Jangan menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan, bicara secara jelas. Apa hubungan kasus ini dengan Chen Luoyang?"
Kemudian aku mendengar Shang Liqi tertawa kemudian dengan sabar akhirnya dia menjelaskan maksudnya kepadaku, "Coba kamu pikir, jika ada yang meninggal maka Chen Luoyang pasti akan menangani kasusnya. Jika terjadi kasus pembunuhan karena Yu Lu maka kasus itu tidak akan terpecahkan jadi kita tinggal bertanya saja kepada Chen Luoyang."
"Kalau begitu kamu tanya dia."
"Itu kan urusanmu, untuk apa aku yang menanyakannya?"
"..."
Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi. Jika saat ini dia ada di depanku, maka aku pasti sudah memukulnya.
Aku langsung mematikan teleponku tapi karena perasaanku tidak tenang dan aku tidak bisa tidur, akhirnya aku menelpon Chen Luoyang.
Sudah pukul setengah 8 pagi, awalnya aku mengira Chen Luoyang masih tidur tapi ternyata dia mengangkat teleponku dengan cepat dan bertanya, "Ada apa?"
"Apa kita bisa bertemu hari ini?"
"Sepertinya tidak bisa, aku sedang menjalankan tugas."
"Lalu kapan kamu ada waktu?"
"Malam ini diatas jam 8."
"Baiklah kalau begitu nanti malam kita bertemu ya."
"Katakan lewat telepon saja."
Aku berpikir sejenak kemudian aku mengatakan tentang masalah kematian Yu Lu, lalu dengan tenang Chen Luoyang berkata, "Aku ingat dengan Yu Lu, lalu ada 3 orang perempuan yang meninggal dengan cara yang sama seperti dirinya dan semua kasusu tersebut diputuskan sebagai kasus bunuh diri."
"Apa aku boleh melihat laporan kasus itu?"
"Tidak."
Berdasarkan peraturan, orang luar tidak boleh sembarangan melihat laporan kasus-kasus di kepolisian.
Aku tidak ingin menyusahkannya tapi aku ingin tahu identitas ketiga perempuan itu sehingga aku memohon kepadanya, "Kalau begitu kamu bisa katakan identitas ketiga perempuan itu?"
"Tidak."
"Petugas Chen…"
"Tidak bisa."
Tanpa menungguku mengatakan apa-apa lagi, dia langung menutup teleponku.
Aku tidak tahu kenapa tapi akhir-akhir ini aku merasa semua orang selalu menutup teleponku di saat aku belum selesai bicara. Perlakuan seperti itu membuatku merasa kesal!
Chen Luoyang sama sekali tidak luluh dengan permohonanku...
Mungkin jika Shang Liqi yang melakukannya maka Chen Luoyang akan mengatakannya. Bagaimanapun, hubunganku dan Chen Luoyang tidak dekat jadi dia tidak mungkin melanggar peraturan hanya demi diriku.
Sepertinya aku tidak mungkin bisa mendapatkan informasi apapun dari Chen Luoyang.
Aku menghela nafas kemudian meletakkan handphoneku di bawah bantal kemudian bersiap untuk tidur.
Tidak lama kemudian aku mulai mengantuk dan saat akan tertidur, Hu Shan dan Liu Qiqi sepertinya turun dari ranjang dan keluar dengan diam-diam tanpa membangunkanku.
Setelah mereka berdua keluar, aku dapat tidur sampai siang. Untung saja aku memasang alarm untuk mengingatkanku akan kelasku, jika tidak aku pasti tidur sampai sore.
Saat kelas, mendengarkan dosen yang menjelaskan pelajaran membuatku merasa mengantuk terlebih lagi karena aku duduk di dekat jendela sehingga sinar matahari menyinari tubuhku dan membuatku merasa hangat, membuatku semakin ingin untuk tidur.