Chapter 390 of 406
Chapter 390 - Aku Merasa Iqku Menurun
4 min read1,088 words
Aku mengira Shang Liqi akan bertanya secara langsung tapi aku tidak menyangka dia malah meminta dikenalkan dengan dokter yang melakukan operasi pada Mo Xuan.
Sikapnya benar-benar diluar perkiraanku.
Mo Xuan tersenyum lalu bertanya, "Bagaimana kakak bisa tahu aku pernah melakukan operasi plastik?"
"Aku mendengarnya saja."
"Dari siapa?"
"Aku dengar dari beberapa temanku yang bekerja di bidang pemerintahan, dia mengurus kartu identitas dan semacamnya lalu aku dengar dari mereka bahwa setelah melakukan operasi plastik, wajahmu berubah drastis."
Aku takut Shang Liqi akan terjebak dengan perkataannya sendiri. Dia tidak memiliki teman yang bekerja di bidang kartu identitas atau semacamnya dan dia mengetahui semua ini karena meretas situs kepolisian.
Aku merasa tegang tapi ternyata Mo Xuan lebih polos dari yang aku bayangkan karena dia langsung mempercayai perkataan Shang Liqi kemudian bangkit berdiri dan masuk ke kamarnya untuk mengambil kartu nama dokter yang menanganinya dulu.
"Ini adalah kartu nama dokterku, jika memang perlu kakak bisa mencarinya. Kemampuannya sangat hebat dan hasilnya juga memuaskan."
Shang Liqi mengambil kartu nama itu kemudian setelah melihatnya dia memasukkannya ke dalam kantong celananya lalu tersenyum ke arah Mo Xuan dan berkata, "Terima kasih ya."
"Sama-sama."
"Apa ada orang yang mengatakan kamu mirip seseorang?"
Mo Xuan menggelengkan kepalanya.
"Memang ada?"
"Tidak."
Shang Liqi tidak berkata apa-apa lagi. Dia langsung bangkit berdiri kemudian berpamitan.
Aku juga cepat bangkit berdiri mengikuti Shang Liqi.
Shang Liqi memasukkan tangannya ke dalam kantong celananya kemudian melihat ke arah Mo Xuan dan berkata, "Maaf malam-malam begini aku sudah mengganggu kalian."
"Tidak apa-apa."
Mo Xuan dan Zhou Yi juga bangkit berdiri kemudian mereka berdua mengantar kami ke pintu.
Shang Liqi tiba-tiba berbalik badan dan memeluk Zhou Yi, seketika Zhou Yi membelalakkan matanya karena terkejut.
Kemudian dia melepaskan Zhou Yi dan menepuk pundaknya lalu tersenyum dan berkata, "Kami pulang dulu."
Zhou Yi masih tertegun kemudian dia menganggukkan kepalanya.
Sebelum keluar aku tidak bisa menahan diri dan bertanya kepada Zhou Yi, "Kamu membawa benda yang aku berikan?"
Zhou Yi melihat ke arahku kemudian menjawab, "Bawa."
"Bagus kalau begitu."
…
Setelah keluar dari gedung apartemen Mo Xuan, aku bertanya kepada Shang Liqi, "Kamu sedang merencanakan apa?"
"Apa maksudmu?"
"Jangan bilang kamu datang kemari hanya untuk mengetahui siapa dokter yang mengoperasi Mo Xuan serta dimana rumah sakitnya?"
"Kalau iya kenapa?"
"..."
Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku tidak tahu apa yang sedang ia pikirkan. Apa gunanya mengetahui dokter yang mengoperasi Mo Xuan dan rumah sakit tempatnya melakukan operasi?
Setelah naik ke atas mobil, Shang Liqi mengeluarkan handphonenya kemudian membuka sebuah aplikasi. Setelah memasukkan sandi aku baru menyadari aplikasi itu menggunakan Bahasa Inggris dan aku tidak terlalu memahaminya.
Tidak lama kemudian muncul suara dari handphone Shang Liqi...
Suara orang yang sedang berbicara… itu suara Mo Xuan dan Zhou Yi!
Aku sangat terkejut tapi sebelum aku mengatakan apapun Shang Liqi mengangkat jari telunjuknya seolah menyuruhku untuk tetap diam dan mendengarkan suara dari handphonenya.
Aku tetap diam dan mendengarkan percakapan Mo Xuan dengan Zhou Yi.
Zhou Yi berkata, "Aku tidak pernah dengar kamu melakukan operasi plastik!"
Mo Xuan tertawa lalu bertanya, "Kamu kaget?"
"Lumayan, katakan memangnya sebelum operasi bagaimana wajahmu?"
"Untuk apa kamu penasaran dengan hal ini?"
"Tentu saja aku penasaran, jika… jika penampilanmu… yang jelas itu bisa mempengaruhi keturunan kita kelak."
Zhou Yi bicara secara terus terang.
Mo Xuan tertawa kecil lalu berkata, "Kenapa? Kamu takut jika ternyata aku sangat jelek?"
"Bukan itu maksudku."
"Kamu tidak perlu khawatir, karena kita tidak akan memiliki keturunan."
"Apa maksudmu?"
"Kamu tidak mengerti maksud perkataanku?"
"Katakan dengan jelas."
"Maksudku adalah aku hanya bermain-main denganmu."
Tidak lama setelah Mo Xuan mengatakan itu terdengar suara pukulan, sepertinya Zhou Yi menampar Mo Xuan.
"Mo Xuan, kamu keterlaluan. Aku sangat serius dengan perasaanku kepadamu!"
"Serius? Jangan mengira aku tidak tahu hal yang pernah kamu lakukan dulu. Jika bukan karena wajah dan penampilanmu, maka aku bahkan tidak akan mau bermain denganmu."
"Kamu…"
"Sudah malam, kamu bisa pulang."
"Mo Xuan, laki-laki kurang ajar!"
"Keluar!"
"Mo Xuan, kamu…"
"Keluar!!!"
Terdengar suara teriakan Mo Xuan kemudian terdengar suara pintu yang tertutup dengan sangat keras lalu terdengar suara tangisan Zhou Yi.
Shang Liqi mematikan aplikasi itu kemudian memasukkan handphonenya ke dalam kantong celananya dan menyalakan mesin mobil...
Saat di jalan aku melihat ke arah Shang Liqi dan bertanya, "Apa yang terjadi?"
"Alat penyadap! Hal sesederhana itu apa aku juga harus memberitahumu?"
"Kapan kamu memasang alat penyadap?"
Shang Liqi melihat ke arahku sekilas kemudian dia berkata, "Aku jadi bertanya-tanya tentang IQmu."
"..."
"Masih ingat saat aku memeluk Zhou Yi?"
Lalu seolah aku baru menyadarinya lalu bertanya, "Jadi kamu memeluknya untuk memasang alat penyadap itu?"
"Tentu saja, jika tidak untuk apa?"
"..."
Saat itu aku benar-benar merasa cukup bodoh, terlebih saat di depan Shang Liqi aku selalu merasa IQku menurun.
Shang Liqi mengantarkanku ke villa lalu dia bertanya, "Besok kamu ada kelas?"
"Ada, siang hari."
"Kebetulan kalau begitu. Besok pagi jam 10 aku akan menjemputmu. Kita akan pergi menemui dokter itu."
"Untuk apa? Jangan bilang kamu benar-benar ingin melakukan operasi plastik?"
"Kamu sudah gila ya? Aku begitu tampan seperti ini mana mungkin perlu operasi plastik. Ada sesuatu yang ingin aku ketahui dari dokter itu. Untuk hal ini jangan beritahu Yang Qin dulu. Setelah menyelidiki Mo Xuan dengan detail, baru kita akan memberitahunya. Biarkan dia fokus untuk menjaga Qinxue."
Aku tertawa pahit, aku merasa perkataan Shang Liqi ada benarnya. Bagaimanapun keadaan Yang Qinxue benar-benar membuatku dan Yang Qin khawatir.
"Baiklah." aku menyetujui perkataan Shang Liqi kemudian dia melambaikan tangannya kepadaku lalu aku turun dari mobil dan dia langsung pergi.
Saat tiba di vila sudah pukul 8 malam dan lampu vila masih menyala.
Saat masuk ke vla aku mencium aroma aneh kemudian mendengar suara Yang Qinxue.
"Papa, papa yakin makanan ini bisa dimakan?"
"Setidaknya papa yakin makanan ini tidak beracun."
"Papa, sebaiknya kita memesan makanan saja."
Suara mereka berasal dari ruang makan.
Setelah mengganti sepatuku dengan sandal rumah, aku langsung pergi ke ruang makan.
Lalu aku melihat ada 2 piring makanan berwarna hitam di atas meja...
Yang Qinxue dan Yang Qin sedang duduk berhadap-hadapan di meja makan, Yang Qin mengambilkan lauk untuk Yang Qinxue sedangkan Yang Qinxue hanya terdiam melihat makanan yang ada di depannya...
Saat melihatku pulang Yang Qinxue seolah melihat seorang penyelamat dan dengan cepat melompat turun dari kursi lalu berlari ke arahku.
"Mama, akhirnya mama pulang."
Dia memelukku kemudian mengadu, "Masakan papa menyeramkan, aku tidak mau makan. Aku mau makan masakan mama…"
Aku mencubit pipinya dan dengan tidak berdaya berkata, "Baiklah, mama akan memasakkan makanan yang kamu mau."
Yang Qin dengan wajah canggung menunjuk ke arah makanan yang ada di atas meja lalu bertanya kepadaku, "Apa masakanku seburuk itu?"
"Menurutmu bagaimana?"
"Menurutku baik-baik saja."
"..."