Chapter 391 of 406
Chapter 391
4 min read1,105 words
Setelah menenangkan Yang Qinxue, aku membawa 2 piring makanan yang dibuat oleh Yang Qin ke dalam dapur kemudian aku mulai memasak, aku memanggil Yang Qin dan memintanya untuk membuka jendela agar ada sirkulasi udara.
Setelah selesai makan, aku memandikan Yang Qinxue. Setelah semuanya selesai, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Setelah Yang Qinxue berbaring di ranjangnya, aku mematikan lampu kamarnya. Saat aku akan keluar dari kamarnya, dia bertanya kepadaku, "Mama, papa bilang aku tidak perlu ke taman kanak-kanak untuk sementara waktu… Kenapa?"
"Karena papa ingin kamu dirumah menemani papa."
"Lalu bagaimana dengan pertunjukanku? Aku harus berperan sebagai putri salju."
"Nanti kamu bisa melakukan pertunjukan di depan papa dan mama, bagaimana?"
"Hm!"
Karena kamarnya sudah gelap aku tidak bisa melihat ekspresi Yang Qinxue tapi mendengar dari suaranya aku tahu dia sangat senang.
"Sudah malam, kamu tidur sekarang ya."
"Malam mama."
"Malam."
Setelah keluar dari kamar Yang Qinxue, aku kembali ke kamar tidurku.
Yang Qin sudah berbaring di atas ranjang dengan kedua tangan ada di belakang kepalanya dan dia sedang melihat ke langit-langit.
Aku naik ke atas ranjang dan sesaat baru berbaring, Yang Qin mengulurkan tangannya dan memelukku.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai?"
"Belum."
"Perlu bantuanku?"
"Tidak." jawabku dengan cepat.
Aku masih ingat dengan jelas saat Yang Qin mendapat hukuman karena diriku dan aku tidak ingin itu terjadi lagi jadi aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri, aku tidak akan membiarkannya ikut campur. Terlebih lagi ada Shang Liqi yang membantuku, jadi kami pasti bisa menyelesaikannya.
Aku berbalik badan dan menghadap ke arahnya kemudian di bawah lampu aku dapat melihat wajah Yang Qin dengan jelas tapi malah membuatku teringat dengan Mo Xuan.
Aku tidak tahu apakah Yang Qin sudah mengetahui apakah orang yang sangat mirip dengannya bernama Mo Xuan, tapi aku rasa dia tidak memiliki waktu untuk menyelidiki ini karena akhir-akhir ini dia begitu sibuk dengan urusan Yang Qinxue.
Sekarang aku hanya bisa menyelidiki Mo Xuan untuk Yang Qin.
Yang Qin sudah melakukan banyak hal untukku dan sekarang aku bisa melakukan ini untuknya, aku sangat senang karena bisa melakukan itu.
"Kenapa selalu melihatku?" tanya Yang Qin sambil tersenyum.
Aku mendekatkan wajahku ke arah Yang Qin kemudian menciumnya terlebih dahulu. Yang Qin terlihat terkejut kemudian dia tersenyum dan berkata, "Malam ini kamu begitu aktif, tapi aku sangat senang."
Kemudian Yang Qin memelukku dengan erat. Saat ia ingin menciumku, aku meletakkan wajahku ke dalam pelukannya lalu berkata, "Aku mengantuk."
Aku sengaja menghindarinya karena sesaat dia menciumku, maka malam ini pasti aku tidak akan bisa tidur dengan tenang karena dia pasti ingin melakukan itu. Besok aku ada janji dengan Shang Liqi lalu aku juga ada kelas jadi aku harus istirahat yang cukup.
"Kenapa menghindar?" tanya Yang Qin.
"Tidak."
"Jangan bohong."
"Aku tidak menghindar."
"Angkat kepalamu!" kata Yang Qn.
Aku tidak menjawabnya dan aku juga tidak bergerak, aku tetap meletakkan kepalaku di dada Yang Qin.
Yang Qin kemudian mengangkat tangannya dan mengelus kepalaku dan tidak berusaha melakukan hal lainnya.
Aku merasa tenang dan perlahan merasa lebih santai dan tidak lama kemudian aku tertidur.
Saat terbangun, aku melihat wajah Yang Qinxue yang sedang melihat ke arahku dari samping ranjangku.
Aku bergerak dan aku merasakan tangan Yang Qin yang ada di pinggangku, dia memelukku dengan erat hingga membuatku tidak bisa bergerak.
"Mama, aku lapar." gumam Yang Qinxue sambil mencibirkan bibirnya.
Aku tertawa lalu menolehkan kepalaku ke arah Yang Qin, sepertinya karena mendengar suara Yang Qinxue, dia membuka matanya dan tersenyum.
"Pagi!"
Aku kemudian melihat ke arah jam dan sudah pukul 9 lebih.
Biasanya Yang QIn bangun sangat pagi, dia tidak pernah bangun sesiang ini.
"Kamu tidur sampai siang?"
Yang Qin bangkit duduk kemudian meregangkan tubuhnya dan berkata, "Aku sudah bangun sejak tadi hanya saja aku ingin memelukmu lebih lama saja."
Saat mengatakan itu Yang Qin mendekatkan wajahnya ke wajahku kemudian dia mencium bibirku.
Yang Qinxue menutup wajahnya dan dengan terkejut berkata, "Tidak boleh dilihat anak kecil."
Aku terkejut mendengarnya. Aku tidak tahu dia mempelajari perkataan itu dari mana.
…
Setelah menyiapkan sarapan dan makan bersama Yang Qinxue, tidak lama kemudian Shang Liqi datang.
Dia datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Setelah menjemputku, kami langsung pergi ke rumah sakit bedah plastik.
Shang Liqi sudah membuat janji dengan dokter yang mengoperasi Mo Xuan. Dokter itu bermarga Wang. Setelah tiba di meja resepsionis, seorang perempuan menelepon dokter Wang lalu membawa kami ke ruangan dokter Wang.
Dokter Wang terlihat berumur 40 tahun lebih, tubuhnya sedikit gendut, dan menggunakan kacamata tapi senyumnya terlihat sangat hangat.
Saat masuk ke dalam ruangan dokter Wang, dia memperhatikan wajah Shang Liqi kemudian memperhatikan wajahku. Dia menunjuk ke arahku dan berkata, "Kamu bisa melakukan suntik untuk meniruskan wajahmu, lalu membesarkan matamu dan memancungkan hidungmu…"
Aku tidak bisa menahan diri untuk memotong perkataannya lalu menunjuk ke arah Shang Liqi dan berkata, "Dokter, dia yang membuat janji bukan aku."
Dokter Wang melihat ke arah Shang Liqi dan tertawa lalu berkata, "Dia sudah sangat tampan, tidak perlu ada yang dirubah. Sedangkan nona, ada beberapa bagian yang bisa dirubah."
Aku memegang dahiku dengan tidak berdaya dan Shang Liqi tertawa dengan puas.
Aku menendang kaki Shang Liqi dengan keras. Dia langsung memelototiku dan berhenti tertawa lalu berkata kepada dokter Wang, "Aku yang membuat janji tapi bukan untuk melakukan operasi plastik tapi untuk menanyakan sesuatu."
Saat mendengar itu, senyum hangat di wajah dokter Wang hilang dan wajahnya terlihat tidak sabaran.
"Tuan, aku sedang bekerja. Jika tidak ada hubungannya dengan operasi bisa persilahkan pasien selanjutnya masuk?" kemudian dokter Wang mengangkat telepon yang ada di atas mejanya lalu Shang Liqi dengan cepat menahannya dan berkata, "Hanya beberapa menit saja."
"Aku sangat sibuk."
Shang Liqi kemudian mengeluarkan kartu identitas polisi dari dalam kantong celananya dan setelah dokter Wang melihat itu, dia langsung kembali memasukkannya ke kantong celananya.
"Kami adalah polisi, sekarang apa kami bisa meminta waktu dokter Wang?"
Seketika raut wajah dokter Wang berubah lalu dia berkata, "Aku sudah melakukan pekerjaan ini selama 10 tahun dan tidak pernah terjadi…"
Shang Liqi mengangkat tangannya untuk menghentikan perkataan dokter Wang lalu dia berkata, "Kami bukan ingin menanyakan hal itu."
"Lalu?"
Shang Liqi mengeluarkan 2 foto dari dalam kantong celananya, itu adalah foto Mo Xuan sebelum dan sesudah melakukan operasi plastik. Dia menunjukkannya ke arah dokter Wang lalu bertanya, "Dokter mengenal orang ini?"
Dokter Wang melihat foto itu, dia terlihat ragu-ragu sesaat kemudian dia menganggukkan kepalanya.
"Ceritakan kepada kami tentang orang ini."
"Keadaannya…"
Dokter Wang mengerutkan alisnya kemudian dia membenarkan posisi kacamatanya dan berkata, "Aku ingat dia melakukan operasi total pada wajahnya, aku yang melakukan operasinya."
Shang Liqi menganggukkan kepalanya dan berkata, "Benar, apa lagi yang anda ingat?"
"Dia tidak puas dengan perkiraan wajah yang aku sarankan kepadanya lalu dia membawa sebuah foto dan memintaku untuk merubah wajahnya sama persis dengan orang yang ada di foto itu."