Chapter 402 of 406
Chapter 402
4 min read992 words
Saat aku memikirkan semua itu, tanpa sadar air mataku menetes.
Saat air mataku menetes, dengan cepat aku mengelap air mataku dan saat mengangkat kepalaku aku melihat Yang Qin sedang menatapku.
Aku tersenyum ke arahnya dan suasana saat itu terasa sangat suram. Sebelum aku mengatakan apa-apa, dalam sekejap Yang Qin sudah berada di depanku.
"Kamu sedang memikirkan hal aneh-aneh lagi kan?" kata Yang Qin sambil menyentuh wajahku dan mengelap air mataku.
"Aku..."
Aku melihat ke bawah lalu Yang Qin memelukku.
"Kamu tidak perlu berpikir yang aneh-aneh. Bukankah kamu tahu aku begitu hebat?"
"Tapi…"
Saat itu seolah ada yang mengganjal tenggorokanku sehingga aku tidak bisa berkata apa-apa.
Lawan Yang Qin adalah iblis itu, bahkan raja Yan tidak bisa berbuat apa-apa kepada iblis itu. Saat Yang Qin melawan iblis itu apa dia bisa unggul? Aku takut iblis itu memusnahkan akan Yang Qin...
"Aku bisa mengalahkan iblis itu. Kamu tidak perlu khawatir." kata Yang Qin dengan lembut berusaha menenangkanku.
Jelas-jelas dia tahu seberapa kuat dan kejam iblis itu tapi dia tidak memikirkan dirinya tapi dia malah berusaha menenangkanku.
Saat itu aku merasa semakin kacau…
Apa yang harus aku lakukan agar Yang Qin tidak perlu bertarung dengan iblis itu?
Hingga saat itu Yang Qin belum pernah bertemu dengan Mo Xuan. Jika mereka berdua bertemu aku tidak tahu apa yang akan terjadi.
Walaupun Yang Qin selalu bersama Yang Qinxue tapi dia diam-diam sudah memahami kondisi Mo Xuan.
"Apa bisa biarkan aku yang melakukannya?" tanyaku tanpa berpikir panjang sambil menggertakan gigiku.
Yang Qin melihatku ke arahku dengan kebingungan lalu bertanya, "Melakukan apa?"
"Melawan iblis itu."
"Kamu?"
Tanya Yang Qin dengan terkejut.
Saat itu Shang Liqi berkata, "Ji Sixi, kamu sebaiknya menyadari kemampuanmu. Jangan menambah kekacauan bagi kami dengan kamu nanti jatuh di tangan Mo Xuan."
Aku melihat ke arah Shang Liqi dan memikirkan perkataannya.
Jika melihat tujuan Mo Xuan, sepertinya dia tidak akan melukaiku. Bagaimanapun aku adalah orang yang dia cintai dulu. Dia ingin menggantikan posisi Yang Qin agar bisa hidup bersamaku dengan Yang Qinxue. Aku rasa kelahiran Yang Qinxue membuatnya memiliki harapan baru untuk dapat berkumpul dengan orang yang dia cintai karena itu dia memiliki kekuatan untuk membuka segelnya dan bangkit.
Dia pasti ingin merasakan hidup bahagia bersama wanita yang dia cintai dan anaknya, karena di kehidupan sebelumnya dia tidak memiliki kesempatan itu.
Sebenarnya semua yang terjadi itu bukan kesalahannya seorang diri tapi kesalahan terbesarnya adalah karena membunuh seluruh desa dan menjadi iblis.
Saat memikirkan ini, aku merasa merinding.
Dia membunuh para penduduk desa tanpa ampun, tapi aku harus tetap menghadapinya jika tidak maka Yang Qin yang akan berhadapan dengannya.
Yang Qin sudah melakukan banyak hal demi diriku, jadi sekarang saatnya aku melakukan sesuatu demi Yang Qin.
Aku tidak ingin membuat Yang Qin selalu berada dalam bahaya karena diriku, karena bagaimanapun juga hal ini terjadi karena diriku.
Tidak pernah terpikirkan sedikitpun bahwa aku adalah kekasih iblis itu di kehidupanku sebelumnya, bagiku hal ini lebih menjijikkan daripada melakukan kejahatan.
Aku kemudian berkata dengan sabar, "Dengarkan aku dulu sampai selesai."
Yang Qin mengerutkan alisnya tapi dia tidak memotong perkataanku, Shang Liqi juga diam dan tidak mengatakan apa-apa.
Setelah menenangkan diri aku berkata lagi, "Mo Xuan tidak mungkin melukaiku karena tujuannya adalah untuk menggantikan Yang Qin, jadi kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk membunuhnya saat dia lengah."
"Membunuh? Bagaimana caranya?" tanya Shang Liqi sambil bangkit berdiri lalu berjalan ke sana kemari dengan gelisah.
Dia memasukkan kedua tangannya ke kantong celananya dengan sorot matanya terlihat panik dan gelisah.
"Dia sudah mengambil alih tubuh Mo Xuan. Dengan kekuatannya dia bisa melakukan apapun."
Saat dia mengatakan itu tiba-tiba aku teringat kejadian saat aku terperangkap di dalam lift apartemen Mo Xuan.
Tidak muncul hantu apapun di dalam lift tapi aku yakin itu bukan ulah manusia. Jika saat itu aku tidak membawa jimat maka aku tidak tahu akan terperangkap di dalam lift berapa lama.
Sepertinya kejadian lift itu adalah ulah Mo Xuan.
Seketika aku merasa bulu kudukku berdiri.
Walaupun saat itu aku hanya terperangkap di dalam lift dan tidak terluka tapi saat memikirkan Mo Xuan dapat mengendalikan lift dengan pikirannya membuatku merasa dia sangat menakutkan.
Saat memikirkan bahwa yang akan aku hadapi bukan manusia biasa tapi iblis, keberanianku yang sebelumnya perlahan menghilang.
"Apa tidak ada cara lain?"
Shang Liqi terdiam kemudian Yang Qin berkata, "Bukankah aku sudah bilang aku bisa membereskannya? Ini bukan hal yang perlu kamu khawatirkan, kamu hanya perlu menyelesaikan kuliahmu jadi…"
Sebelum Yang Qin menyelesaikan perkataannya, handphone Yang Qin berbunyi.
Yang Qin melepaskanku lalu dia mengeluarkan handphonenya dan aku melihat yang menelponnya adalah nomor asing.
Tanpa berpikir panjang Yang Qin langsung mengangkatnya.
Yang Qin tidak mengatakan apa-apa, sepertinya sedang mendengarkan lawan bicaranya sedang bicara lalu beberapa detik kemudian dia berkata, "Aku akan segera ke sana." kemudian dia menutup teleponnya.
"Siapa yang telepon?" tanyaku kepada Yang Qin.
Yang Qin memegang tanganku kemudian tanpa mengatakan apapun langsung menarikku keluar dari perusahaan Shang Liqi.
"Ada apa?"
"Terjadi sesuatu pada Qinxue."
Aku dengan terkejut bertanya, "Ada apa dengan Qinxue?"
"Da tidak apa-apa, tapi dia melukai anak tetangga." jawab Yang Qin dengan panik sambil terus berjalan.
"Tunggu aku, aku ikut!" kata Shang Liqi sambil mengejar kami.
…
Saat hampir tiba di villa, aku melihat dari kejauhan ada 1 mobil polisi di depan pintu rumah tetangga.
Pasangan suami istri itu berdiri bersama 2 petugas polisi dan terlihat sedang berbicara.
Yang Qin menghentikan mobilnya di pinggir jalan kemudian langsung turun dari mobil.
Aku dan Shang Liqi mengikutinya dan sesaat masuk ke halaman rumah tetangga, kami melihat Yang Qinxue yang menangis dan berlindung di belakang salah satu petugas polisi.
Karena halaman rumahnya dikelilingi pagar aku sama sekali tidak tahu Yang Qinxue juga ada di sana.
Yang Qin berjalan dengan sangat cepat dan saat Yang Qinxue melihat kami datang, dia langsung berlari ke arah kami.
Dia memeluk kaki Yang Qin lalu menangis dengan keras.
Pasangan suami istri itu adalah dosen, laki-laki itu bermarga Zhang. Dia bertubuh kurus, menggunakan kacamata dengan bingkai berwarna hitam dan terlihat elegan. Istrinya menggunakan pakaian formal, rambutnya terurai di belakang telinganya. Tulang pipinya tinggi dan matanya terlihat tajam.