Skip to content

Chapter 403 of 406

Chapter 403

4 min read1,097 words

Shang Liqi berlutut kemudian memeluk Yang Qinxue dan berusaha membuatnya berhenti menangis.

Nyonya Zhang berjalan lalu melihat Yang Qinxue ke kemudian berkata kepadaku dengan nada marah, "Nyonya Yang, bagaimana kalian menjadi orang tua?"

Pertanyaan itu membuatku tertegun.

Aku masih belum tahu apa yang terjadi. Bukankah setidaknya dia harus memberitahuku apa yang sedang terjadi agar kita bisa menyelesaikan masalah ini?

"Saat kalian berdua tidak ada di rumah, kunci pintu rumah kalian agar anak kalian tidak tiba-tiba keluar dan memukul anak kami. Jika terjadi sesuatu kepada anak kami maka jangan harap kalian akan hidup dengan tenang."

"Nyonya Zhang, anak anda…"

"Dia dibawa mobil ambulan ditemani oleh neneknya. Sebentar lagi kami akan segera ke rumah sakit juga." kata nyonya Zhang, walaupun dia sangat marah tapi dia dia tetap bersikap tenang.

"Dua anak kecil bertengkar itu adalah hal yang umum, sebaiknya kalian tenangkan diri agar kita bisa bicara baik-baik." kata Shang Liqi dengan sopan tapi nyonya Zhang malah menunjuk ke arah Shang Liqi dan memakinya, "Kamu ini siapa? Urusan keluarga kami berdua apa hubungannya denganmu? Jangan ikut campur urusan orang lain."

Zhang Liqi memegang kepalanya dan berkata, "Aku adalah paman Qinxue, tentu saja ini ada hubungannya denganku. Bukankah anak kalian hanya terluka? Kami bisa minta maaf dan mengganti rugi."

"Minta maaf? Ganti rugi?" kemudian nyonya Zhang tertawa dingin, dia melihat ke arah kami dan berkata dengan suara keras, "Sekarang kalian sebaiknya berdoa tidak terjadi apa-apa kepada anak kami."

Aku masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Yang Qinxue terlihat seolah dituduh melakukan yang tidak dia lakukan. Kedua matanya memerah. Dia bersembunyi di belakang tubuh Yang Qin dan tidak berani melihat nyonya Zhang.

Saat itu salah satu petugas polisi menjelaskan kejadiannya kepada kami, "Berdasarkan kesaksian tuan dan nyonya Zhang, putri kalian, Yang Qinxue dan putra mereka, Zhang XiaoJie sedang bertengkar kemudian Yang Qinxue menggunakan pisau untuk menyayat tenggorokan Zhang Xiaojie. Walaupun sudah dengan cepat dibawa ke rumah sakit tapi hingga saat ini masih belum melewati masa kritis."

Aku seketika tidak berani mempercayai apa yang aku dengar…

Yang Qinxue menggunakan pisau untuk menyayat tenggorokan orang lain?

Sebelumnya dia sudah membunuh Qiuqiu. Aku dan Yang Qin mengatakan bahwa itu adalah hal yang salah dan dia mengakuinya lalu berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi. Tapi baru beberapa lama berlalu dia…

Kembali melukai orang lain!

Seketika aku merasa dadaku sesak seolah aku kehabisan nafas.

Setelah melihat tuan dan nyonya Zhang keluar dari halaman rumah mereka lalu naik mobil dan pergi, aku tidak bisa menahan amarahku lagi.

Kedua petugas polisi mengikuti mobil pasangan suami istri itu.

Awalnya aku tidak ingin marah kepada Yang Qinxue karena bagaimanapun dia masih anak kecil tapi saat itu tiba-tiba aku melihat senyum dingin di wajahnya… seketika jantungku seolah berhenti berdetak dan aku langsung memegang Yang Qinxue lalu menampar wajahnya.

Tamparan itu tidak hanya menyakiti Yang Qinxue tapi aku juga merasa sakit melakukan itu.

Setelah melayangkan tamparan itu, tanganku mulai gemetar.

Kemudian aku bertanya dengan nada tegas bertanya, "Kenapa kamu bertengkar dengan Xiaojie? Apa kamu tahu sudah menyakitinya? Bukankah kamu bilang tidak akan melakukannya lagi? Tapi kenapa kamu melakukannya lagi?!"

Saat Yang Qinxue baru saja tenang langsung terperanjat dengan sikapku dan berbalik ke arah Yang Qin.

"Papa, mama jahat! Aku tidak suka mama, aku tidak akan menyukai mama lagi…" Yang Qinxue kembali menangis.

Yang Qin memeluk Yang Qinxue. Dia ingin menenangkannya tapi Yang Qinxue sudah keterlaluan hingga Yang Qin tidak tahu harus bersikap seperti apa.

"Kamu masih bisa menangis? Berhenti menangis."

Aku seperti orang gila. Aku menarik Yang Qinxue dari pelukan Yang Qin, tapi sebelum Yang Qinxue terlepas dari Yang Qin dia menggigit punggung tanganku dengan sangat keras hingga aku merasa sangat kesakitan.

Aku menggertakan gigiku menahan rasa sakit itu dan saat itu Yang Qin menarik Yang Qinxue dan membentak dengan suara pelan, "Kamu sedang apa? Dia itu mamamu!"

Betakan Yang Qin membuat Yang Qinxue terdiam. Dia tidak mengatakan apapun dan menundukkan kepalanya sambil menangis.

Darah mengalir keluar dari luka gigitan Yang Qinxue…

Shang Liqi memegang tanganku kemudian dia memarahi Yang Qinxue kemudian Yang Qinxue kembali menangis dengan keras.

Yang Qin menghela nafas kemudian dengan tidak sabaran menarik Yang Qinxue kembali ke vila.

"Cepat pulang, aku bantu kamu membersihkan lukamu." kata Shang Liqi sambil mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna putih dari kantong celananya dan membalut luka di tanganku, lalu dia menarikku dan kami juga kembali ke vila.

…

Yang Qinxue menangis untuk waktu yang sangat lama hingga akhirnya tertidur di gendongan Yang Qin.

Saat melihat wajahnya yang tertidur aku teringat saat aku menamparnya tadi dan perasaanku terasa sangat sedih dan sakit.

Aku tidak mungkin melakukan itu jika dia tidak keterlaluan…

Dia melakukan kesalahan tapi masih bisa tertawa? Aku benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengannya.

Sekarang selain kemungkinan iblis itu menjadi parasit di tubuhnya, apa mungkin dia ada hubungannya dengan iblis itu? Kenapa dia melakukan hal-hal yang kejam?

Dia adalah putri pertamaku dan Yang Qin. Walaupun dia adalah bayi gaib tapi sikapnya yang seperti ini benar-benar membuat kami sedih dan khawatir.

Bagaimana kami harus mengurusnya? Apa yang harus kami lakukan padanya?

Kami juga masih belum mengetahui keadaan Zhang Xiaojie, disayat di bagian tenggorokan adalah hal yang sangat berbahaya! Aku tidak heran sekarang kenapa kedua orang tuanya bisa bersikap begitu marah. Sebagai orang tua, jika hal itu terjadi pada Yang Qinxue maka aku pasti juga akan marah seperti orang gila.

Orang tua Zhang Xiaojie adalah dosen, mereka adalah orang yang sopan dan terpelajar tapi saat terjadi hal ini kepada anak mereka tidak mungkin mereka bisa tetap bersikap tenang...

Jika ada yang perlu disalahkan, maka itu semua adalah salahku dan Yang Qin yang tidak mengawasi Yang Qinxue dengan baik.

Saat memikirkan ini aku merasa kami perlu pergi ke rumah sakit, setidaknya untuk memastikan keadaan Zhang Xiaojie baik-baik saja. Aku benar-benar tidak akan bisa tenang.

"Kita pergi ke rumah sakit sekarang!" kataku kepada Yang Qin.

Yang Qin terdiam sesaat lalu dia menganggukkan kepalanya, kemudian dia memberikan Yang Qinxue yang tertidur dalam gendongannya kepada Shang Liqi.

"Antar dia ke kamarnya dan jaga dia."

Shang Liqi kemudian berkata, "Tenang saja, aku akan menjaganya."

Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, pikiranku begitu kacau. Masalah iblis itu sudah membuat kami sangat pusing dan sekarang Yang Qinxue kembali membuat masalah. Walaupun dia masih kecil tapi kelakuannya sangat tidak wajar. Apa kelak dia akan membuat masalah yang lebih serius dari sekarang?

Saat memikirkan itu seketika bulu kudukku berdiri, apa yang terjadi sebenarnya?

Yang Qin juga adalah bayi gaib tapi dia baik sangat berbeda dengan Yang Qinxue, bisa dikatakan mereka seperti langit dan bumi. Walaupun di kehidupan sebelumnya aku adalah orang yang jahat tapi di kehidupanku kali ini aku sama sekali tidak melukai siapapun, tapi kenapa putriku satu-satunya bisa menjadi seperti ini?