Chapter 341 of 406
Chapter 341 - Walaupun Langit Runtuh Tetap Harus Makan
5 min read1,149 words
Setelah berpikir ulang, aku merasa tebakanku salah.
Semula aku mengira iblis itu menempel pada tubuh Yang Qinwei tapi bayangan hitam yang aku lihat tadi nampak seperti iblis yang diceritakan oleh Yang Qin.
Jika iblis itu benar-benar ada pada tubuh Yang Qinxue, maka bagaimana mungkin dia ada di luar tubuh Yang Qinxue dan mengulurkan cakarnya?
Jika aku tidak salah lihat, bayangan hitam itu mengulurkan tangannya ke arah Yang Qinxue dan jika aku tidak menyelamatkannya tepat waktu maka mungkin dia sudah terluka.
Saat memikirkan itu aku merasa takut.
Malam ini berlalu dengan tenang, tidak ada hal aneh yang terjadi lagi.
Yang Qin duduk di sofa sepanjang malam dan aku tidak tahu kapan Shang Yi tidak lagi ada bersama kami. Sedangkan Meng Tian tidur dengan menyandarkan kepalanya di pundak Shang Liqi lalu Shang Liqi menyandarkan kepalanya di atas kepala Meng Tian.
Aku tidak dapat tidur dengan nyenyak karena selalu memeluk Yang Qinxue ditambah lagi pikiranku sangat kacau.
Sebenarnya bisa saja menempeli jimat di vila ini tapi Yang Qin tidak akan bisa bergerak dengan leluasa.
Sebelumnya selama ada Yang Qin maka tidak akan ada hantu yang berani mendekat jadi aku dan Yang Qinxue aman tapi kali ini… iblis itu bahkan berani mendekat walaupun ada Yang Qin.
Saat langit terang, Yang Qin mengambil Yang Qinxue dari pelukanku.
Aku meregangkan tubuhku lalu aku baru menyadari seluruh tangan dan kakiku pegal dan mati rasa.
"Kamu kembali ke kamar untuk tidur lagi saja, aku akan menemanimu di lantai 2." kata Yang Qin.
Sebelum dia menyelesaikan perkataannya dia sudah bangkit berdiri kemudian membangunkan Meng Tian dan Shang Liqi untuk tidur di kamar tamu.
Shang Liqi meregangkan tubuhnya sambil menguap kemudian bergumam, "Sudah aman?"
"Langit sudah terang, iblis itu tidak mungkin muncul."
"Baguslah kalau begitu." saat mengatakan itu dia kembali meregangkan tubuhnya kemudian dengan suara kecil menggerutu, "Tidur di sofa sangat tidak nyaman, seluruh tubuhku terasa sakit."
Meng Tian juga sudah bangun dan saat mendengar situasi sudah aman, dia langsung bangkit berdiri lalu naik ke lantai 2 untuk tidur di kamar tamu.
Mayat tante Ji Li ada di ruang tamu lantai 1, saat melewati tangga aku menyadari pintu kamar tante Ji Li terbuka dan Shang Yi ada di dalam.
Dia duduk di sebelah ranjang tante Ji Li dan melihat ke arah tante Ji Li dengan wajah pucat.
Hingga saat ini kami masih belum memutuskan apakah harus melaporkan kejadian ini ke kantor polisi, jika Chen Luoyang terlibat dalam masalah ini maka semuanya pasti akan menjadi semakin rumit. Lagi pula apa polisi bisa menemukan penyebab kematian tante Ji Li?
Aku melihat ke arah Shang Yi lalu menghela nafas dengan tidak berdaya.
Yang Qin sudah menggendong Yang Qinxue menaiki tangga, saat melihatku tidak mengikutinya Yang Qin berhenti lalu menoleh melihatku, "Kamu sedang lihat apa?"
"Bukan apa-apa."
…
Setelah berbaring di atas ranjang, seluruh tubuhku yang pegal perlahan mulai terasa lebih baik. Setelah Yang Qin meletakkan Yang Qinxue di atas ranjang bayi, dia menutup gorden jendela kamar kemudian berbaring di sebelahku.
Yang Qin memelukku dengan lembut kemudian menepuk-nepuk pungunggungku dan dengan suara pelan berkata, "Tidurlah, jangan memikirkan yang aneh-aneh."
"Tapi masalah tante Ji Li…"
"Kamu tidak tidur semalaman, sekarang tidur dulu ya." kata Yang Qin dengan lembut kemudian dia mencium dahiku.
Aku melihat ke arah Yang Qin tapi aku tidak bisa berhenti membayangkan sosok tante Ji Li yang berbaring di lantai dengan tubuh penuh dengan darah… dan air mataku kembali mengalir keluar...
Yang Qin mengusap air mataku kemudian memelukku dengan semakin erat seperti sedang berusaha membuat anak kecil tertidur. Dia menepuk-nepuk punggungku sambil berkata, "Apa mau aku nyanyikan lagu tidur?"
"Tidak perlu, aku bukan anak kecil." jawabku.
"Kalau begitu kamu tidur ya sekarang."
Aku menganggukkan kepalaku lalu mendekatkan wajahku ke dada Yang Qin…
Aku tidur kurang lebih selama 3 sampai 4 jam dan saat terbangun Yang Qin masih ada di dalam kamar. Dia membuka gorden jendela dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam kamar.
Dia sedang menggendong Yang Qinxue dan membiarkannya terkena sinar matahari, dia juga membawa mainan Yang Qinxue lalu bermain bersama dengannya. Yang Qin benar-benar terlihat seperti ayah yang sangat baik.
"Papa, papa…"
Yang Qinxue tidak berhenti mengatakan kata itu dan Yang Qin terlihat begitu senang, kemudian Yang Qin mencium pipi Yang Qinxue.
Pemandangan ini begitu berharga dan tidak bisa tergantikan seperti melihat sebuah lukisan yang begitu indah.
Yang Qinxue benar-benar mirip seperti Yang Qin, semakin besar dia terlihat semakin cantik. Dia baru berumur 2 bulan tapi dia sudah terlihat seperti anak berumur 1 tahun, tidak hanya bisa mengatakan papa dan mama tapi dia juga lebih pintar dari anak seumurannya.
Tangannya yang kecil menyentuh tangan Yang Qin kemudian dia melihat ke arahku.
"Mama! Mama!" panggil Yang Qinxue sambil mengulurkan kedua tangannya kepadaku.
Yang Qin melihat ke arahku kemudian dia tersenyum.
Jika tante Ji Li masih hidup maka semuanya pasti akan terasa lengkap dan aku akan merasa sangat bahagia tapi sekarang aku tidak bisa merasa bahagia.
Aku selalu teringat saat tante Ji Li meninggal, kejadian itu seperti mimpi buruk yang membuatku terus merasa tegang.
Apa aku bisa tenang hanya setelah membunuh iblis yang membunuh tante Ji Li? Tapi aku masih tidak tahu bagaimana dia bisa bangkit...
Semuanya masih belum jelas dan itu membuatku merasa semakin sedih.
Aku memaksakan diriku untuk tersenyum kemudian turun dari ranjang.
Yang Qinxue mengulurkan tangannya ke arahku lalu aku mengambilnya dari tangan Yang Qin. Yang Qinxue melingkarkan tangannya di leherku dan mencium wajahku.
Aku mencium aroma bubuk susu dari tubuh Yang Qinxue dan baunya sangat harum.
Sekarang selain susu, dia bisa makan makanan yang lembut seperti bubur bayi dan semacamnya.
Sekarang sudah pukul 10 siang.
Shang Liqi dan Meng Tian masih berada di dalam kamar mereka, tapi Shang Yi sudah berada di dalam dapur menyiapkan sarapan.
Walaupun aku tidak memiliki selera makan, aku tidak bisa membiarkan Yang Qinxue kelaparan. Saat aku masuk ke dalam dapur aku melihat Shang Yi sedang menggunakan celemek dan memasak.
Aku mengira kematian tante Ji Li akan membuatnya merasa begitu sedih, aku tidak menyangka dia terlihat cukup baik.
"Paman Shang." panggilku.
Dia menoleh dan melihatku dengan wajah datar lalu berkata, "Aku memasak bubur, kamu bangunkan mereka semua. Walaupun langit runtuh harus tetap makan."
Biasanya aku selalu melihat Shang Yi yang tidak serius dan selalu bercanda, saat melihatnya begitu serius seperti sekarang aku merasa sedikit aneh.
"Kenapa diam saja? Pergi bangunkan mereka." ulang Shang Yi.
Aku menganggukkan kepalaku kemudian berjalan keluar dan naik ke lantai 2 untuk membangunkan Shang Liqi dan Meng Tian.
Mereka berdua sedang tidur dengan lelap dan karena aku membangunkan mereka, mereka akhirnya turun dengan wajah masam.
Shang Yi memasak bubur putih dan di dalamnya ditambahkan potongan sayur kecil-kecil.
Setelah buburnya matang, Shang Yi langsung menyiapkan mangkuk kecil untuk Yang Qinxue.
Yang Qin kemudian turun sambil menggendong Yang Qinxue. Dia duduk di kursi makan kemudian Yang Qinxue duduk di atas pangkuannya. Satu tangan Yang Qin memegang Yang Qinxue dan tangannya yang satu lagi menyendok bubur lalu meniupnya. Walaupun cara menggendongnya tidak terlalu benar tapi dia benar-benar terlihat seperti seorang ayah yang hangat.