Skip to content

Chapter 343 of 406

Chapter 343 - Upacara Penghormatan Terakhir Yang Kacau 2

4 min read1,082 words

"Mama…" tangis Yang Qinxue sambil memanggilku.

"Kenapa Qinxue, kamu sudah lapar ya? Sebentar lagi bubur labunya akan tiba." kataku berusaha untuk menenangkan Yang Qinxue kemudian aku bertanya kepada pemilik toko, "Apa bubur labunya bisa lebih cepat?"

"Baik, coba aku tanyakan ke bagian dapur."

Pemilik toko itu berbalik badan dan berjalan ke arah dapur.

Yang Qinxue menangis dengan semakin keras sambil menunjukkan jarinya ke arah dapur.

Shang Liqi bertanya dengan kebingungan, "Ada apa dengan Qinxue?"

"Aku tidak tahu, mungkin dia kelaparan."

Kemudian aku mengambil tisu dari meja dan menggunakannya untuk mengelap wajah Yang Qinxue.

Saat itu tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah dapur, itu adalah suara pemilik rumah makan.

Shang Liqi dan Shang Yi bangkit berdiri dan berlari ke arah dapur, kemudian sebelum mereka masuk ke dalam dapur pemilik rumah makan itu berlari keluar.

Dia terjatuh di lantai kemudian dengan wajah terkejut berkata, "Ada serangga, ada banyak serangga…"

Aku bangkit berdiri kemudian menggendong Yang Qinxue ke pintu keluar.

Saat mendengar kata 'Serangga' aku langsung teringat dengan scarab, ditambah lagi Yang Qinxue terus menangis sambil terus menunjuk ke arah dapur… aku memiliki firasat Yang Qinxue ingin memberitahu kami sesuatu.

Meng Tian masih terlihat kebingungan lalu dia melihat ke arah pemilik rumah makan sehingga aku memanggilnya, "Meng Tian cepat berdiri."

Dia dengan panik bangkit berdiri lalu berlari ke sebelahku.

"Shang Liqi, paman Shang, kami sebaiknya pergi dari sini."

Aku sudah memiliki firasat akan ada hal buruk yang terjadi.

Pemilik rumah makan itu berteriak dan berguling-guling di lantai seperti ada benda yang asing yang bergerak di tubuhnya.

"Itu pasti scarab, cepat lari." teriak Shang Liqi sambil menarik Shang Yi kemudian berlari dengan cepat.

Aku dan Meng Tian berlari mengikuti mereka.

Aku berlari sambil memeluk Yang Qinxue dan sebelum keluar, aku melihat beberapa scarab keluar dari mulut pemilik rumah makan itu dan membuat seluruh bulu tubuhku berdiri.

Scarab adalah hewan yang hidup berkelompok. Walaupun sekarang hanya terlihat beberapa tapi di dalam rumah makan ini pasti masih ada banyak.

Di rumah makan ini tidak hanya ada pemilik rumah makan saja, di dapur pasti ada koki tapi aku tidak melihat ada koki yang berlari keluar… aku khawatir dia sudah dimakan oleh scarab itu.

Setelah keluar dari rumah makan, aku melihat Shang Liqi yang berlari dengan sangat cepat di depanku.

Yan Qinxue tidak lagi menangis setelah keluar dari rumah makan dan memeluk leherku dengan erat.

Aku tidak tahu sudah berlari berapa lama tapi setelah menoleh ke belakang dan setelah tidak melihat rumah makan itu lagi aku berhenti berlari untuk mengatur nafasku yang terengah-engah.

Karena Shang Yi sudah cukup tua, dia juga berhenti berlari sambil memegang pinggangnya lalu dengan nafas terengah-engah berkata, "Tidak bisa, aku tidak bisa berlari lagi."

Saat bertemu dengan scarab kami tidak memiliki pilihan lain selain melarikan diri.

Kami tidak memiliki senjata untuk melawan scarab, scarab takut dengan api tapi kami tidak memiliki korek atau apapun untuk membuat api.

Diantara kami tidak ada yang merokok sehingga tidak ada yang membawa korek api jadi di saat seperti itu kami hanya bisa berlari.

Hanya saja aku merasa kasihan dengan pemilik rumah makan.

Scarab itu sudah masuk ke dalam tubuhnya dan aku tidak tahu jumlahnya sehingga kami juga tidak bisa menolongnya.

Dia sudah tidak bisa terselamatkan.

Meng Tian juga berhenti berlari kemudian dia memegang pinggangnya sambil berusaha mengatur nafas yang terengah-engah sedangkan Shang Liqi masih berlari dengan sangat cepat.

Setelah berlari beberapa saat akhirnya Shang Liqi berhenti, dia berada sekitar 1 sampai 2 meter dari jarakku.

Dia menolehkan kepalanya ke arah kami lalu berteriak, "Cepat lari!"

"Aku tidak kuat lagi." jawab Meng Tian sambil melambaikan tangannya.

Scarab tidak mengejar kami, mungkin mereka masih berada di rumah makan dan tidak mungkin keluar saat hari masih siang seperti ini.

Shang Liqi mungkin tidak terpikirkan hal ini, kedua tangannya di pinggang lalu perlahan berjalan menghampiri kami.

Saat tiba di depan kami dia mengelap keringat di dahinya, "Kalian baik-baik saja?"

Meng Tian memalingkan pandangannya dan berkata, "Kamu masih berani bertanya apakah kami baik-baik saja? Kamu bahkan berlari lebih cepat dari kelinci, apa kamu masih peduli kami masih hidup atau tidak?"

Shang Liqi terlihat canggung, dia pasti sangat ketakutan.

"Kalian kan punya kaki untuk berlari." kata Shang Liqi dengan suara kecil.

Meng Tian menimpali dengan kesal, "Memang kami semua punya kaki tapi kami tidak bisa berlari secepat dirimu."

"..."

Kemudian kami kembali ke rumah duka. Sebelumnya kami pergi untuk makan siang tapi akhirnya kami kembali dengan perut yang semakin lapar.

Yang Qinxue masih cukup tenang karena dia sama sekali tidak menangis maupun merengek semenjak keluar dari rumah makan itu.

Kami semua tiba di rumah duka dengan wajah kecewa dan lelah. Yang Qin berdiri di samping peti mati. Dia bersandar di sebuah pilar dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.

"Kami sudah kembali dan belum makan siang." kata Shang Liqi dengan kesal sambil berjalan masuk.

Yang Qin mendongak ke arah kami dan bertanya, "Kenapa belum makan?"

"Ada scarab di rumah makan itu."

"Scarab?" tanya Yang Qin sambil mengerutkan alisnya kemudian dia melihat ke arahku, terlihat sekali dia sedang khawatir denganku dan Yang Qinxue.

"Kenapa bisa masih ada scarab?" gumam Yang Qin. Aku tidak tahu apakah dia bertanya kepada kami atau kepada dirinya sendiri.

"Mana aku tahu! Membuatku kaget saja." kata Shang Liqi sambil menarik sebuah kursi dan duduk sambil menepuk-nepuk dadanya berusaha menenangkan dirinya.

Meng Tian melihat ke arah Shang Liqi kemudian berkata, "Tadi kamu yang berlari paling cepat, dasar penakut."

"Kakiku panjang karena itu aku berlari dengan cepat, kenapa kamu iri? Siapa suruh kakimu pendek."

"Kamu…"

Meng Tian begitu kesal hingga dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Kemudian rumah duka kembali menjadi tenang dan terdengar suara perut yang berbunyi.

Meng Tian tertawa pahit kemudian dengan tidak berdaya berkata, "Maaf ya itu suara perutku. Aku benar-benar kelaparan."

"Kalau begitu kita pesan makanan saja untuk diantar kemari." kataku kepada Meng Tian kemudian aku memberikan Yang Qinxue kepada Yang Qin.

Yang Qin menerima Yang Qinxue lalu Yang Qinxue memeluk leher Yang Qin dan meletakkan kepalanya di sebelah leher Yang Qin, dia terlihat sedang mengantuk.

"Aku punya nomor rumah makannya." aku mengeluarkan handphoneku lalu menelpon nomor rumah makan yang aku punya setelah itu kami hanya bisa menunggu makanan datang dengan sabar.

Setelah 40 menit menunggu akhirnya makanan kami tiba.

Kami semua makan dengan lahap tanpa mempedulikan kami sedang berada di rumah duka dan di dalam rumah duka terbaring mayat tante Ji Li.

Karena musim dingin mayat tante Ji Li tidak mengeluarkan aroma apapun dan tidak ada serangga yang hinggap di sana.

Berdasarkan adat desa, kami harus meletakkan mayat tante Ji Li di rumah duka selama 3 hari kemudian barulah memakamkannya.