Skip to content

Chapter 344 of 406

Chapter 344 - Upacara Penghormatan Terakhir Yang Kacau 3

5 min read1,195 words

Biasanya pada upacara penghormatan terakhir, banyak penduduk desa yang datang untuk memberi penghormatan terakhir kemudian memberikan uang berbela sungkawa tapi upacara penghormatan tante Ji Li malah sangat sepi.

Selain kami tidak ada orang lain yang datang.

Jika ada upacara penghormatan terakhir atau upacara pemakaman di rumah duka, tidak sampai 1 jam biasanya semua penduduk desa sudah mengetahui berita tersebut dan langsung pergi ke rumah duka.

Tapi hingga saat ini rumah duka masih kosong.

Setelah selesai makan dan minum, langit mulai gelap.

Setelah membereskan peralatan makan, Shang Liqi dan Shang Yi keluar untuk menyalakan lampion putih yang ada di samping pintu.

Kemudian aku menyalakan lampu di dalam rumah duka dan menyalakan dupa untuk tante Ji Li.

Saat aku baru saja menyalakan dupa tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar rumah duka, kemudian sekelompok orang masuk ke dalam rumah duka.

Mereka adalah penduduk desa, bahkan kepala desa juga datang tapi aku tidak melihat Ji Wentai dan wanita gendut itu.

Awalnya aku mengira tidak akan ada satu orangpun yang akan datang tapi aku tidak menyangka ada banyak orang yang datang kemari, seketika aku merasa senang.

Mungkin karena Tante Ji Li sering menjodohkan orang dan membantu orang lain sehingga banyak penduduk desa yang berterima kasih kepada tante Ji Li dan datang kemari.

Aku menyambut kepala desa dan berkata, "Pak kepala desa."

Kepala desa itu tersenyum canggung kemudian dia berkata dengan ragu-ragu, "Sixi, sebenarnya kami datang kemari karena 1 hal."

Apa?"

"Ehm, tantemu…" kepala desa menghentikan perkataannya.

Aku menunggu kepala desa itu melanjutkan perkataannya tapi sebelum dia mengatakan apapun seorang penduduk desa berkata, "Kami tidak menerima mayat tantemu di rumah duka ini."

Saat mendengar itu aku sangat terpukul. Awalnya aku mengira mereka datang untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir tante Ji Li tapi aku tidak menyangka mereka malah mengatakan ini.

"Apa maksudnya? Kepala desa sudah setuju untuk aku menggunakan rumah duka ini."

Saat aku baru menyelesaikan perkataanku, kepala desa dengan cepat menjelaskan, "Karena saat itu aku tidak tahu tantemu meninggal bukan karena takdir."

"Apa maksudnya?" tanyaku karena tidak paham.

Kepala desa itu mengerutkan alisnya dan menjelaskan, "Jadi begini, hari ini ada orang pintar yang datang ke desa ini. Dia mengatakan beberapa hari ini desa ini akan kacau dan mengatakan untuk tidak mengadakan upacara pemakaman dan semacamnya. Setelah itu aku menceritakan tantemu kepadanya dan setelah dia menghitungnya dia mengatakan tantemu meninggal karena takdir dan tidak boleh melakukan upacara penghormatan terakhir maupun pemakaman di sini."

"Tidak bisa. Berdasarkan adat tante Ji Li harus dimakamkan di tempat pemakaman keluarga Ji."

Kemudian kepala desa tersenyum tak berdaya dan berkata, "Sixi, kamu dan tantemu sudah meninggalkan desa jadi kalian bukan bagian dari desa ini lagi."

"Apa maksudnya? Aku dan mayat tante Ji Li sudah berada di sini."

Dia mengeluarkan sebuah kertas kemudian memberikannya kepadaku dan berkata, "Ini adalah surat keterangan kematian tantemu dari desa. Bawa ini lalu urus semuanya dan bawa mayat tantemu pergi dari sini."

"Apa anda tidak merasa ini keterlaluan?!" kataku dengan kesal.

Aku pernah melihat orang yang ditindas tapi aku tidak pernah melihat ada orang yang menindas orang lain hingga seperti ini!

"Sixi, coba kamu pikirkan baik-baik. Sejak kamu lahir hingga saat ini, sudah berapa banyak hal buruk yang kamu bawa ke desa ini. Sudah berapa banyak penduduk desa yang meninggal karena dirimu."

"Tapi ini tidak ada hubungannya dengan tante Ji Li. Aku akan membawa mayat tante Ji Li pergi dari rumah duka tapi setelah upacara pemakaman selesai." kataku dengan marah.

Hari ini aku tidak akan membawa mayat tante Ji Li pergi dari sini apapun yang terjadi.

Aku akan tetap memastikan tante Ji Li untuk dimakamkan di pemakaman keluarga Ji.

Kepala desa menoleh melihat ke arah penduduk desa lain, saat itu aku baru menyadaro semuanya adalah laki-laki muda dan tidak ada 1 orang perempuan pun.

Sangat jelas bahwa mereka datang untuk mengusir kami karena itu semua yang datang adalah laki-laki muda.

"Begini saja, jika kamu tidak ingin melakukannya sendiri maka penduduk desa yang akan membantumu mengangkat peti mati tantemu. Kami juga akan mencarikan mobil untuk membawa peti mati ini." kata kepala desa dengan suara lebih lembut tapi sikapnya sama sekali tidak berubah, dia tetap ingin mengusir kami dari desa.

"Tidak bisa, tidak ada yang boleh menyentuh tanteku." kataku dengan tegas.

Yang Qin, Shang Liqi, Shang Yi, dan Meng Tian seketika bangkit berdiri dan berdiri di sebelahku.

"Kalian sebaiknya tidak membuat kekacauan di sini." kata Yang Qin dengan dingin sambil melangkah maju ke depan kepala desa. Dan kepala desa dan para penduduk desa mau tidak mau melangkah mundur.

"Itu dia, dia bukan manusia." teriak salah satu penduduk sambil menunjuk ke arah Yang Qin, lalu dia berkata lagi, "Aku melihatnya sendiri, dia mengeluarkan api dari tangannya kemudian membakar mayat Zhang Yue."

Orang yang mengatakan itu pasti salah satu orang yang ikut mengusirku dari desa dan saat itu dia juga muncul saat scarab muncul di mayat Zhang Yue.

Saat itu Yang Qin menggunakan hantu api untuk menghancurkan scarab, dia juga melakukan itu untuk melindungi para penduduk desa. Jika scarab itu masih hidup maka mereka pasti sudah berkeliaran di seluruh desa dan bukan tidak mungkin sekarang para penduduk desa yang berusaha mengusirku hari ini sudah meninggal karena dimakan oleh para scarab itu.

Saat memikirkan hal ini tiba-tiba aku merasa ada hal serius yang sedang terjadi.

Hari ini saat di rumah makan tadi, ada scarab yang menyerang manusia!

Apa jangan-jangan… scarab itu sudah memasuki masa kawin?

Aku melihat ke arah Yang Qin kemudian dengan suara pelan bertanya, "Kapan masa kawin para scarab?"

"Musim dingin dan musim panas."

"Itu berarti sekarang adalah masa kawin para scarab?"

Yang Qin menganggukkan kepalanya.

Seketika aku dadaku terasa berat kemudian dengan cepat berkata kepada kepala desa, "Cepat siapkan obor dan bakar rumah makan yang ada di sebelah timur desa."

"Jangan mengubah topik pembicaraan."

"Bukan begitu, pak kepala desa dengarkan itu. Terjadi sesuatu di rumah makan itu, di sana ada scarab dan jumlahnya sangat banyak. Pemilik rumah makan dan koki rumah makan itu mungkin sudah…"

Sebelum aku menyelesaikan perkataanku, kepala desa memotong perkataanku dan berkata, "Kamu bicara apa sebenarnya? Aku tidak mau tahu, bawa peti mati tantemu keluar dari desa ini sekarang juga."

"Pak kepala desa, dengarkan perkataanku sampai selesai." kataku dengan tidak sabar.

Tapi kepala desa itu juga kehilangan kesabarannya kemudian langsung berkata kepada penduduk desa yang ada di belakangnya, "Kalian, lakukan sekarang!"

Setelah mendengar itu, mereka semua berjalan ke arah peti mati tante Ji Li dan berusaha membawanya keluar dari rumah duka.

Aku menghalangi mereka kemudian dengan panik berkata, "Masalah peti mati kita bicarakan nanti. Sekarang kita harus pergi ke rumah makan yang ada di sebelah timur desa terlebih dahulu. Tempat itu harus dibakar…"

Sebelum aku menyelesaikan perkataanku ada seorang laki-laki yang mendorongku dengan kuat, jika bukan karena Yang Qin menangkapku maka aku pasti sudah terjatuh di lantai.

Penduduk desa mulai masuk dan memenuhi rumah duka.

Yang Qin kemudian berteriak, "Jangan ada yang menyentuh peti mati itu!"

Setelah Yang Qin berteriak tidak ada orang yang bergerak lagi.

Hingga 2 orang yang sudah memegang peti mati pun menghentikan gerakannya dan semua orang melihat ke arah Yang Qin.

Aura negatif Yang Qin menjadi sangat kuat. Dia menggertakan giginya lalu menyerahkan Yang Qinxue kepada Shang Yi dan saat Shang Yi menggendongnya dia mulai menangis.

Kemudian Yang Qinxue menunjuk ke arah peti mati tante Ji Li...