Chapter 345 of 406
Chapter 345 - Jika Ada Yang Keberatan Bicara Kepadaku
4 min read1,082 words
Aku teringat reaksi Yang Qinxue sekarang sama seperti saat berada di rumah makan tadi, seketika jantungku berdegup dengan sangat cepat.
Saat itu dia menangis dan terus menunjuk ke arah dapur lalu begitu pemilik rumah makan itu berlari keluar dari dapur, scarab keluar dari tubuhnya… Sekarang dia menunjuk ke arah peti mati tante Ji Li, apa mayat tante Ji Li...
Aku menjadi sangat panik dan tanpa berpikir panjang aku berlari ke arah peti mati tante Ji Li.
Tante Ji Li meninggal dengan mengenaskan bahkan rohnya dimakan oleh iblis, jadi aku tidak ingin sampai mayatnya pun hancur jika itu terjadi maka aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.
Aku mendorong 2 orang yang ada di depan mati kemudian setelah memastikan mayat tante Ji Li baik-baik saja dan tidak ada yang aneh aku baru menghela nafas.
Tapi saat aku baru merasa lega tiba-tiba aku melihat 1 scarab yang berjalan keluar dari peti mati tante Ji Li, ukurannya lebih besar dari scarab yang pernah aku lihat sebelumnya.
Aku melihat ke sekeliling dan hanya menemukan tongkat kayu kemudian aku memukulnya menggunakan tongkat kayu itu.
Setelah itu muncul cairan berwarna hitam dari tubuh scarab itu.
Setelah itu tiba-tiba scarab muncul dari pojok ruangan rumah duka.
Terdapat lubang kecil di pojok dinding itu dan scarab masuk melalui lubang itu.
"Api!" teriakku.
Kemudian para penduduk desa hanya tertegun melihat scarab itu. Beberapa dari mereka mengenali scarab itu dan dengan terkejut berteriak "Serangga ini lagi, sebelumnya muncul serangga ini dari dalam tubuh Zhang Yue."
"Siapa yang punya api?" teriakku sekali lagi.
Saat aku baru selesai berteriak Yang Qin sudah berdiri di depanku lalu dia mengangkat tangannya setelah itu muncul api berwarna biru di tangannya. Setelah itu api itu menyala di atas lantai dan membuat para scarab ketakutan, mereka dengan cepat kembali ke lubang tempat mereka masuk.
Kemudian api biru itu membakar mayat scarab yang baru saja aku pukul menggunakan tongkat kayu.
Yang Qin mengambil sebuah batu bata kemudian menggunakannya untuk menutup lubang yang ada di dinding setelah itu dia menoleh melihat ke arahku dan berkata, "Sepertinya masa kawin scarab jauh lebih parah dari yang aku bayangkan."
"Lalu kita harus bagaimana?"
"Di setiap kelompok scarab pasti ada raja, selama kita bisa membunuh raja scarab itu maka scarab yang lain pasti akan mati."
"Jadi maksudmu kita harus mencari raja scarab?"
Yang Qin menganggukkan kepalanya dan berkata lagi, "Tapi raja scarab sulit untuk ditemukan. Ingat raja scarab berwarna merah, tubuhnya besar dan bisa terbang dengan cepat selain itu dia juga beracun."
Semua penduduk desa yang mendengar itu terlihat begitu ketakutan hingga wajah mereka menjadi pucat pasih, salah satu dari mereka menunjuk ke arah Yang Qin dan bergumam, "Kamu monster, monster…"
Perkataan orang itu menarik perhatian orang banyak dan dalam sekejap orang-orang berjalan melangkah mundur.
Tapi kepala desa malah dengan cepat melangkah maju dan bertanya, "Apa itu scarab?"
Aku pun menjelaskan dengan ringkas, "Scarab adalah sejenis serangga karnivora, mereka selalu muncul secara berkelompok. Biasanya mereka hanya akan menyerang mayat tapi saat musim kawin mereka bisa menyerang manusia yang masih hidup dan sekarang adalah musim kawin mereka sehingga penduduk desa ini dalam bahaya."
"Scarab? Kenapa aku tidak pernah mendengarnya?" tanya kepala desa dengan mata terbelalak dan wajahnya terlihat suram.
"Pak kepala desa, daripada anda menanyakan hal ini kepadaku lebih baik sekarang anda membawa para penduduk desa ke rumah makan di sebelah timur desa. Tadi siang scarab itu muncul di sana dan menyerang pemilik serta koki rumah makan itu."
Setelah mendengar perkataanku kepala desa bertanya, "Kejadian tadi siang kenapa kamu baru memberitahuku sekarang?"
"Aku…"
Pertanyaannya membuatku tidak bisa berkata-kata…
Setelah keluar dari rumah makan itu kami semua tidak berani mendekat ke sana dan aku tidak tahu bagaimana harus menyelesaikan masalah di rumah makan itu.
Kemudian kepala desa bertanya lagi, "Kamu yakin terjadi sesuatu kepada pemilik dan koki rumah makan itu?"
"Mereka mungkin sudah meninggal."
Kepala desa menghela nafas kemudian dia memanggil beberapa orang dan berkata, "Kalian pergi ke rumah makan di sebelah timur desa, jika benar-benar terjadi sesuatu cepat lapor polisi."
"Pak kepala desa, apa ada gunanya melapor ke polisi? Bukankah dia bilang mereka diserang oleh scarab?" tanya salah satu orang.
Kepala desa dengan marah berkata, "Tidak peduli apapun alasannya selama ada orang yang meninggal kita harus melapor ke kantor polisi."
"... Baik."
Orang-orang itu berlari keluar dari rumah duka dengan panik tapi tetap saja rumah duka masih penuh dengan penduduk desa.
Dan dalam keadaan seperti ini kepala desa masih bersikeras dengan berkata, "Sixi jangan menyalahkan aku, tapi akhir-akhir ini banyak hal yang terjadi di desa. Adikmu meninggal kemudian bangkit dan meninggal lagi kemudian Zhang Yue meninggal dan muncul scarab dari mayatnya. Orang pintar itu mengatakan bahwa keadaan desa akhir-akhir ini sedang tidak tenang jadi sebaiknya kamu bawa tantemu pergi dari sini."
"Pak kepala desa…"
"Sudah cukup, cepat bawa peti mati tantemu dari sini." kata kepala desa dengan tegas.
Aku tidak tahu harus melakukan apa, apa aku harus tetap bersikukuh dengan kepala desa?
"Peti mati ini tidak akan kemana-mana dan kami akan memakamkannya di desa ini, jika ada keberatan bicara kepadaku." kata Yang Qin tiba-tiba.
Yang Qin melangkah maju dan berhadap-hadapan dengan kepala desa.
Kepala desa itu berdeham dan setelah saling bertukar pandang untuk beberapa detik dia memalingkan pandangannya.
"Kamu membuatku kaget saja." kata kepala desa dengan nada tinggi tapi terdengar gemetar.
Yang Qin mengerutkan alisnya dan dengan suara dingin berkata, "Kami akan mengadakan pemakaman di desa ini dan jangan lupa, jika tadi aku tidak mengatasi scarab itu kalian semua pasti sudah mati."
"Kamu… kamu berani mengancamku?" kata kepala desa sambil menunjuk ke arah Yang Qin tapi dia tidak terlihat berani melakukan apapun pada Yang Qin.
Yang Qin dengan dingin berkata, "Aku beri kalian waktu 1 menit untuk meninggalkan tempat ini."
Setelah mengatakannya, Yang Qin mengulurkan tangannya untuk mengambil kursi kemudian dia duduk di sebelah peti mati tante Ji Li.
Kepala desa hanya berdiri tanpa mengatakan apapun tapi wajahnya terlihat begitu marah.
Wajahnya memerah dan dia bergumam tapi aku tidak tahu dia mengatakan apa.
"50 detik lagi." kata Yang Qin dengan dingin.
Kepala desa itu menelan air liurnya kemudian dengan panik berkata, "Aku beritahu, aku adalah kepala desa di sini. Aku yang berhak memberi izin apakah kalian bisa menggunakan rumah duka ini atau tidak."
"40 detik."
"Kamu…"
"38 detik."
"..."
Wajah kepala desa menjadi semakin suram dan dia melihat ke arah Yang Qin tapi Yang Qin terlihat dingin dan terus menghitung, "30 detik."
"Kalian harus meninggalkan tempat ini." teriak kepala desa.
"25 detik."
"Kalian… kalian keterlaluan." kata kepala desa dengan sangat marah.
Tapi dia tidak melakukan apapun sehingga beberapa penduduk desa harus menariknya keluar dari rumah duka.