Skip to content

Chapter 346 of 406

Chapter 346 - Menikah Lagi Seperti Saat Berumur 10 Tahun

5 min read1,162 words

Setelah kepala desa dan para penduduk desa pergi, rumah duka kembali menjadi tenang.

Tidak lama kemudian Ji Wentai dan wanita gendut itu datang.

Mereka masuk dengan wajah suram. Mereka langsung berjalan ke meja altar tante Ji Li kemudian mengambil dupa lalu menyalakannya dan setelah memberi penghormatan terakhir mereka berbalik badan dan langsung berjalan pergi.

Setelah berjalan beberapa langkah tiba-tiba Ji Wentai berhenti lalu dia melihat ke arahku dan dengan dingin berkata, "Kamu mau mencelakai berapa orang lagi? Kenapa kamu tidak mati saja."

"..."

Aku sama sekali tidak bisa berkata apa-apa…

Mungkin Ji Wufu dan tante Ji Li meninggal memang benar-benar karena diriku. Sejak aku lahir, setiap tahun saat festival hantu selalu ada orang yang meninggal. Yang Qin mengatakan bahwa itu adalah takdir mereka, tapi apa benar kematian mereka sama sekali tidak ada hubungannya denganku?

Kemudian aku melihat Ji Wentai dan wanita gendut itu berjalan keluar dari rumah duka dan perasaan bersalah berkembang semakin kuat dari dalam hatiku.

Aku yang membunuh Ji Wufu, tante Ji Li dan para penduduk desa...

Bagaimana caraku menebus itu semua? Dengan menggunakan nyawaku?

Aku begitu menghargai nyawaku, bagiku itu adalah hal yang sangat penting tapi tante Ji Li yang memberiku nyawa ini… jika bukan karena tante Ji Li aku tidak akan bisa hidup sampai sekarang. Tapi tante Ji Li sudah meninggal, sekarang apa yang harus aku lakukan?

Aku bisa melakukan apa untuk menebus semuanya...

Apa dengan aku meninggal semuanya akan berakhir?

Tiba-tiba aku merasa begitu lelah, sepertinya selama aku masih hidup maka akan ada semakin banyak orang yang mengalami kesialan karena diriku.

Mungkin kelahiranku memang hanya membawa petaka pada dunia ini… jika begitu bukankah lebih baik jika aku meninggal?

Aku tidak keberatan menggunakan nyawaku untuk menebus semuanya atau mungkin aku sudah lelah dengan semua ini dan ingin meninggal. Tapi bagaimana dengan Yang Qin? Yang Qinxue, putri kami? Bagaimana dengan mereka? Aku benar-benar tidak bisa jika harus meninggalkan mereka...

"Lagi-lagi berpikir yang aneh-aneh." kata Yang Qin sambil menarik tanganku hingga berdiri di depannya, lalu berkata dengan serius, "Jangan memikirkan yang aneh-aneh, papamu hanya mengatakan itu karena sedang marah. Semua yang terjadi bukan salahmu, kamu tidak perlu membuat dirimu merasa bertanggung jawab akan semuanya."

"Tapi Wufu, tante Ji Li lalu orang-orang yang meninggal itu semua karena aku…"

"Sixi, ada hal yang belum aku katakan kepadamu." kata Yang Qin mengubah topik pembicaraan.

"Apa?" tanyaku singkat.

"Ada banyak orang yang seperti dirimu yang bisa melihat hantu dan mungkin sebelumnya mereka adalah hantu jahat atau semacamnya tapi tidak semua orang bisa menjadi penangkap hantu dan kamu berhasil."

"Aku tidak paham maksudmu."

Kemudian Shang Liqi menjelaskan, "Maksud Yang Qin adalah kamu bisa menyelamatkan lebih banyak orang."

Aku menghela nafas dengan tidak berdaya, orang sepertiku jika tidak melukai orang lain saja sudah merupakan hal yang baik. Apa aku benar-benar bisa menyelamatkan banyak orang? Tapi kenapa aku tidak mempercayainya? Aku merasa mereka hanya berusaha menghiburku.

"Tidak semua orang bisa menggunakan 9 kata kebenaran, tapi kamu bisa. Apa kamu tidak pernah memikirkan alasannya? Kemungkinan kamu bisa menjadi penangkap hantu hanya 10% tapi aku dan Shang Liqi tetap membantumu. Saat membantumu, kami juga bertaruh karena kami tidak tahu hasilnya akan seperti apa tapi ternyata aku dan Shang Liqi memenangkan pertaruhan ini." kata Yang Qin dengan santai tapi aku dapat merasakan keyakinan dalam setiap perkataannya.

"Maksudmu, 10 tahun yang lalu saat kamu setuju menikah denganku bukan karena kamu tahu bahwa aku pasti bisa membantu Shang Liqi?"

Yang Qin menganggukkan kepalanya.

"Jika aku tidak bisa membantu Shang Liqi apa yang akan terjadi?"

"Kamu pasti akan meninggal."

"Meninggal di tangan raja Yan?" aku sepertinya memahami segalanya sekarang.

Sepuluh tahun yang lalu, Yang Qin dan Shang Liqi memutuskan untuk membantuku. Mereka tahu aku mungkin bisa menjadi penangkap hantu tapi mereka tidak bisa memastikan hal itu dan memutuskan untuk bertaruh.

Yang Qin tidak mengatakan apa-apa lagi kemudian dia bangkit berdiri lalu melepaskan kalung yang ada di leherku.

Kemudian dia mengambil cincin perak dari kalungku lalu dia mengangkat tangan kiriku dan dengan wajah serius dia memakaikan cincin perak itu di jari manisku.

"Sekarang, kita sudah menikah kembali. Bukan pernikahan seperti yang kita lakukan di gereja tapi pernikahan yang kita lakukan 10 tahun yang lalu… Sekarang setiap tahun pada festival hantu tidak akan ada lagi orang yang meninggal karena dirimu."

"Tapi raja Yan…"

"Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah mengetahui kelemahan raja Yan." kata Yang Qin sambil tersenyum.

Seketika aku tertegun mendengar itu.

Yang Qin bilang dia mengetahui kelemahan raja Yan? Apa kelemahannya? Kenapa aku tidak tahu?

Yang Qin mengangkat tangannya kemudian dia mengusap kepalaku dan melihat ke arah Yang Qinxue yang sedang digendong oleh Shang Yi lalu berkata, "Dia adalah kelemahan raja Yan."

"Qinxue?" kataku dengan terkejut.

Yang Qin kemudian berkata, "Aku sudah pernah bilang raja Yan menyukai anak kecil, terlebih Qinxue adalah cucu kandungnya."

"Tapi bukankah raja Yan selalu mengira aku mengandung anak laki-laki?"

"Dia tidak seperti manusia yang lebih menyukai anak laki-laki daripada perempuan, baginya semuanya sama."

"Kamu yakin?" tanyaku dengan tidak percaya.

Yang Qin mengangkat alisnya kemudian berkata, "Jika aku bilang begitu maka pasti benar."

"Kamu bukan raja Yan, bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"

"Kamu boleh percaya atau tidak tapi aku sangat memahami orang tua itu." kata Yang Qin sambil mengangkat dagunya dan terlihat bangga.

Aku tidak meragukan Yang Qin lagi. Sepertinya yang dikatakan oleh Yang Qin benar, setidaknya sampai detik ini raja Yan tidak lagi berusaha membunuhku. Sebelumnya saat dia menunjukkan dirinya di depanku, dia memesankan makanan untukku. Dia juga menyuruhku menjaga bayi dalam kandunganku dengan baik. Dia datang ke dunia manusia hanya untuk melakukan semua hal itu...

Sepertinya raja Yan begitu menantikan kelahiran cucunya…

Tapi sejak Yang Qinxue lahir, raja Yan tidak pernah datang. Apa karena aku melahirkan anak perempuan bukan anak laki-laki jadi dia kecewa?

"Kenapa? Masih ragu?" tanya Yang Qin kepadaku sambil tersenyum kecil.

"Tidak."

"Kalau begitu sekarang kamu urus pemakaman tante Ji Li. Setelah itu kita akan membereskan masalah scarab." kata Yang Qin sambil mengelus kepalaku kemudian dia kembali duduk.

Malam itu udara cukup dingin.

Aku memberikan kunci rumah kepada Shang Liqi dan menyuruhnya membawa Shang Yi, Yang Qinxue, dan Meng Tian untuk berinstirahat di rumah. Malam ini aku berencana untuk tetap tinggal di rumah duka bersama Yang Qin.

Tidak lama setelah mereka semua pergi, terdengar suara sirine mobil polisi. Suaranya terdengar mendekat dan menjauh sepertinya polisi mengitari bagian timur desa.

Aku rasa orang yang diutus oleh kepala desa sudah melapor ke polisi.

Aku mengambil kursi lalu duduk di sebelah Yang Qin. Dia mengulurkan tangannya dan memelukku kemudian bertanya, "Dingin?"

"Lebih dingin karena berada di sebelahmu." gurauku.

Tubuh Yang Qin dingin seperti es, saat musim panas aku tidak masalah tapi saat dia menyentuhku di musim dingin, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak gemetar.

Yang Qin tertawa lalu dia melepaskan jaket yang dia gunakan dan menggunakannya untuk menyelimuti tubuhku.

"Dengan begitu kamu bisa merasa lebih hangat."

Saat mengatakannya dia kembali memelukku dengan erat.

Yang Qin begitu lembut, sepertinya sejak Yang Qinxue lahir hingga saat ini aku tidak pernah melihatnya sedekat ini lagi.

Wajahnya begitu bersih, bola matanya yang berwarna hitam terlihat begitu berbinar seperti bintang di langit.