Skip to content

Chapter 353 of 406

Chapter 353 - Ada Beberapa Masalah Yang Harus Diselesaikan Sendiri

5 min read1,137 words

Setelah memantapkan hati, aku tidak ragu-ragu lagi dan memberikan Yang Qinxue kepada Yang Qin.

Shang Liqi menggelengkan kepalanya dan berkata, "Jangan berharap aku akan pergi menemanimu."

"Aku akan pergi sendiri."

Saat mendengar itu Yang Qin mengerutkan alisnya dan berkata: "Kamu seorang diri?"

"Iya."

"Aku akan menemaniu."

"Kamu di sini saja menjaga yang lainnya." kataku dengan yakin.

Yang Qin tidak mengatakan apa-apa lagi tapi wajahnya terlihat sangat menentang keputusanku.

"Kamu jaga Qinxue saja, tidak perlu mengkhawatirkanku."

Yang Qin mengangkat alisnya dan wajahnya menjadi semakin suram tapi dia tidak mengatakan apapun.

Aku meminjam korek api dari penduduk desa kemudian berjalan ke arah rumah makan yang sudah ditutup menggunakan garis polisi bersama dengan mayatnya masih di dalam sana.

Aku tidak tahu sejak kapan Chen Luoyang berada di dekat kami, dia kembali mengingatkanku, "Sebaiknya jangan bertingkah sembarangan di tempat kejadian ini."

"Iya… Oh ya bantu aku mencari alkohol."

"Untuk apa?"

"Itu akan berguna."

Chen Luoyang terlihat ragu-ragu tapi tidak bertanya lagi dan membantuku mencari alkohol.

Dia mengambil alkohol dari rak lalu aku mengambil kain penutup meja dan mencari gunting kemudian mengguntingnya menjadi lebih kecil. Setelah itu aku membuka botol alkohol dan memasukkan potongan kain ke botol lalu membalik botolnya sehingga kain itu basah.

Chen Luoyang seperti memahami apa yang ingin aku lakukan sehingga dia berjalan ke sebelahku untuk membantuku.

"Maaf merepotkan, tapi tolong bantu aku mencari tas ransel." kataku kepada Chen Luoyang.

Chen Luoyang bangkit berdiri lalu keluar dari rumah makan, tidak lama kemudian dia kembali membawa sebuah tas ransel berwarna hitam.

Tas ransel itu kosong lalu dia memasukkan beberapa botol alkohol tadi ke dalam tas lalu dia berkata kepadaku, "Kamu bisa pergi seorang diri? Bagaimana jika aku menemanimu? Aku bisa memanggil beberapa temanku untuk ikut bersama kita."

"Tidak perlu, jika tim khusus datang kamu harus berinteraksi dengan mereka."

"Tapi kamu seorang sendiri..."

"Aku tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir."

Kataku tanpa mengangkat kepala dan terus melakukan apa yang sedang aku lakukan.

Aku tidak tahu berapa botol yang diperlukan tapi semakin banyak maka akan semakin baik.

Aku memenuhi tas ransel dengan botol alkohol, mungkin ada sekitar 12 botol. Setelah menutup tas ransel, aku mengangkatnya dan mengenakannya.

Aku tidak membawanya di punggungku tapi di depan dadaku sehingga saat aku melihat scarab aku bisa dengan cepat mengeluarkan botol alkohol itu.

Aku memegang korek api di tanganku.

Setelah persiapan selesai, aku merasa sudah siap untuk berangkat.

Untuk memastikan korek api itu bisa digunakan, aku mencobanya terlebih dahulu. Korek api dapat berfungsi dengan baik, minyak yang ada di dalamnya juga masih banyak.

Chen Luoyang malah terlihat ragu-ragu dan bertanya, "Kamu yakin tidak apa-apa?"

"Hm."

"Di saat seperti ini kamu seharusnya membawa suamimu yang memiliki kekuatan super itu, jika ada dia kamu akan aman." saran Chen Luoyang.

Aku tersenyum tak berdaya, apa yang dikatakan Chen Luoyang tidak salah. Aku seharusnya meminta Yang Qin menemaniku tapi aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri.

Aku berhutang kepada si gendut, kepada penduduk desa. Aku rasa aku bisa menemukan 3 keluarga itu sendiri, jadi aku tidak perlu melibatkan Yang Qin.

Dia sudah melakukan banyak hal untukku dan aku ingin menyelesaikan masalah ini sendiri.

"Sudah kamu tidak perlu khawatir, kamu menunggu tim khusus saja!"

Setelah mengatakannya aku berjalan keluar dari rumah makan itu.

Chen Luoyang ikut berjalan keluar lalu berkata, "Tunggu sebentar, aku akan memanggil 2 temanku untuk menemanimu."

"Semakin banyak orang maka semakin beresiko, aku tidak ingin temanmu dalam bahaya!" setelah itu aku segera melambaikan tanganku dan berkata, "Kamu kembali saja, tidak perlu khawatir."

Hari ini langit sangat cerah...

Walaupun langit masih terang tapi mempertimbangkan ini adalah musim kawin para scarab, aku tidak bisa memastikan apakah mereka tidak akan keluar saat langit terang.

Aku merasa sedikit tegang tapi langkah kakiku malah cepat.

Aku pergi ke rumah keluarga Ziyang karena itu yang paling dekat. Dia hanya tinggal berdua bersama ibunya.

Rumah mereka berada di daerah selatan sehingga memerlukan beberapa menit untuk tiba di sana.

Aku berjalan dengan cepat dan saat tiba di rumahnya aku melihat pintu dan jendela rumahnya tertutup rapat.

Halaman rumah mereka sangat kecil sehingga tidak ada pintu gerbang tapi suasana halaman mereka sangat bersih. Walaupun rumah mereka adalah bangungan tua tapi dekorasinya cukup baik.

Aku masuk ke dalam halaman rumah mereka kemudian mengetuk pintu, setelah beberapa saat Ziyang membukakan pintu.

Wajahnya terlihat baru bangun tidur dan saat melihatku dia tertegun.

"Kamu…"

"Mamamu dimana?"

"Sepertinya masih tidur."

"Bangunkan mamamu, lalu kalian ikut denganku." kataku dengan panik.

Ziyang memegang belakang kepalanya lalu menguap dan berkata, "Mau apa ikut denganmu? Hari ini mamaku akan memasakkan daging babi rebus untukku. Setelah mamaku bangun dia akan memasak lalu aku akan makan dulu."

"Lain kali saja, sekarang keadaan desa sangat genting. Semua penduduk desa berkumpul di sebelah utara desa hanya kurang 3 keluarga yang belum berkumpul, salah satunya adalah kamu dan mamamu."

Ziyang tertegun dan bertanya, "Apa yang terjadi?"

"Di desa ada scarab, serangga yang berbahaya. Sudah ada yang meninggal karena scarab itu, untuk keselamatan kalian sebaiknya kamu cepat membangunkan mamamu dan pergi bersamaku."

Ziyang menggaruk kepalanya lalu tiba-tiba dia mengulurkan lehernya ke arahku lalu mengerutkan alisnya dan menutupi hidungnya lalu berkata, "Tubuhmu bau alkohol."

"Isi tas ranselku adalah alkohol."

"Untuk apa membawa alkohol sebanyak itu?"

"Untuk menyelamatkan orang."

"Menyelamatkan orang? Apa kamu tidak berlebihan?"

Ziyang begitu merepotkan karena dia tidak berhenti bertanya. Dengan tidak sabar aku berkata, "Cepat bangunkan mamamu, jangan membuang-buang waktu."

"Sebenarnya apa yang terjadi?"

"Cepat! Berhenti bicara omong kosong!"

Kataku dengan semakin tegas tapi karena suaraku sedikit keras, saat itu pintu kamar tiba-tiba terbuka lalu seorang perempuan kurus berjalan keluar, dia menggunakan baju tidur dan memicingkan matanya melihat ke arahku.

"Ada apa?" tanya wanita itu kepadaku.

"Tante Wang, di desa terjadi sesuatu sekarang semua penduduk desa berkumpul di sebelah utara desa jadi kalian sebaiknya juga cepat pergi ke sana."

Tante Wang tertegun dan bertanya lagi, "Apa yang terjadi?"

"Tante jangan bertanya sekarang, sebaiknya cepat berganti baju dan ikut denganku."

Raut wajahnya langsung berubah, kemudian dia melihat ke arah Ziyang dan mereka berdua kembali ke kamar untuk berberes. Saat keluar mereka berdua membawa tas ransel di punggung mereka.

Untung saja tante Wang dan Ziyang baik-baik saja, para scarab belum datang ke rumah mereka.

Untuk mempersingkat waktu, aku tidak mengantarkan tante Wang dan Ziyang ke tempat semua orang berkumpul, tapi jika membiarkan mereka pergi sendiri aku juga tidak tenang sehingga aku membawa mereka pergi ke rumah 2 keluarga lainnya.

Setelah itu aku ke rumah Lin Xiao.

Di rumah Lin Xiao ada 3 orang, keadaan ekonomi keluarganya tidak terlalu baik tapi mereka adalah keluarga yang hangat dan harmonis… aku selalu iri melihat keluarga mereka.

Saat tiba di rumah Lin Xiao pintu halaman tertutup rapat, tapi dindingnya tidak tinggi sehingga dengan berjinjit aku dapat melihat keadaan halaman rumahnya.

Halaman rumahnya cukup kacau, daun-daun berserakan dan pintu serta jendela rumahnya tertutup rapat.

Aku memiliki firasat buruk saat melihat rumah Lin Xiao, aku mengetuk pintunya dengan keras tapi tidak ada jawaban dan tidak ada yang membukakan pintu.