Chapter 365 of 406
Chapter 365 - Kasus Penculikan Berubah Menjadi Kasus Pembunuhan
5 min read1,165 words
"Kalau begitu sampai jumpa nanti malam!"
Yang Qin melambaikan tangannya ke arahku kemudian dia menutup kaca jendelanya dan langsung pergi.
Dia menyetir dengan sangat cepat hingga dalam sekejap mobilnya tidak terlihat lagi.
Aku merasa tidak tenang saat teringat ekspresi Yang Qin dan tiba-tiba aku merasa takut untuk pulang.
Dia pasti akan menindasku di atas ranjang dan itu berarti keesokan harinya seluruh tubuhku pasti akan kesakitan, membayangkannya saja membuat seluruh tubuhku merinding.
Tidak bisa! Malam ini aku akan menginap di asrama sekolah. Akan aku lihat apa yang dapat ia lakukan padaku.
Setelah aku memutuskan, aku berkata dengan yakin, "Iya, aku akan melakukan itu!"
Setelah selesai kelas, aku dan Liu Qiqi makan di kantin bersama, lalu aku ikut ke asrama bersamanya. Hu Shan ada kelas sehingga dia tidak ada di asrama. Di dalam kamar asrama sekarang hanya tersisa Hu Shan dan Liu Qiqi, semenjak aku dan Ouyang pergi tidak ada penghuni baru di kamar ini.
Liu Qiqi memiliki bantal dan seprai cadangan yang masih baru sehingga saat mendengar aku tidak ingin pulang, dengan senang hati ia mengeluarkan bantal dan seprai barunya kemudian meletakkannya di seberang ranjangnya lalu tersenyum sambil berkata, "Kalau begitu kamu tidur di seberangku saja."
"Terima kasih ya."
"Tidak perlu sungkan denganku."
Karena Liu Qiqi sudah tidak memiliki kelasl lagi, kami berdua berbincang-bincang di dalam kamar asrama. Tiba-tiba handphonenya berdering dan terburu-buru keluar.
Di dalam kamar asrama hanya tersisa aku seorang diri. Aku merasa sangat bosan sehingga aku mengambil 1 novel dari meja Liu Qiqi kemudian berbaring di atas ranjang sambil membaca novel tersebut dan tanpa sadar aku pun tertidur.
Aku tidak tahu telah tertidur berapa lama, tapi saat aku terbangun aku melihat ada seorang yang duduk di samping ranjangku. Awalnya aku mengira itu adalah Liu Qiqi tapi saat mendengar suaranya, aku langsung tahu dia bukan Liu Qiqi.
"Kakak."
Itu adalah suara perempuan yang lemah lembut.
Jika aku tidak salah ingat, itu adalah suara anak perempuan yang aku lihat di dalam taksi.
Aku langsung bangkit duduk sehingga dia terkejut dan berjalan menjauh ke arah pintu kamar asrama.
Aku mengusap mataku beberapa kali dan saat itu aku baru melihat dengan jelas siapa yang berdiri di depan pintu kamar asrama. Benar, itu adalah anak perempuan itu!
"Kamu?" kataku dengan terkejut.
Anak perempuan itu melangkah maju kemudian dia berkata, "Kemarin ada aura negatif yang sangat kuat di sebelah kakak jadi aku tidak berani mendekat jadi hari ini aku datang lagi untuk mencari kakak."
Aku ingat anak perempuan ini ingin aku membantu temanya, karena mabuk aku hampir saja melupakan hal ini.
"Itu… temanmu…"
"Aku akan beritahu keberadaannya, apa kakak bisa menyelamatkannya? Lebih baik jika lapor ke polisi, temanku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi." kata anak perempuan itu dengan panik.
Aku melihat ke arah anak perempuan itu dan menyadari dia tidak menggunakan alas kaki apapun sehingga kedua kakinya kotor, lalu ada luka dimana-mana.
"Kenapa tubuhmu bisa penuh dengan luka?"
Anak perempuan itu terdiam sesaat lalu dia bergumam, "Aku dan temanku di culik, orang yang menculik kami sudah gila. Dia selalu menyiksa kami dan sepertinya aku… sudah meninggal."
Kemudian aku bertanya lagi, "Kapan hal ini terjadi?"
"1 Minggu yang lalu."
"Kalian disekap dimana?"
…
Setelah memahami keadaan anak perempuan itu aku tidak berani menunda waktu lagi dan langsung menelpon Chen Luoyang, tapi sepertinya dia sedang sibuk karena walau sudah mengangkat teleponku dia terdengar masih bicara dengan orang lain.
Kemudian aku mendengar nama 'Lu Xiaodan' dan dengan cepat aku berkata, "Aku tahu keberadaan Lu Xiaodan."
Begitu Chen Luoyang mendengar perkataanku, cepat-cepat ia bertanya, "Apa? Kamu tadi bilang apa?"
"Aku bilang, aku tahu keberadaan Lu Xiaodan."
Nama anak perempuan itu adalah Lu Xiaodan dan temannya bernama Wen Yu, mereka berdua diculik 1 minggu yang lalu dan kedua keluarga mereka sudah melapor ke polisi.
Setelah menutup telepon, aku meninggalkan pesan untuk Liu Qiqi kemudian bergegas keluar dari kamar asrama.
Sekolahku berada di antara kantor polisi dan tempat Lu Xiaodan disekap jadi Chen Luoyang akan menjemputku di pintu gerbang sekolah untuk mendengarkan apa yang aku ketahui.
Setelah menunggu di pintu gerbang sekolah tidak lama kemudian ada 2 mobil polisi dan 1 mobil pribadi yang berhenti.
Mobil pribadi itu adalah milik Chen Luoyang. Saat aku melihat mobilnya, aku langsung naik ke dalam mobil. Lu Xiaodan juga ikut naik dan duduk di belakang.
Chen Luoyang tidak bisa melihat Lu Xiaodan tapi saat aku naik ke mobilnya dia langsung bertanya, "Bagaimana kamu bisa tahu tentang kasus penculikan ini?"
"Sekarang bukan lagi kasus penculikan tapi kasus pembunuhan."
Chen Luoyang membelalakkan matanya tidak percaya, "Kamu yakin?"
"Sudah jangan membuang waktu lagi, cepat jalan!"
Chen Luoyang menginjak pedal gas untuk melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
Kami pergi ke alamat yang diberikan oleh Lu Xiaodan kepadaku. Setelah 20 menit kami tida di tempat Lu Xiaodan dan Wen Yu disekap.
Mereka disekap di sebuah pabrik yang sudah tidak terpakai di pinggir kota. Pabrik itu sudah tidak terurus tapi rantai di pintu pabrik itu terlihat masih baru.
Saat mobil berhenti, Chen Luoyang langsung turun dari mobil dan dia mengeluarkan pistol dari pinggang belakangnya kemudian berlari ke arah pintu berantai besi baru.
Kemudian 2 mobil polisi datang dan ada 4 petugas polisi yang keluar dari mobil. Mereka mengikuti Chen Luoyang sambil membawa pistol di tangan mereka.
Chen Luoyang menarik rantai di pintu itu kemudian dia bertanya kepadaku, "Kamu yakin ini tempatnya?"
Aku melihat ke arah Lu Xiaodan lalu dia berkata, "Ini tempatnya." setelah memastikan hal itu aku baru menganggukkan kepalaku ke arah Chen Luoyang.
Tanpa berkata apa-apa lagi Chen Louyang menembak gembok yang ada di rantai besi itu.
Aku terkejut mendengar suara pistol Chen Luoyang yang begitu keras, begitu juga dengan Lu Xiaodan.
Kemudian gembok pintu itu hancur dan dengan cepat ia melepaskan rantai besi di pintu itu lalu mendorong pintu itu dan masuk ke dalam.
Keempat petugas polisi mengikuti Chen Luoyang memasuki pabrik itu kemudian mereka melihat ke sekeliling mereka.
Lu Xiaodan juga ikut masuk lalu dengan panik berkata, "Penculik itu tidak ada di sini, jadi kalian tidak perlu begitu waspada dan cepat selamatkan temanku!"
Chen Luoyang tidak dapat mendengar perkataan Lu Xiaodan sehingga aku dengan cepat menyampaikan perkataan Lu Xiaodan kepada Chen Luoyang, "Petugas Chen, penculiknya tidak ada di sini. Dia tidak mungkin mengunci dirinya sendiri dari luar kan? Cepat selamatkan korbannya."
Saat mendengar perkataanku Chen Luoyang dan 4 petugas polisi lainnya menjadi lebih relax kemudian dengan cepat berjalan masuk.
Pabrik itu cukup gelap dan ada banyak sampah dimana-mana. Para polisi menggunakan senter dan aku mengikuti mereka lalu mengarahkan sinar senter ke arah Lu Xiaodan.
Dia sangat familiar dengan jalan di pabrik ini lalu berlari ke arah salah satu ruangan.
Pintu ruangan itu sudah berkarat dan ada rantai yang tergantung di depan pintu itu.
Chen Luoyang kembali menggunakan pistolnya untuk membuka gembok pintu kemudian dia menendang pintu itu dan seketika tercium aroma yang menusuk dari dalam ruangan.
Aroma darah dan keringat bercampur menjadi 1, ditambah lagi tempat ini sudah lama tidak ditempati sehingga pengap dan lembab karena jamur… benar-benar membuat orang kesulitan bernafas.
Di dalam ruangan itu hanya ada 1 jendela kecil dan cahaya di ruangan itu berasa dari jendela tersebut.