Skip to content

Chapter 366 of 406

Chapter 366 - Satu Meninggal, Satu Terluka

4 min read1,120 words

Melalui cahaya yang masuk melalui jendela kecil itu, aku melihat ada 2 anak perempuan yang duduk di pojok ruangan.

Kedua tangan anak perempuan itu diikat dengan rantai dan rantai mereka dihubungkan ke mesin penghangat di pojok dinding.

Salah satu anak perempuan itu masih sadarkan diri. Dia meringkuk di pojok ruangan sambil memeluk anak perempuan satunya yang tidak sadarkan diri.

Keduanya menggunakan terusan berwarna putih dan seluruh tubuh mereka penuh dengan luka.

Anak perempuan yang kehilangan kesadarannya adalah Lu Xiaodan, sedangkan anak perempuan lainnya adalah Wen Yu.

"Wen Yu! Polisi sudah datang, aku berhasil meminta pertolongan." kata Lu Xiaodan dengan panik ke arah Wen Yu.

Wen Yu sama sekali tidak bisa melihat Lu Xiaodan, apa lagi mendengarnya.

Wen Yu melihat ke arah petugas polisi dengan tubuh gemetar.

Lu Xiaodan dan Wen Yu diculik 1 minggu yang lalu. Wen Yu terlihat sangat ketakutan dan kelelahan.

Setelah melihat dengan jelas bahwa mereka adalah petugas polisi, air mata Wen Yu mengalir keluar kemudian dia dan berteriak, "Cepat selamatkan Xiaodan, dia sudah tidur untuk waktu yang lama. Aku berusaha membangunkannya tapi dia tidak bangun juga…"

Chen Luoyang mengerutkan alisnya lalu dia mengulurkan tangannya untuk merasakan nafas Lu Xiaodan dan dengan tidak berdaya ia berkata, "Dia sudah…"

Chen Luoyang tidak meneruskan perkataannya. Ia menoleh dan berkata kepada beberapa petugas polisi di sampingnya, "Panggil ambulans, minta beberapa petugas polisi untuk datang kemarin dan menyegel tempat ini."

"Baik."

…

Setelah kurang lebih 10 menit, mobil ambulans datang dan kemudian Wen Yu dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa sedangkan Lu Xiaodan dibawa oleh tim forensik untuk diotopsi

Tempat kejadian telah disegel dengan garis polisi.

Petugas polisi di tempat kejadian mengambil gambar tempat kejadian dan mengumpulkan bukti-bukti.

Aku duduk di mobil Chen Luoyang menunggunya menyelesaikan pekerjaannya. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengatakan informasi pembunuh Lu Xiaodan.

"Pembunuhnya seorang laki-laki, umurnya sekitar 25 tahun, tingginya 175cm. Rumahnya…"

Sebelum aku menyelesaikan perkataanku Chen Luoyang memotong perkataanku dan bertanya, "Atas dasar apa kamu mengatakan semua itu?"

"Aku saranakan sebaiknya kamu mengikuti informasi yang aku berikan untuk menyusun rencana menangkap pembunuh itu."

"Tapi semua yang kamu katakan tidak ada dasarnya, lagi pula dari mana kamu tahu informasi pribadi pembunuh itu?" tanya Chen Luoyang keheranan.

Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya karena semua informasi itu aku dapatkan dari Lu Xiaodan tapi Lu Xiaodan sekarang tidak ada di sini. Dia ikut naik mobil ambulans karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Wen Yu… hingga sepertinya dia lupa bahwa keadaannya lebih serius daripada Wen Yu karena dia sudah meninggal.

Penyebab kematiannya masih belum diketahui karena masih menunggu hasil otopsi.

Chen Luoyang melihat ke arahku menungguku untuk menjawab, setelah berpikir sejenak akhirnya aku memutuskan untuk mengelak dan berkata, "Yang jelas aku tahu."

"Bagaimana kamu bisa tahu?"

Saat aku baru saja ingin mengatakan sesuatu Chen Luoyang berkata lebih dulu, "Jangan bilang kamu tahu dari hantu atau semacamnya, aku tidak akan mempercayainya."

"..."

Aku tidak bisa berkata apa-apa.

Chen Luoyang memalingkan pandangannya dariku dan mulai menyetir.

Kami kembali ke kota dan berhenti di sebuah rumah sakit. Chen Luoyang turun dari mobil kemudian dia melambaikan tangannya ke arahku dan berkata, "Ayo, ikut aku."

Aku tertegun, setelah menyelamatkan korban sekarang yang tersisa adalah menangkap pembunuhnya tapi itu adalah tugas polisi, sama sekali tidak ada hubungannya denganku.

Aku turun dari mobil lalu bertanya, "Kenapa aku harus ikut denganmu?"

"Kamu yang melaporkan kasus ini jadi kamu harus ikut untuk didata. Sekarang aku mau melihat keadaan anak perempuan itu jadi kamu bisa ikut pergi denganku atau kamu ingin menunggu di sini? Tapi aku tidak tahu akan memakan waktu berapa lama."

"... Baiklah."

Kebetulan aku juga berencana untuk bertemu dengan Lu Xiaodan.

Kami berdua masuk ke dalam rumah sakit, pemeriksaan Wen Yu sudah berakhir dan sekarang dia berada di kamar rawat inap. Orang tuanya juga sudah datang dan sedang berada di depan ranjang Wen Yu. Mereka terlihat begitu khawatir.

Lu Xiaodan berdiri di depan ranjang Wen Yu. Dia melihat ke arah orang tua Wen Yu dengan tatapan yang rumit.

Chen Luoyang berjalan masuk kemudian dia berjalan sampai ke depan ranjang Wen Yu kemudian memperkenalkan dirinya dan meminta Wen Yu untuk menjelaskan apa yang terjadi selama penculikan.

Wen Yu ingat bahwa yang menculiknya dan Lu Xiaodan adalah seorang laki-laki tapi karena pencahayaan di dalam pabrik terlantar itu dia tidak pernah melihat wajah laki-laki itu dengan jelas tapi dia ingat bahwa tinggi laki-laki itu kurang lebih 175 cm, selain itu suaranya terdengar serak.

Chen Luoyang membawa buku catatan dan mencatat semua yang dikatakan oleh Wen Yu.

Wen Yu melihat ke arah Chen Luoyang kemudian dia bertanya, "Bagaimana dengan Xiaodan? Bagaimana keadaannya?"

"Hm, dia…"

"Bagaimana keadaan Xiaodan? Dia baik-baik saja?"

Chen Luoyang terdiam beberapa saat dan akhirnya dia mengatakan tentang kematian Lu Xiaodan.

Wen Yu terlihat sangat terpukul dengan berita itu. Dia membuka selimutnya dan berusaha turun dari ranjang. Dia menangis dan berteriak mengatakan ingin bertemu dengan Lu Xiaodan. Chen Luoyang dan orang tuanya memerlukan waktu yang lama untuk menenangkannya.

Setelah akhirnya Wen Yu tertidur, Chen Luoyang berkata kepadaku, "Biarkan dia istirahat, ayo kita pergi."

Chen Luoyang berjalan ke arah pintu kamar rawat lalu membumbuka pintu dengan perlahan agar tidak mengganggu tidurnya.

Aku melihat ke arah Lu Xiaodan yang masih berdiri di depan ranjang Wen Yu, kedua matanya merah dan berkaca-kaca.

Sekarang Lu Xiaodan sepertinya sudah sadar sepenuhnya bahwa dia sudah meninggal jika tidak mana mungkin rohnya bisa datang mencariku, terlebih lagi dia bisa mengetahui alamat rumah pembunuhnya. Sudah jelas bahwa dia mengikuti pembunuh itu karena dia mengetahui segala hal tentang pembunuh itu, setelah itu dia baru datang mencariku.

Atau mungkin dia secara kebetulan menemukanku atau mungkin karena hal lain aku juga tidak tahu tapi untung saja aku bisa membantu Lu Xiaodan dan Wen Yu... setidaknya aku berhasil menyelamatkan Wen Yu.

Aku berdeham kemudian Lu Xiaodan melihat ke arahku. Aku memberi kode agar dia ikut keluar denganku. Lu Xiaodan menganggukkan kepalanya kemudian setelah melihat Wen Yu untuk terakhir kalinya lalu dia mengikutiku keluar.

Chen Luoyang menungguku dengan sabar. Saat melihatku keluar, dia berjalan ke mobil tapi aku memanggilnya dan berkata, "Tunggu aku di mobil, aku mau ke kamar mandi dulu."

Setelah Chen Luoyang berjalan cukup jauh, aku menemukan kamar mandi dan setelah memastikan tidak ada orang di sana aku bertanya kepada Lu Xiaodan, "Kamu yakin dengan semua yang kamu katakan kepadaku tentang pembunuh itu?"

Lu Xiaodan menganggukkan kepala lalu berkata, "Aku mengikutinya sepanjang hari jadi aku sangat yakin, aku tidak mungkin salah."

"Baiklah kalau begitu, aku pasti akan mencari cara untuk menyampaikan hal ini kepada pihak kepolisian." setelah mengatakan ini aku berhenti, aku merasa ragu-ragu untuk mengatakan ini tapi aku harus mengatakannya, "Mayatmu… sekarang ada di tempat tim forensik, orang tuamu sudah pergi untuk memastikan identitasmu. Aku rasa kamu sebaiknya ikut denganku untuk melihat mereka yang terakhir kalinya."

Saat mendengar perkataanku, Lu Xiaodan bergumam, "Ternyata aku benar-benar sudah meninggal."