Skip to content

Chapter 368 of 406

Chapter 368 - Makan Malam Bertiga 1

5 min read1,159 words

"Tidak perlu, malam ini aku ingin tidur seorang diri jadi kamu naik ke lantai 2 saja, ya?" kataku dengan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan Yang Qin.

Tapi Yang Qin malah tersenyum lebar dan tubuhnya semakin mendekat ke arahku hingga akhirnya tubuhnya yang dingin menyentuh tubuhku.

"Nyonya besar sudah sibuk sepanjang hari, mana mungkin aku tega meninggalkanmu seorang diri."

"Ini tidak termasuk meninggalkan aku."

"Aku sudah bilang malam ini aku akan 'Memberimu pelajaran'." kata Yang Qin.

Aku berdeham dan sebelum aku mengatakan apapun Yang Qin sudah menciumku.

…

Keesokan harinya saat aku membuka mata, aku melihat sebuah benda bulat berbulu.

Aku mengusap mataku dan berusaha untuk melihat dengan lebih jelas. Benda berbulu itu adalah Qiuqiu.

Qiuqiu melewati hari-harinya dengan sangat senang. Setiap hari dia hanya makan dan tidur. Terkadang dia bermain ke halaman, setelah kembali dia akan makan kemudian tidur lagi.

Qiuqiu sekarang jauh lebih gendut, tubuhnya bulat seperti bola.

Qiuqiu mengeong kemudian dia berbaring di sebelahku dengan nyaman. Ia mengarahkan pantatnya ke wajahku dan menggoyang-goyangkan ekornya.

Aku menggeser tubuh Qiuqiu tapi dia kembali mendekat.

Aku bangkit duduk dan seluruh tubuhku terasa sangat sakit.

Saat aku ingin meregangkan tubuhku tiba-tiba pintu kamar terbuka, Yang Qin berjalan masuk dan tersenyum hangat ke arahku.

"Matahari sudah bersinar tinggi, ayo bangun."

"..."

"Cepat bangun!"

"..."

Aku benar-benar beruntung tidak meninggal kemarin malam karena Yang Qin, jika tidak maka aku tidak akan bisa melihat wajahnya yang tampan seperti ini.

Aku memalingkan pandanganku darinya dan kembali berbaring.

Lagi pula hari ini aku tidak ada kelas pagi jadi aku tidak terburu-buru dan ingin kembali tidur.

"Ji Sixi!"

"Hari ini kamu antarkan Qinxue ke taman kanak-kanak saja." kataku kepada Yang Qin seolah memerintahnya.

Yang Qin mengangkat alisnya dan berjalan masuk hingga ke samping ranjangku lalu dia melihat ke arahku dan dengan wajah serius berkata, "Sekarang sudah pukul 10 lewat 20 menit, Qinxue sudah pergi ke taman kanak-kanak sejak tadi pagi. Bukankah sekarang kamu seharusnya sudah bangun?"

"Aku ingin tidur lagi."

Kemarin malam Yang Qin menindasku dan membuatku begitu kelelahan hingga seluruh tubuhku sakit, karena aku tidak memiliki kelas pagi jadi aku ingin tidur lagi.

"Aku sudah masak untukmu, aku memasak daging babi rebus kesukaanmu."

Saat mendengar hal itu seluruh bulu kudukku berdiri dan dengan cepat memejamkan mataku berpura-pura tidur.

Yang Qin kemudian mengulurkan tangannya lalu aku berbalik badan memunggunginya.

"Apa kamu tetap akan melakukan ini?"

"Aku mengantuk."

"Yang benar?" kemudian tiba-tiba Yang Qin memegang belakang leherku lalu menggendongku.

"Aku mengantuk!"

Aku berusaha memberontak tapi Yang Qin tetap menggendongku dan berjalan keluar dari kamar tamu lalu membawaku ke ruang makan.

Saat terpikir bahwa aku akan makan masakan Yang Qin, aku langsung merasa gelisah.

"Aku tidak lapar dan sekarang tidak selera makan. Nanti setelah aku tidur dan bangun aku baru akan makan. Ya? Ya?" kataku berusaha berdiskusi dengan Yang Qin, tapi dia malah tertawa tanpa mengatakan apapun dan terus berjalan.

Saat masuk ke dalam ruang makan, Yang Qin menurunkanku di atas kursi lalu dia memberiku sepasang sumpit. Di depanku ada sebuah piring yang berisi benda berwarna hitam, Yang Qin tersenyum kemudian berkata, "Cobalah."

Saat melihat isi piring itu aku langsung kehilangan nyaliku untuk memakannya.

"Ehm, Yang Qin… ini makanan untuk manusia kan?" tanyaku kepada Yang Qin.

Yang Qin kemudian menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Aku memasak mengikuti resep, memang penampilannya tidak menarik tapi bukan berarti rasanya tidak enak."

"..."

Dengan penampilan seperti ini apa rasanya bisa enak?

Aku mengulurkan sumpit di tanganku kemudian mengambil sepotong daging dan memasukkannya ke dalam mulutku… Rasanya sangat berminyak, sangat asin dan di saat yang sama sangat manis.

Ini adalah daging babi rebus yang tidak akan pernah bisa aku lupakan seumur hidupku!

Tang Qin melihat ke arahku kemudian dia tersenyum dan bertanya, "Bagaimana rasanya?"

Dia masih berani bertanya padaku bagaimana rasanya?! Singkatnya adalah makanan ini sangat tidak enak!

Aku memaksakan diriku mengunyah beberapa kali lalu menelannya dengan susah payah. Kemudian dengan canggung aku tersenyum dan menjawab, "Lumayan. Aku sudah mencobanya, sekarang aku bisa kembali tidur kan?"

"Tidak."

"..."

Akhirnya di bawah pengawasan Yang Qin aku menghabiskan masakannya dengan begitu tersiksa.

Setelah selesai makan, aku naik ke lantai 2 untuk membersihkan diri. Saat aku keluar dari kamar mandi, handphoneku berbunyi.

Aku melihat layar handphoneku dan itu telepon dari Chen Luoyang.

Saat aku baru mengangkat teleponnya aku langsung mendengar suara Chen Luoyang yang antusias, "Pembunuhnya sudah tertangkap."

"Syukurlah kalau begitu."

"Dia sudah mengakui kejahatannya."

"Hm."

Kemudian kami berdua terdiam lalu saat aku akan berbicara sesuatu Chen Luoyang bertanya, "Hari ini kamu ada waktu? Jika ada mau makan malam bersama?"

"Aku…"

Sebelum aku menjawab tiba-tiba ada yang mengambil handphoneku dari tanganku.

Aku menoleh dan melihat yang mengambil handphoneku adalah Yang Qin. Dengan wajah datar dia mengaktifkan mode pengeras lalu berkata dengan dingin, "Kamu tidak perlu mengajaknya makan malam bersama, istriku sibuk dengan tugas sekolahnya."

Lalu aku mendengar Chen Luoyang tertawa dan dia menjelaskan, "Jangan salah paham, aku hanya ingin berterima kasih saja. Begini saja malam ini kita makan malam bertiga, bagaimana menurutmu?"

Awalnya aku mengira Yang Qin akan menolaknya dan langsung menutup telepon Chen Luoyang tapi aku tidak menyangka bahwa dia akan menyetujui ajakan Chen Luoyang.

Setelah menentukan tempat dan waktu pertemuan, Yang Qin menutup teleponnya. Dia melempar handphoneku ke atas ranjang lalu dia melihat ke arahku dan bertanya dengan suara dingin, "Kamu pergi ke sekolah?"

"Tentu saja pergi!"

"Aku peringatkan ya, sekarang sudah pukul 11 lebih 50 menit jadi masih ada 2 jam 10 menit sebelum kelasmu dimulai."

"Lalu?"

"..."

"Masih ada 2 jam lebih jadi aku tidak mungkin terlambat, apa yang membuatmu panik?"

"Sebelum mengantarmu ke sekolah kita harus pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan sehari-hari, apa menurutmu kamu sekarang memiliki banyak waktu?" kata Yang Qin dengan tegas.

Aku tidak bisa mengatakan apapun lalu berbalik badan dan duduk di meja rias lalu mengeringkan rambutku.

...

Kelas siang itu sangat membosankan, aku selesai kelas pukul 5 sore.

Yang Qin menelponku tepat saat bel tanda pelajaran selesai berbunyi.

Yang Qin sudah menungguku di pintu gerbang sekolah.

Dengan cepat aku keluar dari ruang kelas lalu berlari ke arah gerbang sekolah.

Aku rasa hari ini matahari terbit dari barat, Yang Qin menjemputku dengan mobil sport berwarna merah. Selain itu dia menggunakan setelan jas dan menggunakan kacamata hitam. Dia juga menata rambutnya.

Yang Qinxue duduk di dalam mobil, saat melihatku dia langsung melambaikan tangannya dengan antusias.

"Mama, mama…"

Aku menghampirinya kemudian mencium pipinya.

Yang Qinxue tertawa kemudian aku duduk di kursi belakang. Dia menoleh ke arahku kemudian mencibirkan bibirnya dan dengan kesal berkata, "Mama, papa mau menitipkanku ke tempat paman tampan. Kalian ingin pergi makan tapi malah meninggalkanku."

Yang dimaksud oleh Yang Qinxue dengan 'Paman tampan' adalah Shang Liqi, karena sejak dia kecil dia selalu mendengar Shang Liqi menyebut dirinya tampan karena itu Yang Qinxue menyebut Shang Liqi dengan sebutan 'Paman tampan'.

"Kalian tidak tahu apa, paman tampan itu hanya memesan makanan dari luar dan setiap kali selalu memesan mie goreng. Lebih enak telur mata sapi buatan papa."

Aku terbelalak saat mendengar Yang Qinxue memuji masakan Yang Qin.

Aku khawatir setelah mendapat pujian, Yang Qin akan terus memasak di kemudian hari...