Chapter 369 of 406
Chapter 369 - Makan Malam Bertiga 2
4 min read1,114 words
"Kalau begitu besok papa akan memasak untukmu, bagaimana?" kata Yang Qin sambil mengusap kepala Yang Qinxue, sorot matanya terlihat begitu lembut.
Yang Qinxue yang sebelumnya mencibirkan bibirnya sekarang dia tersenyum lebar lalu berkata, "Hm! Janji ya!"
"Iya!"
"Janji jari kelingking!"
Saat itu Yang Qin sedang menyetir, dia tersenyum kecil lalu menolehkan kepalanya melihat ke arah Yang Qinxue dan mengulurkan jari kelingkingnya lalu melingkarkannya pada jari kelingking dengan Yang Qinxue. Saat Yang Qin akan menarik tangannya dia dengan cepat berkata, "Tunggu kita perlu mengesahkannya dengan stempel."
Kemudian Yang Qin menekankan ibu jarinya pada ibu jari Yang Qinxue sebagai bentuk stempel untuk mengesahkan perjanjian mereka.
"Terima kasih papa."
"Cium papa." kata Yang Qn sambil tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke arah Yang Qinxue.
Yang Qinxue kemudian mencium pipi Yang Qin. Yang Qin tersenyum dan dia kembali fokus menyetir.
Tidak lama kemudian kami tiba di perusahaan Shang Liqi.
Shang Liqi akhir-akhir ini tinggal di perusahaannya walaupun tidak ada pekerjaan apapun. Dia tinggal disana karena malas pulang ke apartemennya.
Meng Tian tinggal di apartemen Shang Liqi, jadi setiap hari dia datang ke perusahaan kemudian setelah selesai dia kembali ke apartemen Shang Liqi. Dia juga menyiapkan makanan untuk Shang Liqi setiap harinya, benar-benar seperti seorang istri yang baik.
Pintu perusahaan Shang Liqi terbuka dan saat berjalan masuk aku dapat mencium aroma harum.
Terdengar suara orang memasak dari arah dapur dan pintunya setengah terbuka sehingga aku dapat melihat Meng Tian sedang ada di dapur, sedangkan Shang Liqi seperti kakek-kakek yang berbaring di atas sofa sambil bermain game di handphonenya.
"Paman tampan!" teriak Yang Qinxue.
Aku menggandeng tangan Yang Qinxue naik ke lantai atas tapi sesaat dia melihat Shang Liqi dia langsung melepaskan tanganku dan berlari ke arah Shang Liqi lalu melihat game yang sedang dimainkan oleh Shang Liqi.
Shang Liqi melihat ke arah Yang Qinxue lalu dia tersenyum dan berkata, "Qinxue sudah datang!"
"Paman tampan, paman sedang main apa?"
"Game!"
"Seru?"
"Paman tampan sedang bosan jadi tidak tahu apa yang harus dilakukan selain bermain handphone." kemudian Shang Liq menghela nafas dan berhenti bermain game kemudian ia bangkit duduk dengan lemas.
Shang Liqi menggendong Yang Qinxue dan membantunya duduk di atas sofa lalu dia mengelus-elus kepala Yang Qinxue dan berkata, "Paman dengar hari ini paman harus menjaga 1 anak nakal, kamu orangnya?"
Yang Qinxue mencibirkan bibirnya dan berkata, "Siapa bilang aku nakal? Aku sangat penurut."
"Kata papamu!" kata Shang Liqi sambil menunjuk ke arah Yang Qin.
Yang Qin memalingkan pandangannya kemudian dia duduk di sofa di depan Shang Liqi kemudian berkata, "Selalu saja berisik."
"Aku bicara kenyataan, jika bukan karena Qinxue nakal kenapa kalian tidak mengajaknya?"
"Tidak bisa."
"Itu berarti karena dia terlalu nakal."
"..."
Yang Qin hanya diam kemudian Yang Qinxue mencibirkan bibirnya dan berkata, "Paman tampan, jika paman terus mengatakan bahwa aku nakal maka aku tidak akan menyukai paman lagi."
"Tidak apa-apa jika kamu tidak menyukai paman, yang penting paman tetap menyukaimu." kata Shang Liqi sambil tersenyum sambil mencubit pipi Yang Qinxue dan menggodanya, "Lagi pula mana mungkin kamu memiliki alasan untuk tidak menyukai paman?"
"Ih!" Yang Qinxue memalingkan wajahnya kemudian dia mengangkat dagunya dengan angkuh dan berkata, "Hari ini aku harus tinggal bersama paman tapi aku memiliki beberapa syarat. Pertama, aku tidak mau makan makanan pesan antar. Kedua, aku ingin tidur bersama tante Meng Tian. Ketiga…"
"Tunggu, tunggu!" potong Shang Liqi, kemudian dia melihat ke arah Yang Qin dan bertanya, "Jika aku tidak salah ingat kamu yang meminta bantuanku untuk menjaga anak ini, tapi kenapa dia yang mengajukan persyaratan?"
"Memangnya kenapa?"
"Yang Qin, kamu…"
"Aku sudah mengantarnya, tolong jaga dia ya." kata Yang Qin, kemudian tanpa menunggu Shang Liqi mengatakan apapun dia bangkit berdiri kemudian melingkarkan tangannya di pundakku dan berkata kepada Yang Qinxue, "Papa mama pergi dulu ya, kamu baik-baik di sini ya tidak boleh menindas paman tampan. Mengerti?"
Yang Qinxue tertawa lalu menjawab, "Papa tenang saja, aku tidak mungkin menindas paman tampan."
Aku tidak percaya mendengar hal itu karena walaupun Yang Qinxue di depan Yang Qin sangat penurut tapi di belakang Yang Qin, dia suka sekali membuat masalah. Dia tidak akan berhenti sebelum membuat Shang Liqi marah hingga meledak-ledak.
Aku merasa tidak tenang kemudian mengingatkan Yang Qinxue sekali lagi, "Qinxue, kamu harus menurut ya."
"Iya."
Yang Qinxue tersenyum kemudian dia berbaring di atas sofa dan menggunakan kaki Shang Liqi sebagai bantalnya lalu melihat ke arah Shang Liqi dan berkata, "Paman tampan, aku penurut kan?"
Shang Liqi tersenyum kecil kemudian dia melambaikan tangannya ke arahku dan Yang Qin lalu dengan tidak sabar berkata, "Kalian cepat pergi, setelah selesai cepat kembali dan jemput nona besar ini."
Yang Qinxue pernah memecahkan beberapa vas bunga miliknya, membuat cat warnanya berserakan di lantai… saat itu Shang Liqi sudah sangat marah tapi dia tetap bersikap lembut kepada Yang Qinxue.
Karena itu aku dan Yang Qin merasa tenang jika menitipkan Yang Qinxue kepada Shang Liqi.
Setelah keluar dari perusahaan Shang Liqi, Yang Qin merapikan kerah bajunya kemudian menoleh ke arahku dan bertanya, "Bagaimana penampilanku?"
Aku melihat dari atas kepala hingga ujung kaki kemudian tersenyum dan berkata, "Kamu kenapa hari ini? Kita kan hanya makan malam bersama Chen Luoyang, apa kamu harus begitu memperhatikan penampilanmu?"
"Tentu saja harus memperhatikannya." kata Yang Qin dengan angkuh kemudian dia berjalan sambil membusungkan dadanya.
Aku tidak tahu harus mengatakan apa...
…
Kami berjanjian dengan Chen Luoyang pukul 6 sore dan kami tiba di restoran lebih awal 10 menit.
Seorang pelayan mengantarkan kami ke sebuah ruangan, awalnya aku mengira Chen Luoyang belum datang tapi ternyata dia sudah tiba lebih dahulu.
Aku cukup terkejut melihat Chen Luoyang menggunakan setelan jas dan sepatu kulit, dia juga menata rambutnya… aku tidak pernah melihatnya berpenampilan seperti ini.
Saat melihat aku dan Yang Qin masuk ke dalam ruangan, Che Luoyang bangkit berdiri dan menyambut kami.
"Duduklah." kata Chen Luoyang dengan sopan kemudian dia meminta pelayan untuk membawakan buku menu.
Ruangan itu tidak terlalu besar, mejanya berbentuk kotak untuk 4 orang. Dekorasi ruangan terlihat mewah dan elegan, semua meja dan kursi terbuat dari kayu.
Kami bertiga duduk kemudian tidak lama kemudian memesan makanan, setelah itu ada pelayan yang menuangkan teh untuk kami.
Chen Luoyang sedang melihat daftar minuman lalu dia bertanya kepada kami, "Mau minum apa?"
Yang Qin kemudian menjawab: "Apa saja."
"Kalau begitu kita minum arak saja!"
"Jangan minuman alkohol."
"Jangan begitu, jika tidak minum alkohol terasa ada yang kurang. Kita minum sedikit saja, bagaimana?"
"..."
Yang Qin tidak bisa makan ataupun minum, aku sangat heran kenapa dia menyetujui ajakan Chen Luoyang untuk makan malam bersama. Bukankah jika dia tidak makan dan minum apapun di depan Chen Luoyang maka akan terasa canggung?
"1 botol arak Jian nan chun." pesan Chen Luoyang sambil mengembalikan buku menu kepada pelayan.
Pelayan itu menganggukan kepalanya kemudian mengambil buku menu dari tangan Chen Luoyang dan berkata, "Baik, mohon ditunggu sebentar."