Skip to content

Chapter 371 of 406

Chapter 371 - Imitasi Yang Qin?

5 min read1,139 words

"Itu berarti semua orang yang ada di dokumen dan foto-foto ini benar-benar dirimu, kan?" tanya Chen Luoyang degan ragu-ragu.

Yang Qin tersenyum lalu menjawab, "Data yang ada di dokumen ini adalah milikku tapi foto-foto itu bukan aku."

"Tapi yang ada di foto itu sama persis denganmu." kata Chen Luoyang dengan sedikit panik.

Yang Qin dengan santai kembali berkata, "Orang yang ada di foto itu bukan aku."

"Bagaimana kamu bisa membuktikannya?"

Yang Qin kemudian mengangkat jari telunjuknya dan menggerakkannya untuk memanggil Chen Luoyang lalu berkata, "Kemari."

Chen Luoyang mengerutkan alisnya kemudian dengan wajah waspada bertanya, "Kamu mau melakukan apa?"

"Aku menyuruhmu mendekat." kata Yang Qin sekali lagi dengan lebih tegas.

Chen Luoyang masih duduk dan tidak terlihat akan bergerak sama sekali. Yang Qin mulai kehilangan kesabarannya kemudian dia menjentikkan jarinya dan seketika kursi Chen Luoyang bergerak dengan cepat ke sebelah Yang Qin.

Chen Luoyang begitu terkejut dan saat dia akan bangkit berdiri, Yang Qin menahannya.

Kemudian Yang Qin mengambil handphonenya yang ada di atas meja setelah itu dia membuka fitur kamera lalu dia mengarahkan kameranya ke arah dirinya dan Chen Luoyang.

Aku mengulurkan leherku dan melihat layar handphone Yang Qin dan aku hanya melihat Chen Luoyang, Yang Qin sama sekali tidak terekam oleh kamera.

Saat melihat itu Chen Luoyang sangat terkejut dan bertanya, "Apa yang terjadi?"

"Kamu sudah lihat dengan jelas kan? Tidak ada kamera yang bisa merekam atau memfoto diriku, kecuali dalam keadaan tertentu."

Keadaan tertentu yang dimaksud Yang Qin adalah saat dia tertidur dalam waktu panjang setelah menggunakan kekuatannya dengan berlebihan.

Kemudian Chen Luoyang kembali melihat foto-foto yang dia dapatkan, dan semuanya sama persis dengan Yang Qin. Bahkan ada beberapa foto yang terlihat menggunakan pakaian modern jadi pasti waktu mengambilnya tidak terlalu lama, selain itu sudut pengambilan foto itu terlihat didapatkan secara diam-diam.

Aku tidak bisa memahaminya, begitu pula dengan Chen Luoyang.

"Jika kamu tidak bisa difoto, lalu siapa orang ini?"

Yang Qin melihat ke arahnya lalu menjawab dengan dingin, "Kamu bertanya padaku lalu aku harus bertanya pada siapa?"

Aku menarik tangan Yang Qin dan berbisik, "Itu benar bukan kamu?"

"Bukan."

"Lalu siapa?"

"Tidak tahu."

Jawaban Yang Qin membuatku sedikit terkejut, ternyata ada juga hal yang dia tidak ketahui di dunia ini?

Chen Luoyang mengeluarkan handphonenya dari dalam kantongnya lalu dia membuka fitur kamera dan mengarahkannya ke arah Yang Qin, kemudian dengan terkejut ia berkata, "Benar-benar tidak muncul."

Yang Qin menghela nafas dan berkata dengan tidak sabar, "Kamu tidak perlu meragukan perkataanku."

"Mana bisa aku tidak ragu."

Chen Luoyang mengatakan itu sambil membawa kursinya ke tempatnya semula lalu dia mengeluarkan semua dokumen dari amplop sekali lagi dan meletakkannya di atas meja.

Kemudian dia mengangkat beberapa foto dan bertanya kepada Yang Qin, "Kamu lihat dengan seksama, kamu yakin ini bukan kamu?"

"Aku yakin."

"Tidak mungkin, aku sengaja menyewa detektif profesional…" sebelum Chen Luoyang menyelesaikan perkataannya dia berhenti bicara.

Yang Qin mengangkat alisnya kemudian tertawa sambil bertanya, "Jadi untuk menyelidikiku kamu sampai menyewa seorang detektif?"

Chen Luoyang berdeham lalu dia tertawa sambil menjawab, "Aku hanya ingin lebih mengenal dirimu."

"Untuk apa?"

"Aku penasaran kepadamu!"

"Dasar gila!"

"..."

Makanan mulai memenuhi meja sehingga Chen Luoyang kembali merapikan dokumen dan foto-foto di atas meja.

Setelah pelayan menyajikan semua makanan di atas meja, Chen Luoyang memberikan foto-foto itu kepadaku lalu dia membuka dokumen dan bertanya kepada Yang Qin, "Jadi kamu bilang foto-foto itu bukan dirimu, lalu bagaimana dengan dokumen ini?"

"Dokumen itu tentang diriku, tapi foto yang ada di dokumen itu bukan fotoku melainkan hasil dari lukisan."

Aku mengulurkan leherku dan melihat foto yang ada di dokumen itu sebagian besar adalah foto kartu identitas dan beberapa berwarna hitam putih sehingga tidak terlalu jelas jadi jika dilihat sekilas tidak akan ada yang tahu bahwa itu foto asli atau hasil lukisan.

Diantara foto-foto di dokumen itu ada foto Yang Qin seorang diri, foto itu sama sekali tidak terlihat hasil lukisan karena terlihat begitu nyata. Di foto itu Yang Qin menggunakan pakaian hitam dan model rambutnya terlihat seperti orang pedesaan.

Aku berbisik kepada Yang Qin dan bertanya, "Siapa yang melukismu?"

Yang Qin mengangkat alisnya kemudian menjawab, "Keluarga Shang, lebih tepatnya kakek Shang Liqi."

"Hubunganmu dengan keluarga Shang sepertinya sangat dalam."

"Tentu saja."

Saat Chen Luoyang mendengar kami berdua berbisik-bisik, dia menghampiri kami lalu bertanya, "Kalian bicara apa di belakangku?"

Yang Qin melihat ke arahnya kemudian tanpa sadar Chen Luoyang melangkah mundur. Seperti dia mulai percaya bahwa Yang Qin memang adalah hantu.

"Aku sangat penasaran darimana kamu mendapatkan detektif itu, dia tidak hanya mendapatkan dataku tapi dia bahkan mendapatkan foto peniru itu."

Yang Qin terlihat meragukan sesuatu.

Chen Luoyang terlihat kebingungan juga seolah dia tidak terlalu memahami situasi saat ini.

"Aku juga tidak tahu, nanti aku akan menanyakan hal ini kepadanya."

"Sebaiknya kamu memang menanyakannya." kata Yang Qin dengan wajah suram.

Saat itu handphone Yang Qin berbunyi, ada nomor yang tidak dikenal menelponnya.

Yang Qin bangkit berdiri kemudian mengangkat telepon itu di luar.

Saat Yang Qin baru saja keluar dari ruangan, Chen Luoyang duduk di sebelahku dan bertanya, "Dia benar-benar hantu?"

"Hm."

"Lalu kamu benar-benar penangkap hantu? Kalau begitu coba taklukan dia, aku ingin melihatnya."

"Kamu sudah gila ya?" kataku dengan kesal.

Dia ingin aku menaklukan Yang Qin? Walaupun ada 100 Ji Sixi sekalipun aku tetap tidak akan berani melakukannya.

"Shang Liqi sering membawa jimat atau semacamnya, apa kamu juga punya? Jika ada nanti coba kamu tempelkan ke tubuh Yang Qin, aku ingin melihat reaksinya. Jika dia benar-benar adalah hantu maka dia pasti menunjukkan reaksi kan."

"Kamu sudah bosan hidup? Atau kamu ingin aku cepat meninggal?" kataku kepada Chen Luoyang sambil melihat ke arahnya.

Aku mendorongnya kemudian berkata, "Kembali ke tempatmu dan jauhi aku, jangan bicara lagi denganku karena aku tidak ingin mempedulikanmu."

Chen Luoyang mencibirkan bibirnya tapi akhirnya dia menurut dan kembali ke tempatnya.

Kemudian saat teringat foto yang diambil oleh detektif itu, seketika aku merasa sedikit takut.

Apakah di dunia ini benar-benar ada orang yang sama persis dengan Yang Qin?

Foto itu masih ada di tanganku dan aku tidak bisa menahan diri untuk menundukkan kepalaku dan melihat foto itu dengan seksama.

Sulit untuk mengatakan bahwa orang yang ada di foto ini bukan Yang Qin tapi di telinga kanan laki-laki di foto itu terdapat tahi lalat, sedangkan Yang Qin tidak memilikinya.

"Laki-laki ini memang bukan Yang Qin!" gumamku, kemudian aku mengangkat kepalaku melihat ke arah Chen Luoyang ingin bertanya tentang detektif yang mengambil foto itu tapi dia mengangkat tangannya dan berkata, "Kamu tadi tidak ingin bicara denganku, sekarang aku yang tidak mau bicara denganmu."

"..."

Chen Luoyang membalasku? Dia bahkan mengangkat dagunya dan terlihat angkuh...

"Detektif itu…"

"Makan." kemudian Chen Luoyang mengangkat sumpitnya dan mulai makan. Dia sama sekali tidak mempedulikanku.

Aku berdeham lalu berkata, "Aku menarik kembali perkataanku."

"Perkataan apa?"

"Perkataan 'Aku tidak ingin mempedulikanmu."

Chen Luoyang meletakkan sumpitnya lalu duduk dengan tegak dan berkata, "Baik, tapi sebelum kamu bertanya jawab dulu pertanyaanku."

"Katakan."

"Yang Qin benar-benar seorang hantu?"

"Iya."

"Kamu menikah dengan hantu?"

"Iya."