Skip to content

Chapter 372 of 406

Chapter 372 - Waktu Berdua

4 min read1,122 words

Chen Luoyang terlihat gemetar lalu dia mengangkat gelas arak di depannya dan meminumnya.

"Kamu sudah selesai bertanya, sekarang giliranku bertanya, kan?"

Chen Luoyang meletakkan gelas arahnya kemudian sambil menuangkan arak lagi dia berkata, "Katakan apa pertanyaanmu."

"Apa kamu bisa memberikan kontak detektif itu kepadaku?"

"Kamu ingin menyelidiki apa?"

"Tidak ada, aku hanya ingin mendapatkan kontaknya. Kamu mau memberikannya atau tidak?"

Chen Luoyang melihat ke arahku kemudian dia mengeluarkan dompet dari dalam tasnya lalu dia membukanya dan mengeluarkan sebuah kartu nama dan melemparkannya ke arahku lalu berkata, "Ambil ini."

Aku mengambil kartu nama itu lalu memasukkannya ke dalam kantongku dan berkata kepada Chen Luoyang, "Terima kasih."

"Sama-sama, tapi kamu memerlukan kontaknya untuk apa?"

"Bukan apa-apa."

Saat mengetahui ada orang di dunia ini yang memiliki wajah sama persis dengan Yang Qin, aku merasa aneh. Jadi aku ingin tahu siapa orang itu dan bagaimana dia bisa memiliki wajah yang sama persis dengan Yang Qin.

Saat sedang memikirkan itu, Yang Qin masuk.

Dia sudah selesai menelpon dan langsung duduk di sebelahku.

Saat teringat dia mengangkat nomor asing membuatku tidak bisa menahan diri dan bertanya, "Siapa yang telepon?"

"Orang tua itu?"

"Orang tua itu?" aku tidak bisa memahami siapa yang dimaksud oleh Yang Qin.

Yang Qin kemudian tersenyum dan menjelaskan, "Kakek Qinxue, dia meminjam handphone orang yang lewat di jalan."

"Ha?" kataku dengan sangat terkejut.

Jadi orang tua yang dimaksud oleh Yang Qin adalah raja Yan, jadi raja Yan juga bisa menggunakan benda-benda berteknologi canggih?

Saat itu Chen Luoyang dengan penasaran bertanya, "Kakek Qinxue itu berarti papamu? Kamu adalah hantu maka papamu…"

"Coba tebak."

"..."

Chen Luoyang menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan makan. Saat dia melihatku dan Yang Qin tidak makan, dia berkata, "Kalian makan juga! Aku mengundang kalian keluar untuk makan kenapa malah diam saja?"

Aku dengan cepat mengangkat sumpitku tapi Yang Qin tetap duduk diam.

Chen Luoyang kemudian tiba-tiba berkata: "Astaga Ji Sixi, aku tiba-tiba baru tersadar. Kamu tidak hanya menikah dengan hantu tapi kamu juga memiliki seorang putri dengan…"

Chen Luoyang membuka mulutnya dengan lebar dan wajahnya terlihat sangat terkejut.

"Ini benar-benar hal yang sangat tidak mudah untuk dipahami, aku ingin menenangkan diri." setelah mengatakan itu Chen Luoyang mengambil gelasnya dan meminum araknya.

Setelah minum 3 gelas arak dia menghela nafas dan bergumam, "Aku sekarang sedang bermimpi? Di dunia ini ada hal seperti itu? Hantu… bertemu dengan hantu…"

Chen Luoyang terus bergumam dan Yang Qin sama sekali tidak mempedulikannya. Dia melihat ke arah meja yang penuh dengan makanan dan terlihat tidak tertarik sama sekali.

"Kalian pasti sedang mengerjaiku. Di dunia ini tidak mungkin ada hal seperti ini. Manusia menikah dengan hantu lalu memiliki seorang anak, aku tidak percaya!" Chen Luoyang masih saja membahas tentang pernikahanku dengan Yang Qin.

Walaupun Chen Luoyang tidak mempercayainya tapi aku dan Yang Qin terlalu malas untuk menjelaskan semuanya.

Yang Qin bersandar di kursinya dan duduk dengan santai, sedangkan aku melanjutkan menikmati makananku dan sama sekali tidak mempedulikan Chen Luoyang.

Chen Luoyang menghabiskan 1 botol arak seorang diri.

Setelah selesai makan malam, karena Chen Luoyang minum arak terlalu banyak sehingga dia bicara hal yang tidak masuk akal, ia bahkan berjalan dengan sempoyongan.

Yang Qin membantunya berjalan kemudian mereka pergi ke kasir dan akhirnya Yang Qin yang membayar semua makanan kami.

"Aku sudah bilang, aku yang akan mentraktir kalian!" gumam Chen Luoyang.

Yang Qin membantu Chen Luoyang keluar dari restoran, tapi karena sangat mabuk dia tidak bisa menyetir sendiri sehingga akhirnya aku dan Yang Qin mengantar Chen Luoyang pulang.

Setelah mengantarkan Chen Luoyang pulang, Yang Qin menghela nafas dan berkata, "Sebaiknya anak itu benar-benar bisa menjaga rahasia."

Yang Qin terlihat seperti laki-laki berumur 20 tahun lebih sedangkan Chen Luoyang sudah berumur 30 tahun lebih, jadi saat aku mendengar Yang Qin menyebut Chen Luoyang dengan sebutan 'Anak itu' aku merasa sedikit aneh.

Aku melihat jam tanganku dan sekarang sudah pukul 10 malam lebih.

"Kita akan menjemput Qinxue?" tanyaku kepada Yang Qin.

Yang Qin langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, "Untuk apa? Biarkan dia menginap di tempat Shang Liqi."

"Sekarang sudah malam, tentu saja kita seharusnya menjemput Qinxue."

Yang Qin tertawa lalu dia menggoyangkan jari telunjuknya dan berkata: "No! Malam ini adalah milik kita berdua." saat mengatakan itu Yang Qin mengangkat alisnya dan aku dapat mengerti dia memiliki maksud tersembunyi… apalagi jika bukan untuk melakukan hal itu.

Aku memalingkan pandanganku kemudian berbalik badan dan berjalan kembali ke mobil.

Yang Qin mengejarku kemudian dia melingkarkan tangannya di pundakku dan berkata dengan serius, "Apa kamu tidak merasa setelah kita memiliki Qinxue, kita seperti tidak memiliki waktu untuk berdua saja?"

Aku tidak mempedulikan Yang Qin kemudian dia berkata lagi, "Karena kita tidak memiliki waktu untuk berdua maka kita bisa membuatnya. Aku rasa malam ini adalah waktu yang tepat, bagaimana menurutmu?"

Aku melihatnya dengan tatapan tidak berdaya, kemudian aku melepaskan tangan Yang Qin yang ada di pundakku dan masuk ke dalam lift.

Yang Qin ikut masuk dan kembali melingkarkan tangannya di pundakku lagi.

Aku tidak pernah menyadari bahwa Yang Qin selalu suka menempelkan dirinya denganku tapi sekarang aku merasa dia selalu memiliki pikiran buruk.

Aku teringat setiap kami melakukan itu maka seluruh tubuhku akan terasa sangat sakit dan memikirkannya saja sudah membuat perasaanku sedikit takut.

Apa hari ini dia akan menindasku lagi?

Aku mengangkat kepalaku melihat ke arahnya dan kebetulan dia juga sedang melihat ke arahku.

Aku melihat bola matanya yang berwarna hitam dan berbinar, lalu saat melihat senyuman di wajahnya membuatku merasa dia seolah berkata, 'Malam ini kamu tidak akan bisa kabur dariku.'

…

Setelah tiba di vila dan masuk ke dalam, lampu vila menyala sendiri.

Yang Qin menutup pintu dengan kakinya kemudian langsung memelukku dengan erat dan menciumku.

Aku baru saja melepaskan 1 sepatuku dan saat akan melepaskan satunya lagi, tiba-tiba Yang Qin berhenti.

Kemudian dia melihat ke arah lantai 2.

Seketika aku menjadi panik dan bertanya padanya, "Ada apa?"

Yang Qin mengerutkan alisnya dan melihat ke arah ujung tangga di lantai 2 kemudian dia melihat ke arahku dan menjawab, "Tidak apa-apa."

"Yang benar?"

Yang Qin tersenyum kemudian dia menyentuh telingaku dengan lembut. Dia mendekatkan wajahnya dan saat akan menciumku tiba-tiba bel pintu berbunyi.

Yang Qin kembali menghentikan gerakannya.

Yang Qin terlihat tidak senang kemudian dia mengulurkan tangannya dan membuka pintu, ternyata itu adalah Shang Liqi.

Dan tidak hanya itu, dia datang bersama Yang Qinxue.

Yang Qinxue mencibirkan bibirnya dan terlihat kesal.

Shang Liqi melepaskan gandengannya lalu mendorong pundak Yang Qinxue dengan pelan agar dia masuk ke dalam rumah.

Yang Qinxue menghampiriku lalu dia memeluk kakiku dan menjulurkan lidahnya ke arah Shang Liqi.

Shang Liqi memalingkan pandangannya lalu dengan kesal berkata kepadaku dan Yang Qin, "Sepertinya kalian kembali tidak terlalu malam. Lain kali jika kalian memiliki urusan apa bisa tidak menitipkannya ke tempatku? Hari ini dia hampir membuat tempatku hancur berantakan, aku mohon kepada kalian. Jika ada kejadian seperti ini lagi sebaiknya kalian mencari pengasuh saja, ya?"