Chapter 373 of 406
Chapter 373 - Mimpi Buruk Yang Berkelanjutan
4 min read1,105 words
Sebelum Yang Qin mengatakan sesuatu, Yang Qinxue mencibirkan bibirnya dan dengan tidak senang berkata, "Paman tampan tidak menyukaiku."
Shang Liqi terlihat kaget mendengar perkataan Yang Qinxue. Dia kemudian membungkuk 90 derajat dengan kedua tangan di depan kepalanya seolah sedang memberi hormat para zaman kerajaan.
"Kamu memang benar-benar nona besar paman."
Mendengar nada bicara Shang Liqi, aku dapat mengetahui Yang Qinxue pasti sudah melakukan sesuatu yang keterlaluan jika tidak maka Shang Liqi tidak mungkin mengantarkannya pulang selarut ini.
"Aku tidak mau menjadi nona besar paman, setelah aku dewasa aku ingin menjadi pengantin paman. Ya?" kata Yang Qinxue dengan mata berbinar dan tersenyum manis ke arah Shang Liqi.
Shang Liqi melangkah mundur dan dengan wajah ketakutan berkata, "Aku lebih memilih hidup seorang diri seumur hidup daripada kamu menjadi pengantin paman."
Shang Liqi mungkin hanya menganggap Yang Qinxue sedang bercanda tapi aku dan Yang Qin tidak berpikir seperti itu.
"Paman tampan sangat tidak menyukaiku?"
"Kamu benar-benar bawel. Ini sudah malam, cepat naik ke atas dan tidur."
"Kalau begitu paman tampan malam ini menginap di sini ya? Ceritakan dongeng sebelum tidur untukku. Aku ingin mendengarnya." kata Yang Qinxue, kemudian dia melepaskan kakiku dan berjalan ke arah Shang Liqi.
Shang Liqi seperti melihat hantu, dia langsung melangkah mundur lagi dan berkata, "Minta papa dan mamamu saja ya. Paman harus pulang untuk membersihkan kekacauan yang kamu buat."
Kemudian Shang Liqi melihat ke arah Yang Qin dan berkata, "Besok kamu aku akan memberimu laporan apa saja yang dirusak oleh putrimu. Kamu harus menggantinya."
Saat Yang Qin baru akan mengatakan sesuatu, Shang Liqi sudah menutup pintu kemudian pergi.
Saat Shang Liqi melakukan itu Yang Qinxue langsung menangis.
Aku berlutut kemudian memeluk Yang Qinxue untuk menenangkannya. Dia menangis dan berteriak, "Paman tampan tidak menyukaiku."
"Mana mungkin, paman tampan sangat menyukai Qinxue."
"Dia tidak menyukaiku."
Yang Qinxue menangis karena Shang Liqi, aku benar-benar tidak tahu apa yang sudah dilakukan Yang Qinxue hari ini sampai membuat Shang Liqi menjadi semarah ini.
Tapi saat teringat Yang Qinxue mengatakan ingin menjadi pengantin Shang Liqi, aku merasa sedikit khawatir.
Yang Qinxue masih sangat kecil, dia seharusnya tidak memahami tentang rasa suka antara perempuan dan laki-laki sehingga aku terkejut saat dia mengatakan hal itu.
Sepertinya Yang Qinxue tidak hanya tumbuh dengan lebih cepat tapi dia juga lebih dewasa dari anak pada umumnya?
Tapi sekarang dia baru berumur 1 setengah tahun!
Walaupun Yang Qinxue benar-benar ingin menjadi pengantin Shang Liqi tapi jarak umur mereka 20 tahun, saat dia sudah dewasa maka Shang Liqi akan berumur 40 tahun… mereka berdua sama sekali tidak cocok.
Saat berpikir sampai sini, aku merasa bahwa aku berpikir terlalu jauh.
Yang Qinxue masih sangat kecil jadi bagaimana mungkin dia sudah mengerti tentang cinta.
Yang Qinxue menangis tersedu-sedu hingga air mata memenuhi wajahnya. Perlu waktu lama untuk menenangkannya dan setelah menceritakan dongeng tidur akhirnya dia tidur.
Kamar Yang Qinxue ada di seberang kamarku dan Yang Qin.
Setelah memastikan Yang Qinxue sudah benar-benar tidur, aku mematikan lampu kamarnya lalu keluar.
Saat kembali ke kamar tidurku, Yang Qin sedang duduk di sofa memikirkan sesuatu. Aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan tapi sebelum aku bertanya kepada Yang Qin berbicara kepadaku terlebih dahulu.
"Qinxue sepertinya sangat menyukai Shang Liqi."
Perkataan Yang Qin benar-benar membuatku terkejut.
Aku mengira hanya aku yang berpikir berlebihan tapi ternyata Yang Qin juga memikirkan hal ini atau mungkin perasaan Yang Qinxue memang terlihat begitu jelas sehingga membuat orang menyadarinya, bagaimanapun juga Yang Qinxue masih anak-anak.
Jika dia menyukai Shang Liqi itu adalah hal yang tidak aneh. Mungkin 'Suka' yang dimaksud oleh Yang Qinxue dengan 'Suka' yang aku dan Yang Qin maksud tidak sama.
Yang Qin kemudian menghela nafas lalu dia melihat ke arahku dan wajahnya terlihat suram, kemudian berkata, "Aku harap hal ini tidak akan menjadi buruk."
Aku tidak paham maksud Yang Qin dan bertanya, "Apa maksudmu?"
"Bukan apa-apa, sudah malam kita istirahat saja."
"..."
Waktu berdua kami terganggu dan hari berakhir begitu saja.
…
Malam itu aku bermimpi sesuatu yang aneh dan menakutkan.
Di dalam mimpiku, Shang Liqi mengenakan setelan jas dan membawa 1 buket bunga berwarna merah. Dia berdiri di ujung karpet merah di sebuah aula sambil tersenyum hangat.
Ada begitu banyak orang yang datang menghampiri pesta pernikahan Shang Liqi dan ada banyak orang yang tidak aku kenal.
Saat pengantin masuk ke aula aku sangat terkejut, karena pengantin yang mengenakan gaun berwarna putih itu adalah Yang Qinxue!
Dia terlihat masih berumur 5 atau 6 tahun, lalu gaun itu dibuat khusus untuknya. Dia terlihat menggemaskan dan lucu.
Aku terkejut hingga mulutku tidak bisa menutup.
Yang Qinxue tertawa kecil dan wajahnya terlihat bahagia, suara tawanya seperti menggema di telingaku.
Yang Qinxue berjalan selangkah demi selangkah mendekat ke arah Shang Liqi.
Aku tidak kuat melihatnya lagi sehingga langsung bangkit berdiri dan ingin menghentikan pernikahan ini tapi semua tamu yang ada di sana menghalangiku… termasuk Meng Tian dan Yang Qin!
Aku sangat terkejut...
Akhirnya aku langsung terbangun dan bangkit duduk, di dalam kamar masih gelap dan langit juga masih gelap.
Aku mengelap keringat di dahiku kemudian berusaha menenangkan jantungku yang berdegup dengan cepat. Aku mengambil handphoneku lalu melihat jam dan ternyata masih pukul 3 pagi.
Aku tahu dengan jelas bahwa itu semua adalah mimpi tapi mimpi itu terasa sangat nyata, aku bahkan masih ingat dengan sangat jelas saat Yang Qinxue berjalan menghampiri Shang Liqi.
Semua orang mengatakan bahwa mimpi berdasarkan kegelisahan dan pemikiran yang berlebihan, sepertinya aku terlalu sensitif tentang masalah ini hingga terbawa mimpi.
Aku kembali berbaring dan menghadap ke arah Yang Qin.
Melalui cahaya bulan aku dapat melihat wajah Yang Qin yang begitu tampan...
Aku mendekatkan tubuhku ke arah Yang Qin kemudian dia mengulurkan tangannya dan memeluk pundakku dengan erat.
Aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa aroma tubuh Yang Qin sangat asing membuatku teringat dengan laki-laki yang mirip dengan Yang Qin.
Seketika pikiranku menjadi sangat kacau.
Kemudian dia membalik tubuhnya dan melihat ke arahku sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya.
"Yang Qin?"
Aku memanggilnya.
Di tengah kegelapan, suaraku gemetar.
Dia tidak menjawab dan tiba-tiba menciumku.
Bibirnya terasa hangat dan dia berusaha membuka gigiku dengan lidahnya...
Tiba-tiba aku tersadar bahwa tubuhnya terasa hangat dan dalam sekejap seluruh bulu kudukku berdiri.
Aku mendorongnya dengan sekuat tenaga kemudian dia bangkit duduk tapi dia membelakangi cahaya bulan sehingga aku masih tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
"Siapa kamu?" tanyaku dengan sangat terkejut.
Tubuh Yang Qin sangat dingin tapi yang baru saja menyentuh tubuhku terasa hangat.
Yang ada di depanku bukan Yang Qin! Aku yakin dia bukan Yang Qin!
Kemudian lampu kamar menyala.
Laki-laki yang ada di depanku menjadi sangat jelas, yang ada di depanku memang bukan Yang Qin! Dia… adalah tengkorak yang menggunakan jubah berwarna hitam.
Seketika jantungku berdegup dengan sangat cepat, tengkorak itu mengulurkan tangannya dan mencekik leherku...