Skip to content

Chapter 374 of 406

Chapter 374 - Detektif

5 min read1,128 words

Aku berteriak dan bangkit duduk.

Seluruh tubuhku penuh dengan keringat.

Kamar masih gelap dan langit juga masih gelap.

Aku menolehkan kepalaku melihat ke sebelahku tapi tidak ada siapapun disana.

Yang Qin tidak ada di sebelahku…

Aku menarik nafas dalam dan berusaha menenangkan diri, kemudian aku baru sadar bahwa aku mengalami mimpi buruk yang berkelanjutan.

Setelah terbangung dari mimpi Shang Liqi dan yang Qinxue, ternyata aku masih berada dalam mimpi.

Di dalam mimpiku yang ada di sebelahku bukan yang Qin...

Aku menyentuh dahiku dan dahiku penuh dengan keringat.

Aku tidak tahu kenapa aku bisa memimpikan hal sekacau itu.

Aku melihat ke sekeliling kamar dan tidak melihat siapapun.

Yang Qin ada dimana?

Aku turun dari ranjang kemudian keluar dari kamar dan melihat ada cahaya lampu dari sela pintu kamar Yang Qinxue.

Aku menghampiri pintu kamar Yang Qinxue kemudian membuka pintunya dengan perlahan dan aku mendengar suara Yang Qin.

Saat mendengar lebih jelas aku mendengar Yang Qin sedang bercerita.

Yang Qin berbaring di atas ranjang dan Yang Qinxue sedang tertidur di pelukannya. Lampu meja di sebelah ranjang menyala dan dia dengan sabar menceritakan dongeng tidur untuk Yang Qinxue.

Aku menghela nafas, apa yang aku lihat sekarang bukan mimpi kan?

Yang Qin mengangkat kepalanya dan melihat ke arahku, lalu dia tersenyum dan berhenti bercerita. Setelah itu dia melihat ke arah Yang Qinxue dan dengan sangat hati-hati meletakkan kepala Yang Qinxue di atas bantal kemudian menyelimutinya.

Ternyata Yang Qin pergi ke kamar Yang Qinxue saat aku sedang tidur.

Sepertinya Yang Qinxue terbangun lalu tidak bisa tidur lagi jadi dia membacakan dongeng untuk Yang Qinxue.

Saat melihat Yang Qin mematikan lampu meja, aku berjalan keluar dari kamar Yang Qinxue dan Yang Qin mengikutiku kemudian menutup pintu kamar Yang Qinxue dengan pelan agar Yang Qinxue tidak terbangun.

Lalu aku kembali ke kamarku dan naik ke atas ranjang.

Yang Qin ikut masuk kemudian setelah menutup pintu dia bertanya: "Kamu tidak bisa tidur atau…"

"Aku bermimpi."

"Mimpi apa?"

"... Bukan apa-apa."

Aku bahkan malas untuk membahas mimpi itu lagi.

Akhirnya aku dapat tertidur lagi dan bangun saat langit sudah terang.

Setelah mengantar Yang Qinxue ke taman kanak-kanak, Yang Qin mengantarkan aku ke sekolah.

Setelah kelas selesai, aku makan siang di kantin seorang diri. Setelah itu aku berjalan di taman dan merasa bosan dan akhirnya aku pergi ke perpustakaan.

Di dalam perpustakaan sangat tenang dan tidak ada banyak orang.

Aku mengambil 1 buku dari rak buku setelah itu aku mencari tempat duduk di pojok ruangan kemudian dengan tenang membaca buku tapi perasaanku masih gelisah.

Aku mengambil handphone dari dalam kantongku.Awalnya aku ingin mengajak teman-temanku untuk jalan-jalan tapi saat mengeluarkan handphoneku tanpa sengaja aku juga mengeluarkan sebuah kartu nama.

Kartu nama itu sangat sederhana, nama perusahaannya adalah 'Perusahaan investigasi Chen Yuan'. Lalu nama managernya adalah Chen Yuan dan di kartu nama itu terdapat alamat, nomor telepon perusahaan, dan nomor telepon pribadi.

Kartu nama itu adalah pemberian Chen Luoyang, Chen Yuan pasti adalah detektif yang disewa oleh Chen Luoyang untuk menyelidiki Yang Qin.

Saat memikirkan di dunia ini ada orang yang sangat mirip dengan Yang Qin dan bisa dikatakan sama persis, aku tidak bisa menahan diri dan menelpon orang yang bernama 'Chen Yuan' tersebut.

"Halo, saya adalah Chen Yuan." terdengar suara seorang laki-laki yang berat.

Aku ragu-ragu sesaat kemudian aku membuka mulutku tapi aku tidak tahu harus berkata apa.

Saat aku tidak ada yang berbicara akhirnya Chen Yuan berkata lagi, "Halo, ini siapa?"

"Halo."

"Ini siapa?"

"Detektif Chen tidak mengenalku, tapi ada hal yang ingin…"

"Jika ada urusan sebaiknya bicara secara langsung." potong Chen Yuan, kemudian dia dengan cepat memberikan alamat perusahaan dan membuat janji untuk bertemu secara langsung denganku.

Chen Yuan memiliki waktu sore ini dan kebetulan sore ini aku juga memiliki waktu kosong.

Kami sepakat untuk bertemu hari ini pukul 4 sore.

Setelah menutup telepon aku melihat sudah pukul 2 siang, aku merasa sudah membuat keputusan yang benar dengan menghubungi Chen Yuan untuk mencari tahu tentang orang di foto yang mirip dengan Yang Qin.

Setelah berpikir-pikir akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Chen Luoyang untuk meminta beberapa foto yang dia bawa kemarin saat kami makan malam.

Aku menelpon Chen Luoyang kemudian pergi ke kantor polisi. Setelah mendapatkan foto yang aku perlukan, aku langsung pergi ke perusahaan investigasi Chen Yuan.

Lokasi perusahaan investigasi Chen Yuan ada di pinggir kota dan setelah sampai, ternyata tempatnya lebih kecil dari yang aku bayangkan.

Setelah masuk ke dalam perusahaan aku semakin terkejut karena di dalam perusahaan itu hanya ada Chen Yuan seorang diri… lebih tepatnya dia satu-satunya staf di perusahaan itu.

Awalnya aku mengira para detektif akan menggunakan jaket panjang kemudian menggunakan topi dan terkesan misterius tapi ternyata Chen Yuan adalah laki-laki paruh baya dengan tubuh gendut, lalu menggunakan pakaian yang santai dan terlihat pemalu.

Awalnya dia mengira aku adalah tamu sehingga menyambutku dengan sangat sopan, dia mempersilahkan aku duduk di sofa kemudian membuatkan aku secangkir teh.

Aku duduk di sofa kemudian dia tersenyum ke arahku dan memperkenalkan dirinya.

"Halo, saya Chen Yuan. Maaf, siapa nama nona?"

"Saya bermarga Ji."

"Oh, nona Ji. Apa ada yang bisa saya bantu?"

Aku tidak mengatakan apa-apa kemudian langsung mengeluarkan foto yang aku dapatkan dari Chen Luoyang dan menunjukkannya kepada Chen Yuan.

Dia melihat foto yang aku pegang dan matanya sedikit terbelalak.

"Apa anda merasa tidak asing saat melihat foto itu?" tanyaku kepada Chen Yuan, kemudian dia tersenyum dan berkata, "Nona Ji, saya tidak mengerti maksud nona.

"Aku tidak ada maksud lain, aku hanya ingin mengetahui tentang orang ini."

"Maksud nona ingin saya menyelidikinya?"

"Bukankah anda sudah pernah menyelidikinya?" tanyaku kepada Chen Yuan.

Tiba-tiba suasana menjadi sangat canggung.

Chen Yuan tidak mengatakan apa-apa dan melihat ke arah foto yang aku pegang.

Kemudian aku merasa mungkin cara bicaraku kurang tepat sehingga aku mengubah perkataanku dengan berkata, "Anggap saja aku ingin anda menyelidiki orang ini."

"Biaya penyelidikan 5.000 yuan." kata Chen Yuan secara langsung memberikan biaya jasanya.

Aku tidak menyangka dia akan memberikan harga setinggi ini karena dia sudah pernah membantu Chen Luoyang menyelidiki orang ini jadi seharusnya dia pasti masih memiliki datanya dan tidak perlu menyelidiki dari nol.

Tapi Chen Luoyang menyuruhnya menyelidiki Yang Qin dan dia malah salah orang dengan mengira orang yang ada di foto ini adalah Yang Qin.

Sebenarnya orang yang ada di foto ini bisa dikatakan sama persis dengan Yang Qin sehingga sulit sekali untuk membedakannya, bahkan aku memerlukan waktu untuk melihat dengan jelas bahwa orang yang ada di foto ini bukan Yang Qin.

Setelah berpikir-pikir aku berkata kepada Chen Yuan, "Aku mau informasi lengkap orang yang ada di foto ini."

"Baik, 5.000 yuan!"

"..."

Dia mengingatkanku kepada seseorang… setiap membuka mulutnya yang disebutkan adalah uang.

"Beri tahu aku dulu siapa nama orang di foto ini."

Chen Yuan mengangkat alisnya dan berkata, "Nona Ji, saya adalah orang yang bekerja setelah menerima uang. Jadi setelah nona membayar saya maka kita bisa membicarakan hal ini dengan lanjut."