Chapter 375 of 406
Chapter 375 - Orang Itu Benar-benar Ada
5 min read1,223 words
Aku tidak tahu apa yang membuatku merasa sangat ingin mengetahui tentang orang yang terlihat mirip dengan Yang Qin. Walaupun aku memiliki kartu ATM pemberian Yang Qin yang bisa aku gunakan sesuka hatiku tapi tetap saja aku tidak ingin menggunakannya untuk membayar pria di depannya.
Jelas-jelas Chen Yuan pasti akan memberitahuku bahwa laki-laki di foto itu adalah Yang Qin, kenapa aku harus membayarnya?
Chen Yuan sejak awal mengira laki-laki di foto itu adalah Yang Qin jadi sebaiknya aku tidak gegabah untuk membuat kesepakatan dengannya.
"Lupakan, anggap saja aku tidak pernah datang kemari." aku menyimpan foto yang aku tunjukkan kemudian bangkit berdiri dan berpamitan.
Chen Yuan dengan cepat menahanku dan berusaha membuatku untuk tidak pergi dengan berkata, "Nona Ji, apakah biayanya terlalu mahal bagi nona? Jika terlalu mahal maka kita bisa membicarakannya."
"Tidak perlu."
Aku kemudian berjalan pergi tapi Chen Yuan tidak putus asa, dia mengulurkan tangannya dan menahan tanganku lalu berkata: "Nona Ji, jangan seperti ini. Untuk biaya jika kita sudah sepakat maka saya pasti akan membantu nona menyelidiki orang di foto itu."
Chen Yuan berkata dengan sangat serius hingga aku hampir tidak bisa menahan diri untuk tertawa.
"Detektif Chen, apa anda akan mengatakan bahwa laki-laki di foto ini bernama Yang Qin?"
Saat mendengar perkataanku Chen Yuan terlihat kebingungan.
"Nona mengenalnya?"
"Aku mengenal Yang Qin, tapi aku tidak mengenal laki-laki di foto ini."
Chen Yuan masih terlihat kebingungan kemudian dia memegang kepalanya dan berkata, "Bukankah mereka orang yang sama?"
"Bukan."
Kemudian Chen Yuan terlihat semakin kebingungan setelah mendengar perkataanku.
Aku tidak ingin menjelaskan apapun sehingga dengan dingin berkata, "Maaf tolong minggir."
"Nona Ji, apa maksud perkataan nona barusan?"
"Maksudku adalah detektif Chen sudah menyelidiki orang yang salah. Orang difoto itu bukan Yang Qin, dia hanya memiliki wajah yang mirip dengan Yang Qin."
"Mana mungkin? Mana ada 2 orang di dunia ini yang memiliki wajah dan tubuh sama persis, jelas-jelas mereka adalah orang yang sama."
Saat mengatakan itu dia berjalan ke arah lemari yang berisi dokumen-dokumen kemudian mengeluarkan sebuah dokumen dan meletakkannya di atas meja, setelah itu dia melambaikan tangannya ke arahku dan berkata, "Nona Ji, kemari sebentar."
"Ada apa?"
"Kemari sebentar dengan begitu nona akan tahu."
Aku kemudian menghampirinya dan Chen Yuan menunjukkan sebuah kertas berukuran A4, di atas kertas itu terdapat sebuah foto berwarna hitam putih… itu adalah foto Yang Qin.
"Silahkan lihat dengan jelas."
"Dia adalah Yang Qin." aku dapat langsung mengenali foto itu adalah Yang Qin.
Chen Yuan menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Benar, dia adalah Yang Qin."
Kemudian dia kembali mengangkat foto yang dia dapatkan dan berkata, "Perhatikan dengan seksama, mereka adalah orang yang sama. Bagaimana mungkin saya bisa menyelidiki orang yang salah?"
Aku mengambil foto itu dan melihatnya dengan seksama, walaupun wajahnya sama dengan Yang Qin tapi laki-laki di foto itu memiliki tahi lalat di telinga kanannya jadi dia bukan Yang Qin.
"Bukan orang yang sama."
"Nona sedang bercanda?" Chen Yuan terlihat terkejut kemudian dia kembali melihat foto itu dan berkata, "Jelas-jelas mereka adalah orang yang sama kecuali jika Yang Qin memiliki saudara kembar…"
"Dia tidak memiliki saudara."
"Kalau begitu mereka adalah orang yang sama."
"Tidak."
Chen Yuan menarik nafas panjang kemudian dia meletakkan foto itu di atas meja dengan keras lalu melihatku dengan kesal berkat,: "Nona Ji, anda bukan datang kemari hanya untuk mencari masalah kan?"
"Bukan, aku hanya ingin mengetahui keadaan laki-laki yang ada di foto itu."
"Mereka adalah orang yang sama."
"Bukan."
"Nona..." Chen Yuan sangat marah hingga tidak bisa berkata apa-apa.
Kemudian dia menunjuk ke arahku dan berkata: "Nona Ji, saya mengerti nona datang kemari untuk mencari masalah. Saya masih memiliki pekerjaan lain jadi silahkan pergi dari sini."
"..."
Aku tidak mengatakan apapun karena sejak awal aku sudah ingin pergi tapi dia yang menghalangiku.
"Silahkan pergi!" kata Chen Yuan sekali lagi sambil membukakan pintu untukku.
Tanpa mengatakan apapun aku berjalan keluar dari perusahaannya.
Dan begitu aku keluar melewati pintu, Chen Yuan menutup pintu kantornya dengan sangat keras.
Aku tidak mempedulikannya dan langsung beranjak pergi dari sana. Sebelum pulang, aku pergi ke supermarket untuk membeli sayuran. Setibanya di vila aku tidak melihat mobil Yang Qin itu berarti dia sedang tidak ada di rumah. Aku mengira Yang Qin mungkin pergi menjemput Yang Qinxue dari taman kanak-kanak sehingga aku tidak berpikir panjang dan langsung masuk menyiapkan makan malam.
Saat aku sedang memotong sayur, tiba-tiba aku merasakan ada aura negatif di belakangku.
Aku menolehkan kepalaku dengan ragu-ragu dan ternyata Yang Qin sedang berdiri di depan pintu. Dia mengenakan pakaian berwarna hitam sedang melihat ke arahku sambil tersenyum kecil.
Aku tidak mendengar suara apapun tapi dia selalu seperti jadi aku sudah terbiasa.
"Kamu masak apa?" tanya Yang Qin.
Aku tersenyum kemudian kembali memotong sayur.
"Hanya masak masakan sederhana. Oh ya, kamu tadi pergi menjemput Qinxue?"
Yang Qin tidak menjawab.
Aku meletakkan pisauku kemudian berbalik badan tapi Yang Qin sudah tidak ada…
Aku berjalan keluar dari dapur tapi tidak ada siapapun di ruang tamu…
"Yang Qin?" panggilku. Aku menunggu beberapa saat tapi tidak ada yang menjawab.
Aku mengira Yang Qin naik ke lantai 2 tapi saat aku baru saja akan naik ke lantai 2, pintu rumah tiba-tiba terbuka.
Yang Qin berjalan masuk sambil menggandeng Yang Qinxue. Yang Qinxue berjalan sambil melompat-lompat kecil dan tertawa menceritakan apa yang dia lakukan di taman kanak-kanak.
Yang Qin terlihat hangat dan dia mengenakan setelan jas berwarna terang.
Aku tertegun melihatnya.
Bagaimana dia bisa mengganti pakaiannya dalam waktu singkat?
Jelas-jelas tadi dia menggunakan pakaian serba hitam tapi bagaimana dia sekarang menggunakan jas berwarna terang?
Aku benar-benar kebingungan...
Yang Qinxue melihatku lalu dia berlari dan ke arahku dan berkata, "Mama, nanti saat hari anak, guruku bilang aku akan tampil di atas panggung!"
"Oh ya?" tanyaku sambil tersenyum kemudian Yang Qinxue dengan antusias berkata, "Iya! Kata guruku aku akan berperan sebagai putri salju."
"Wow hebat sekali."
Yang Qin tertawa kemudian dia melepaskan jaketnya sambil berjalan ke arah sofa.
Dia melemparkan jaketnya lalu duduk di atas sofa sambil melihat ke sekeliling rumah lalu dia melihat ke arahku dan bertanya, "Ada tamu yang datang?"
"Tidak."
"Kamu yakin?" tanya Yang Qin sekali lagi sambil mengerutkan alisnya dan raut wajahnya berubah menjadi suram.
Aku tidak langsung menjawab karena tiba-tiba aku teringat sesuatu...
Jika Yang Qin baru saja kembali dari taman kanak-kanak Yang Qinxue lalu siapa yang tadi aku lihat?
Apakah…
Seketika jantungku berdegup dengan sangat cepat dan memiliki firasat buruk.
Ketika aku akan bertanya kepada Yang Qin apakah dia pernah pulang seorang diri sebelum masuk bersama Yang Qinxue, Yang Qin langsung bangkit berdiri dan berjalan menghampiriku.
Saat melewati Yang Qinxue, Yang Qin mengelus kepala Yang Qinxue lalu tersenyum sambil berkata, "Qinxue pergi ke kamarmu dulu ya."
"Hm, kalau begitu aku akan menggambar."
"Iya."
Yang Qinxue membawa tas ranselnya naik ke lantai 2 dengan bahagia.
Kemudian di ruang tamu hanya tersisa aku dan Yang Qin. Dia melihat ke arahku dan berkata, "Ada yang masuk ke vila ini."
Yang Qin mengatakannya dengan sangat yakin, dia pasti bisa merasakan aura asing di dalam vila ini.
Kemudian aku kembali teringat sangat melihat 'Yang Qin' yang menggunakan pakaian berwarna hitam dan jantungku kembali berdegup dengan cepat.
Dia bukan Yang Qin… lalu apakah dia adalah laki-laki di foto yang memiliki wajah mirip dengan Yang Qin...
Aku tidak menyadari saat dia masuk ke dalam vila dan aku juga tidak memperhatikan apakah dia memiliki tahi lalat di telinga kanannya tapi yang jelas adalah dia pasti bukan Yang Qin.
Mereka bukan orang yang sama, laki-laki yang mirip dengan Yang Qin benar-benar ada.