Skip to content

Chapter 376 of 406

Chapter 376 - Memotong Rambut

4 min read1,067 words

Aku menjadi panik kemudian meraba tubuhku dan mengeluarkan foto laki-laki yang mirip dengan Yang Qin dari kantong celanaku.

"Aku tadi bertemu dengan orang ini."

Yang Qin mengambil foto yang aku tunjukkan kepadanya. Iia melihatnya dan seketika raut wajahnya menjadi semakin suram.

"Dia datang?"

"Aku kira dia adalah kamu…"

"Kapan dia datang?" tanya Yang Qin dengan wajah serius sambil mengerutkan alisnya.

Aku berpikir sejenak kemudian menjawab, Sekitar 1 atau 2 menit sebelum kamu pulang."

"Baiklah, aku tahu."

Yang Qin kemudian mengembalikan foto itu ke tanganku lalu dia naik ke lantai 2.

Kemudian Yang Qin sama sekali tidak turun ke lantai 1. Aku juga tidak mendengar suara dari ruang baca sehingga aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang dia lakukan.

Sebelum tidur, aku mengetuk pintu ruang baca kemudian saat mendengar suara Yang Qin mempersilahkanku masuk, aku membuka pintu dan masuk.

Yang Qin berdiri dengan tegap di depan jendela, kedua tangannya ada di belakang punggungnya.

Aku menghampirinya lalu Yang Qin berbalik badan dan melihat ke arahku.

"Ada apa?" tanya Yang Qin dengan wajah dingin.

"Sudah malam, ayo istirahat."

"Kamu tidur saja."

"Kamu tidak tidur?"

"Aku tidak perlu tidur."

"..."

Sikap Yang Qin terasa sedikit dingin. Setelah mengatakannya Yang Qin kembali berbalik badan dan melihat ke arah luar jendela.

Aku tidak tahu apa yang sedang dia lihat atau lebih tepatnya apa yang sedang dia pikirkan… tapi aku rasa ini ada hubungannya dengan laki-laki yang mirip dengannya.

"Kalau begitu aku masuk ke kamar dulu ya?"

"Hm." jawab Yang Qin singakt.

Aku keluar dari ruang baca kemudian menutup pintu dan kembali ke kamar tidur. Sebelum itu aku masuk ke kamar Yang Qinxue untuk melihat keadaannya.

Yang Qinxue sudah tertidur lelap. Tangannya masih memegang sebuah buku dongeng dan lampu meja di sebelah ranjangnya masih menyala.

Aku berjalan masuk dan perlahan menarik buku dongeng dari tangannya lalu mematikan lampu dan keluar.

Saat kembali ke kamar, aku sama sekali tidak mengantuk sehingga aku membuka buku dongeng yang aku ambil dari tangan Yang Qinxue.

Buku dongeng itu berisi tentang putri salju, kemudian aku ingat Yang Qinxue mengatakan dia akan naik ke atas panggung memerankan peran putri salju saat hari anak sehingga aku membaca buku dongeng itu.

Setelah membaca buku itu beberapa saat aku mulai mengantuk.

Tanpa sadar aku tertidur dan saat bangun langit sudah terang.

Tidak ada yang aneh dengan pagi itu, hanya saja Yang Qin tidak menyiapkan sarapan seperti biasanya.

Dia memesan makanan kemudian setelah aku dan Yang Qinxue selesai makan, dia mengantarkan kami.

Setelah mengantarkan Yang Qinxue di taman kanak-kanak, Yang Qin mengantarkan aku ke sekolah.

Saat tiba di pintu gerbang sekolah sudah pukul 9 lebih 45 menit. Hari ini jadwal kelasku cukup padat sehingga aku akan menghabiskan seharian di dalam sekolah.

Di semester ini kelasku cukup padat sehingga aku sempat berpikir untuk membawa beberapa pakaian dan alat mandi agar aku bisa beristirahat di kamar asrama saat siang hari.

"Sedang apa diam saja? Kamu tidak mau turun?" kata Yang Qin dengan lembut.

Aku tersadar dari lamunanku kemudian dengan cepat membuka sabuk pengaman lalu turun dari mobil.

Saat aku berbalik badan hendak berpamitan dengan Yang Qin, ia sudah melajukan mobilnya.

Setelah mengantarkanku ke sekolah, dia langsung pergi bahkan tanpa mengatakan sampai jumpa?

Kelas pertama sudah selesai.

Saat jam istirahat, Hu Shan menelponku untuk mengajakku makan siang bersama.

Aku segera pergi ke kantin dan dia sudah menyediakan tempat untukku, dia juga sudah memesankan makanan untukku. Selain Hu Shan, di sana juga ada Liu Qiqi dan Wang Xiaoyan, penghuni kamar asrama sebelah.

Saat mereka melihatku mereka semua melambaikan tangannya..

Aku tersenyum kemudian segera duduk di samping Hu Shan.

Hu Shan dan Liu Qiqi tersenyum canggung ke arahku.

Mereka berdua terlihat aneh tapi tidak ada yang mengatakan apa-apa, mereka biasanya tidak seperti ini.

"Kalian kenapa?" tanyaku dengan penasaran.

Liu Qiqi menggelengkan kepalanya lalu menjawab, "Tidak apa-apa." tapi Hu Shan malah bertanya, "Sixi, akhir-akhir ini suamimu sedang sibuk apa?"

"Suamiku?"

Aku menjadi semakin keheranan.

Mereka jarang sekali membicarakan tentang laki-laki tapi kenapa tiba-tiba hari ini Hu Shan bertanya tentang Yang Qin?"

"Dia masih sama seperti dulu, kenapa?"

"TIdak ada apa-apa, cepat makan!" kata Liu Qiqi sambil memberikan sumpit kepadaku.

Aku merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua, seperti ada yang mereka sembunyikan.

"Ada apa?"

"Tidak apa-apa!"

"Kenapa kalian hari ini aneh?"

Hu Shan tertawa lalu berkata, "Memang iya?"

Wang Xiaoyan kemudian berkata: "Apa karena kamu merubah gaya rambutmu?"

Saat Wang Xiaoyang mengatakan itu, aku baru menyadari potongan rambut Hu Shan yang pendek.

"Kamu potong rambut?"

Hu Shan tertawa kemudian dia mengulurkan tangannya lalu menyentuh rambutnya sambil berkata, "Apa aku terlihat lebih segar?"

"Iya."

Liu Qiqi dan Wang Xiaoyan kemudian tertawa.

"Aku mau pergi ke salon, ada yang punya waktu luang untuk menemaniku?" tanya Liu Qiqi.

Aku yang pertama mengangkat tangan lalu berkata, "Aku."

"Bagaimana dengan kalian?"

Hu Shan mencibirkan bibirnya lalu berkata, "Aku tidak bisa. Aku harus pergi ke perpustakaan untuk mencari beberapa hal."

Wang Xiaoyan berpikir sejenak lalu dia tersenyum dan menjawab, "Sepertinya aku tidak ada kegiatan lain."

"Kalau begitu kita pergi bertiga."

Hu Shan kemudian dengan kesal berakta, "Kalian meninggalkanku seorang diri?"

"Bukankah kamu bilang mau harus pergi ke perpustakaan?"

"Dasar, ya sudah pergi saja bertiga."

Setelah selesai makan Hu Shan pergi ke perpustakaan.

Aku, Liu Qiqi dan Wang Xiaoyan pergi ke salon yang ada di dekat sekolah.

Ini adalah salon yang biasanya didatangi oleh Liu Qiqi. Setiap minggu Liu Qiqi pasti akan pergi ke salon untuk merawat rambutnya, aku dan Wang Xiaoyan menunggu Liu Qiqi… karena aku merasa bosan akhirnya aku membaca majalah yang ada di sana.

Saat sedang melihat majalah, tiba-tiba Wang Xiaoyan menunjukkan sebuah model rambut pendek ke arahku dan bertanya, "Bagaimana menurutmu model rambut ini?"

"Bagus."

Wang Xiaoyan menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Aku juga merasa begitu, aku rasa model rambut ini cocok denganmu."

"Memang iya?"

Perempuan yang menjadi model rambut itu memiliki bentuk wajah kecil dan model rambutnya cukup pendek, panjangnya hanya di bawah telinga dan itu membuat model itu terlihat anggun.

"Bentuk wajahmu kecil jadi model rambut ini pasti cocok untukmu." kata Liu Qiqi.

Aku mengangkat kepalaku dan Liu Qiqi sedang melihat ke arah majalah yang sama, aku tidak tahu kapan dia ada di depanku.

Liu Qiqi melihat ke arahku lalu dia tersenyum hangat dan berkata, "Sixi, coba saja model rambut ini."

Aku dengan canggung memegang kepalaku karena aku merasa model rambut pendek tidak cocok denganku.

Tapi Liu Qiqi dan Wang Xiaoyan malah terus mengatakan kepadaku untuk mencobanya. Akhirnya aku memotong rambutku.

Setelah dipotong pendek, rambutku terlihat natural bervolume dan natural.