Skip to content

Chapter 381 of 406

Chapter 381 - Standar Bayaran

5 min read1,260 words

Setelah Meng Tian dan Shang Liqi selesai makan, Meng Tian membereskan perelatan makan mereka dan membawanya ke dapur.

Saat Shang Liqi menegak minumannya, dia melirik ke arah jam tangannya dan bergumam, "Kamu datang lebih awal."

"Katakan, untuk apa kamu memanggilku kemari?"

"Tunggu sebentar, tunggu yang punya permasalahan datang."

"Siapa maksudmu?"

Shang Liqi melihat ke arahku sambil mengulurkan tangannya mengambil tisu untuk mengelap mulutnya kemudian dengan tidak sabaran berkata, "Sekarang aku jadi meragukan IQmu."

Aku tidak mengerti maksudnya dan bertanya, "Apa hubungannya IQku dengan masalah ini?"

"Tentu saja ada hubungannya, orang yang punya permasalahan ini tentu saja pelangganku. Apa kamu ini saja tidak tahu?"

"Kamu bisa langsung bilang 'Pelanggan' kan?"

"Aku belum menerima pekerjaan itu. Jika aku sudah menerimanya barulah dia sah menjadi pelangganku." jawab Shan Liqi sambil memalingkan pandangannya.

Aku tidak mengatakan apa-apa lagi dan menunggu dengan sabar.

Setelah Meng Tian selesai mencuci piring, dia keluar dari dapur sambil meregangkan tubuhnya dan berkata, "Haduh lelah sekali."

Shang Liqi tertegun melihat ke arah Meng Tian lalu berkata, "Lelah? Memangnya kamu seharian melakukan apa? Jika kamu tidak sedang mencari pekerjaan maka aku tidak mungkin akan mempekerjakanmu, aku harus membereskan kekacauanmu jadi seharusnya aku yang merasa lelah."

Meng Tian memalingkan pandangannya dari Shang Liqi kemudian dia duduk di atas sofa kemudian dia bersandar dan menutup kedua matanya… tidak lama kemudian dia benar-benar tertidur.

Shang Liqi membelalakkan matanya dan terlihat kesal.

"Kamu lihat kan? Dia bisa makan dan tidur nyenyak tapi masih saja tidak bekerja dengan baik, menurutmu bukankah aku seharusnya sudah memecatnya?"

Aku hanya tertawa dan tidak berkata apa-apa.

Namun Shang Liqi terus bergumam, "Aku benar-benar kagum kepadanya, akhir-akhir ini aku yang selalu menyiapkan makanan dan dia hanya membantu hal kecil. Aku bahkan tidak pernah sekalipun mengeluh lelah tapi setiap hari dia selalu mengeluh lelah."

Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.

Aku menoleh ke arah pintu dan melihat ada seorang perempuan kurus yang berdiri di depan pintu, wajahnya cantik dan dia menggunakan baju terusan.

Aku pernah melihatnya, dia adalah perempuan yang bersama dengan laki-laki yang mirip dengan Yang Qin. Zhou Yi, mahasiswa kedokteran tahun kedua.

Ternyata dia adalah teman adiknya.

Seketika aku merasa dunia ini begitu kecil, tapi dengan bertemu dengannya di sini aku bisa menyelidiki tentang orang yang sangat mirip dengan Yang Qin.

Saat memikirkan ini aku merasa sangat antusias.

Shang Liqi bangkit berdiri untuk menyambutnya.

Kemudian Zhou Yi langsung berjalan masuk dan duduk di sebelahku.

Shang Liqi mengambil sebuah gelas kertas kemudian menuangkan air dan memberikannya kepada Zhou Yi dengan sopan.

Shang Liqi bahkan tidak pernah melakukan itu padaku, aku sudah duduk di sini sejak tadi tapi dia terlihat tidak peduli!

Aku memalingkan pandanganku kemudian melihat ke arah Zhou Yi, dia sedang mengulurkan kedua tangannya untuk mengambil gelas kertas itu.

Kemudian dia melihat Meng Tian yang sedang tertidur dan tertawa kecil. Setelah itu dia bertanya kepada Shang Liqi, "Kak, untuk masalah yang aku minta tolong apa kakak sudah mempertimbangkannya?"

"Asistenku sudah memastikannya dan memang saat pukul 12 malam di asrama perempuan ada suara tangisan perempuan."

"Asisten kakak?" tanya Zhou Yi dengan terkejut.

Shang Liqi tertawa lalu dia memperkenalkanku kepada Zhou Yi: "Ini adalah Ji Sixi, asistenku. Dia yang akan membantumu untuk menyelesaikan masalah ini, kamu bisa menceritakan masalahmu dengan lebih detail padanya."

Zhou Yi menganggukkan kepalanya lalu melihat ke arahku dan tersenyum canggung.

"Halo, aku Zhou Yi."

"Halo."

"Selama ini aku mengira asisten kakak adalah Meng Tian."

Aku tidak tahu harus berkata apa, Shang Liqi yang menanggapi perkataan Zhou Yi, "Asistenku adalah Sixi, Meng Tian hanya pembantu."

"Siapa pembantu?" tanya Meng Tian sambil mengusap matanya sambil melihat ke arah Shang Liqi.

Saat Meng Tian terbangun sepertinya dia mendengar perkataan Shang Liqi.

Shang Liqi kemudian dengan cepat menjawab, "Kamu!"

"Aku seharian membantumu tapi kamu malah bilang aku pembantu?"

"Karena semua hal yang kamu lakukan memang hal yang dilakukan oleh pembantu."

"Kamu…"

Wajah Meng Tian memerah dan dia menggertakan giginya tapi tidak mengatakan apa-apa lagi.

Shang Liqi menunjuk ke arah ruang kantornya lalu berkata kepadaku dan Zhou Yi, "Bagaimana jika kita bicara di kantorku saja?"

Zhou Yi menganggukkan kepala kemudian dia bangkit berdiri dan berjalan ke arah kantor Shang Liqi.

Saat aku baru saja bangkit berdiri, Shang Liqi menarik tanganku lalu mengedipkan sebelah matanya seolah memberi kode kepadaku.

"Kamu mengerti kan?" tanya Shang Liqi sambil mengangkat alisnya dan tersenyum aneh.

Aku menggelengkan kepalaku dan berkata, "Tidak."

Shang Liqi menghela nafas kemudian dia mengangkat 2 jarinya ke arahku tapi aku masih tidak mengerti maksudnya.

Kemudian Shang Liqi berkata dengan suara pelan dan nada tidak sabar, "Biayanya 2.000 yuan, karena temanku yang memperkenalkannya jadi aku tidak akan meminta bayaran terlalu mahal. Kamu selesaikan masalah ini sendiri jika sudah maka aku akan memberimu 1.000 yuan."

"..."

Ternyata Shang Liqi ingin aku yang membahas tentang biaya dengan Zhou Yi.

Dia dan kakak laki-laki Zhou Yi adalah teman sehingga membahas masalah uang akan menjadi sedikit canggung jadi dia memberikan tugas ini kepadaku.

Aku tertawa lalu memanfaatkan kesempatan ini untuk menggodanya, "Aku tidak menyangka kamu bisa juga tahu malu."

"Apa maksudmu?"

"Bukan apa-apa."

Aku melepaskan tangannya kemudian berjalan masuk ke dalam kantornya.

Zhou Yi sudah duduk di kursi yang ada di depan meja Shang Liqi.

Aku menutup pintu dengan perlahan kemudian duduk di kursi Shang Liqi yang ada di belakang meja kantornya lalu kembali memperkenalkan diri.

"Halo, aku Ji Sixi. Aku mahasiswa jurusan literatur, bisa dikatakan kita adalah teman kuliah."

Saat mendengar itu mata Zhou Yi terlihat berbinar, "Yang benar?"

"Iya."

"Kalau begitu aku serahkan masalah ini kepadamu, ya."

"Tidak masalah, tapi masalah ini cukup rumit karena pertama harus menyelidiki asal suara tangisan itu kemudian baru memikirkan cara untuk menyelesaikannya…" aku berkata dengan cukup berbelit-belit.

Kemudian dia berkata kepadaku, "Katakan langsung saja."

"Biayanya 5.000 yuan."

"Mahal sekali?" kata Zhou Yi dengan kedua matanya yang terbelalak.

Aku tersenyum kemudian berkata, "Zhou Yi, jika suara tangisan itu tidak mengganggumu maka kamu bisa bersikap seolah tidak mendengarnya dan kamu tidak perlu menggunakan jasa…"

"Tidak, suara itu sudah menggangguku." kemudian dia terdiam sesaat lalumenarik nafas dalam dan berkata lagi, "Aku tidak tahu kenapa tapi tidak ada yang mendengar suara tangisan itu selain aku dan aku selalu bermimpi buruk, selalu bermimpi…"

"Bermimpi apa?"

"Bermimpi tentang Yu Lu, perempuan yang bunuh diri di dalam kamar asramanya."

Saat mendengar itu aku sama sekali tidak terkejut karena sejak awal aku sudah ada perkiraan bahwa suara tangisan itu mungkin ada hubungannya dengan Yu Lu dan ternyata benar.

Aku mengajukan biaya 5.000 yuan karena itu adalah standar bayaran di perusahan Shang dan aku tidak akan merubah harganya hanya karena dia dikenalkan oleh teman Shang Liqi.

Selain itu dilihat dari barang-barang yang dia gunakan, semuanya adalah barang-barang bermerek mahal jadi pasti kondisi ekonomi keluarganya sangat baik. Terlebih lagi aku masih kesal dengannya karena dekat dengan laki-laki itu, bahkan aku masih tidak tahu apakah laki-laki itu benar-benar Yang Qin atau bukan.

Laki-laki itu bisa saja orang yang sangat mirip dengan Yang Qin tapi bukan tidak mungkin orang itu adalah Yang Qin.

Walaupun aku percaya bahwa Yang Qin tidak akan bertemu perempuan lain di belakangku tapi aku ingin memperjelas masalah ini untuk menghilangkan kegelisahanku.

"Ji Sixi, apa biayanya tidak bisa lebih murah? Kita kan kuliah di tempat yang sama apa harus memberikan biaya yang begitu mahal? Hubungan kakakku dan kak Shang Liqi sangat baik dan kakakku yang memperkenalkan aku kepada kak Shang Liqi." kata Zhou Yi berusaha untuk bernegosiasi harga denganku.

Hal itu membuatku tidak senang tapi aku masih memaksakan senyum kecil dan berkata, "Zhou Yi, 5.000 yuan itu sangat murah. Kamu ingin menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hal spiritual, jika terjadi kesalahan maka nyawa yang akan menjadi taruhannya. Tapi jika kamu merasa biayanya terlalu mahal maka kamu bisa mencari bantuan orang lain."