Chapter 382 of 406
Chapter 382 - Namanya Mo Xuan
5 min read1,137 words
Seketika Zhou Yi terlihat ragu-ragu.
Kemudian aku menunggunya dengan sabar dan setelah beberapa saat tapi dia masih belum membuat keputusan. Ketika akhirnya aku tidak dapat menunggu lebih lama lagi dan bangkit berdiri, tiba-tiba ia berkata, "Baiklah 5.000 yuan, tapi kamu harus memastikan masalah ini terselesaikan dengan baik."
Aku melihat ke arahnya dan menjawab, "Tenang saja. Setelah menerima bayaran aku tidak mungkin bekerja dengan setengah-setengah."
"Lalu bagaimana membayarnya? Uang tunai atau bisa pakai kartu debit?"
"Apapun boleh."
"Baiklah, aku akan bayar menggunakan kartu debit."
Dia bangkit berdiri kemudian mengeluarkan dompet dari dalam tasnya dan di saat yang sama berteriak, "Kak Shang Liqi!"
Saat Shang Liqi mendengar itu, ia langsung masuk ke dalam lalu bertanya, "Ada apa?"
"Aku mau bayar dengan kartu debit."
"Aku saja." kemudian aku mengambil kartu debit Zhou Yi.
Saat itu raut wajahnya berubah dan dia terlihat tidak senang.
"Kak, bukankah kakak bilang biayanya tidak mahal?" tanya Zhou Yi dengan kesal.
Shang Liqi kemudian menjawab, "Mahal? Aku sudah memberikan harga murah untukmu."
"Jelas-jelas mahal!"
"Lalu kamu ingin aku melakukan apa? Aku sedang melakukan bisnis di sini."
Zhou Yi mencibirkan bibirnya dan tidak berkata apa-apa lagi.
Setelah memasukkan nominal 5.000 yuan, aku memberikan alat itu kepada Zhou Yi, "Tolong masukkan sandimu."
Kemudian dia mengambil alat itu lalu memasukkan sandinya dan mengembalikannya kepadaku.
Setelah selembar kertas keluar dari alat itu, aku menyuruh Zhou Yi untuk menandatanganinya kemudian aku memberikan tanda terima kepadanya. Setelah dia menerimanya, dia meremas dan membuangnya lalu melihat ke arah Shang Liqi dan berkata: "Aku tidak tahu apakah kakakku yang tidak bisa diandalkan atau kak Shang Liqi yang tidak bisa diandalkan, bisa-bisanya berusaha memeras adik kelas. Keterlaluan."
Shang Liqi mengerutkan alisnya dan terlihat kebingungan.
"Aku tidak memerasmu."
"Baiklah, baiklah. Kakak tahu aku tidak kekurangan uang dan ini hanya uang kecil." kata Zhou Yi dengan sombong sambil mengangkat dagunya.
Shang Liqi terlihat seperti tidak bisa berkata apa-apa menanggapi sikap Zhou Yi.
Setelah Zhou Yi menerima kartunya kembali, ia bertanya, "Kapan akan mulai mengurus masalah ini?"
"Malam ini."
"Baik, malam ini hubungi aku."
Aku menganggukkan kepalaku dan mengantarnya keluar.
Setelah mengantarnya keluar, aku mendengar suara Shang Liqi yang berteriak dari dalam kantornya.
"Ji Sixi, kemari!"
Aku rasa dia sudah melihat kertas pembayaran Zhou Yi.
Aku sudah mempersiapkan diri untuk dimarahi oleh Shang Liqi sehingga aku berjalan masuk ke kantornya dengan santai dan sesaat aku masuk, Shang Liqi sudah memegang selembar kertas yang berisi bukti pembayaran Zhou Yi.
"Ji Sixi, ada yang salah dengan kepalamu? Jelas-jelas aku mengatakan kepadamu biayanya 2.000 yuan, kenapa bisa menjadi 5.000 yuan?"
"Aku hanya mengikuti standar bayaran biasanya."
"Aku bos di sini atau kamu bos di sini?"
"Kamu."
"Tapi kamu berani membantah?" kata Shang Liqi dengan kesal.
Aku tertawa lalu mengingatkannya, "Kamu memang bos di sini tapi aku adalah istri investor terbesar di sini jadi aku berhak memutuskan apakah kamu boleh memberikan diskon atau tidak, mengerti?"
"Kamu… sekarang kamu sudah berani ya, kamu kira aku tidak bisa membalasmu? Baiklah, lihat saja nanti aku akan menyuruh Yang Qin memberimu pelajaran." kata Shang Liqi dengan kesal.
Aku tidak mempedulikannya.
Lagi pula Yang Qin tidak mungkin marah karena aku melakukan hal ini. Memberikan pemasukan kepada perusahaan adalah hal yang baik, malah bisa jadi Yang Qin memberi pelajaran kepada Shang Liqi karena mencampuradukkan masalah perusahaan dan masalah pribadi.
Untuk apa memberikan diskon untuk orang seperti Zhou Yi yang jelas-jelas tidak kekurangan uang? Dia menggunakan barang-barang mahal dan setidaknya di dalam tasnya ada uang tunai 1.000 sampai 2.000 yuan, terlebih lagi dia mengakuinya bahwa dia tidak kekurangan uang sama sekali.
"Jika tidak ada urusan lain, aku pergi dulu."
Saat aku baru saja berbalik badan dan ingin pergi Shang Liqi kembali memanggilku.
Dia mengeluarkan selembar kertas lalu menuliskan nomor telepon Zhou Yi untukku kemudian berkata, "Ini adalah nomor telepon Zhou Yi. Teleponlah dia malam ini."
"Iya."
"Minta Meng Tian menyiapkan semua yang kamu perlukan."
"Baik."
Setelah keluar dari kantor Zhang Liqi, aku melihat ke arah Meng Tian lalu tersenyum hangat dan berkata, "Aku perlu jimat, pisau kayu pohon persik dan kompas."
Meng Tian melihat ke arahku kemudian dengan malas-malasan ia bangkit berdiri dan menyiapkan barang-barang yang aku perlukan.
Setelah selesai menyiapkannya dia memasukkannya ke dalam sebuah kantong plastik berwarna hitam dan mengatakan sesuatu yang aneh, "Kamu kan memiliki kemampuan jadi jangan kembali sebelum masalah itu selesai, selesaikan masalah itu sendiri."
"Kamu tidak perlu mengurus urusanku."
"Dasar mentang-mentang menjadi asisten kamu merasa dirimu sudah sangat hebat." gumam Meng Tian.
Aku berpura-pura tidak mendengarnya kemudian membawa barang-barang itu keluar dari perusahaan Shang Liqi.
Saat aku baru saja keluar dan berencana pergi ke halte bus, aku melihat sosok yang tidak asing.
Aku melihat sosok itu dengan lebih jelas dan ternyata dia adalah Zhou Yi.
Zhou Yi nak sebuah mobil ferrari berwarna perak dengan kaca jendelanya terbuka dan aku dapat melihat siapa yang mengemudi mobil itu, dia adalah 'Yang Qin'. Seketika aku merasa tidak senang.
Lagi-lagi laki-laki itu, apa dia di sini untuk menjemput Zhou Yi?
Dia Yang Qin? Atau laki-laki yang sangat mirip dengan Yang Qin?
Mobil itu berhenti tidak jauh dari perusahaan Shang Liqi, hanya sekitar beberapa langkah kaki.
Sebelum mobil itu pergi, aku mempercepat langkahku kemudian membungkukkan tubuhku untuk melihat wajah pengemudi mobil itu.
Zhou Yi melihatku sedang memperhatikan laki-laki di sebelahnya lalu dengan tidak senang bertanya, "Kamu lihat apa?"
"Siapa dia?"
"Pacarku."
"Siapa namanya?"
Zhou Yi menghela nafas panjang dan terlihat sedang menahan amarahnya.
"Siapa nama pacarku apa hubungannya denganmu?" tanya Zhou Yi dengan tidak bersahabat.
Aku hanya ingin mengetahui siapa identitas laki-laki itu.
Aku tidak mempedulikan Zhou Yi lalu melihat ke arah laki-laki yang ada di kursi pengemudi lalu bertanya, "Kamu siapa?"
Dia melihat ke arahku lalu tersenyum kecil, kedua bola matanya sama persis dengan milik Yang Qin tapi aku tidak bisa melihat apakah dia memiliki tahi lalat di telinga kanannya, aku hampir saja mengira dia benar-benar Yang Qin.
"Nona, apa kita saling mengenal?" tanya laki-laki itu.
Jelas-jelas dia pernah datang ke vila dan bertingkah seperti Yang Qin tapi sekarang dia bertingkah seolah tidak mengenalku?
Sebenarnya siapa dia? Apa tujuannya?"
"Kamu siapa? Jawab pertanyaanku." tanyaku dengan kesal.
Dia tertawa kecil lalu turun dari dari mobilnya dan menghampiriku, dia melihat ke arahku dengan tatapan hangat.
Jika tidak ada tahi lalat di telinga kanannya, maka aku tidak akan bisa membedakan dirinya dan Yang Qin.
"Senang bertemu pertama kali dengan nona, namaku Mo Xuan." kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya kepadaku.
Jarinya sama seperti Yang Qin tapi telapak tangannya tidak sebesar yang Qin.
Perkataannya membuatku tertegun.
Namanya Mo Xuan? Laki-laki yang berpacaran dengan Yu Lu selama beberapa tahun juga bernama Mo Xuan, apa mungkin mereka adalah orang yang sama?
Jika mereka adalah orang yang sama maka tidak heran jika hanya Zhou Yi yang mendengar suara tangisan Yu Lu.
"Kamu mengenal Yu Lu?" tanyaku tanpa menjabat tangannya.
Dia tertawa lalu dengan lembut bertanya, "Jika kenal kenapa, jika tidak kenapa?"
"Kamu adalah pacar Yu Lu?"
"Mantan pacarnya." dia membenarkan perkataanku.
Benar-benar sulit dipercaya...