Skip to content

Chapter 384 of 406

Chapter 384 - Yang Qinxue Tidak Normal

4 min read1,081 words

Aku merasa sangat sedih karena bagaimanapun dia adalah darah dagingku, dia adalah putriku!

Anak-anak tidak berdosa...

Tapi apa yang dia lakukan… bukan hal yang bisa dilakukan oleh anak pada umumnya.

Aku mengulurkan tanganku tapi saat akan menyentuh tubuhnya, aku kembali merasa ragu-ragu.

Aku tidak bisa memungkiri perasaanku… aku takut kepadanya.

Walaupun dia terlihat seperti anak berumur 4 atau 5 tahun, tapi sebenarnya dia masih berumur 1 setengah tahun… anak berumur 1 setengah tahun sudah mulai membunuh, ketika ia sudah menjadi lebih besar, dia bisa melakukan apa lagi?

Aku sangat takut jika Yang Qinxue berubah menjadi semakin menakutkan.

Kemudian terdengar suara pintu terbuka lalu terdengar suara Yang Qin, "Qinxue, papa pulang."

Saat mendengar itu Yang Qinxue langsung berhenti menangis lalu berlari keluar dari kamar mandi.

Aku bangkit berdiri dan berusaha mengumpulkan tenaga untuk berjalan keluar.

Saat keluar dari kamar mandi aku melihat Yang Qinxue memeluk kaki Yang Qin kemudian kembali menangis.

Dia menangis sambil berkata, "Papa, mama membenciku."

Yang Qin melihat mayat Qiuqiu di lantai kemudian wajahnya menjadi sangat suram

"Apa yang terjadi?" tanya Yang Qin kepadaku.

Aku menghela nafas panjang. Perutku masih terasa mual, terlebih saat melihat mayat Qiuqiu aku kembali merasa mual.

Bagaimana aku menjelaskan semua ini kepada Yang Qin?

Atau aku harus mengatakan bahwa kematian Qiuqiu adalah kecelakaan? Tapi di sebelah mayat Qiuqiu ada sebuah pisau. Yang Qin begitu pintar, tidak mungkin dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Yang Qin kemudian kembali melihat ke arah Yang Qinxue lalu memegang tangan Yang Qinxue yang penuh dengan darah lalu bertanya dengan suara dingin, "Apa yang kamu lakukan?"

Yang Qinxue mencibirkan bibirnya tapi dia tidak mengelak sama sekali dan dengan berani berkata, "Aku yang melakukannya tapi papa, Qiuqiu tidak menurut denganku dan dia mencakarku."

Yang Qinxue menunjukkan luka cakaran akibat Qiuqiu di tangannya, tapi luka itu tidak terlalu terlihat dan tidak berdarah.

Biasanya hubungan Qiuqiu dan Yang Qinxue cukup baik, selain itu Qiuqiu selama ini selalu bersikap baik. Dia sama sekali tidak pernah menunjukkan sikap memberontak selain itu dia juga tidak pernah melukai orang lain.

Qiuqiu begitu penurut…

"Papa aku benar-benar tidak sengaja, aku melakukan itu karena marah. Papa aku salah, aku tidak akan melakukannya lagi." Yang Qinxue kembali menangis.

Dia memeluk kaki Yang Qin dengan erat.

Yang Qin mengerutkan alisnya tapi tidak mengatakan apa-apa.

Aku melihat Yang Qin baru saja kembali dari supermarket dengan membawa kantong plastik.

Aku melihat nama supermarket itu di kantong plastiknya dan letak supermarket itu tidak jauh dari vila, itu berarti Yang Qin hanya pergi dalam waktu sebentar dan Yang Qinxue membunuh Qiuqiu dalam waktu sesingkat itu…

…

Yang Qin tidak memarahi Yang Qinxue tapi dia juga tidak menghiburnya.

Tindakan Yang Qinxue benar-benar membuatku kecewa. Sku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Yang Qin tapi dilihat dari wajahnya, perasaannya tidak lebih baik dariku.

Yang Qin sangat menyukai Qiuqiu dan kami merawat Qiuqiu bersama. Dia sering tidur di atas perut Yang Qin dan sering bermain bersamanya bahkan bisa dikatakan Yang Qin menghabiskan waktu lebih banyak bersama Qiuqiu.

Walaupun Qiuqiu hanyalah seekor kucing tapi dia adalah bagian dari keluarga ini.

Aku mengubur mayat Qiuqiu di halaman. Sku menggali sebuah lubang kecil yang cukup dalam.

Saat menguburkan Qiuqiu, Yang Qinxue berada di sampingku dan dia terus menangis sambil meminta maaf kepada Qiuqiu.

Awalnya aku ingin kembali ke sekolah lebih awal tapi karena menguburkan Qiuqiu membutuhkan waktu cukup lama dan hari sudah malam, aku memutuskan untuk berbicara dengan Yang Qin di ruang baca sehingga.

Pintu ruang baca tertutup rapat.

Perasaan Yang Qin juga terlihat sangat suram.

Tanpa menungguku mengatakan sesuatu, dia pertama kali berkata, "Qinxue tidak normal."

Yang Qin melihat ke arahku, tatapannya begitu tajam dan di saat yang sama membuat perasaanku terasa berat..

Jika Yang Qin mengatakan Yang Qinxue tidak normal, maka pasti ada yang tidak normal. Dia tidak pernah sembarangan dalam membuat penilaian.

"Apa iblis itu menjadi parasit di tubuhnya?"

"Aku tidak tahu, tapi yang jelas dia tidak normal." kemudian Yang Qin berhenti lalu dia seolah teringat sesuatu dan berkata lagi dengna panik, "Kamu masih ingat teman yang bertengkar dengan Qinxue?"

Aku menganggukkan kepalaku lalu Yang Qin melanjutkan perkataannya, "Satu bola mata anak itu menjadi buta dan tidak akan bisa pulih lagi."

"Separah itu? Bukankah kamu bilang lukanya tidak parah?"

"Aku tidak tahu lukanya akan memburuk. Kepala sekolah ingin mengeluarkan Yang Qinxue tapi aku menghentikannya. Aku memberikan biaya ganti rugi kepada keluarga anak itu dan memberikan uang kepada taman kanak-kanak itu."

Aku dapat melihat bahwa Yang Qin mulai benar-benar mengkhawatirkan Yang Qinxue.

Aku sulit mempercayai hal ini, bagaimana mungkin anak sekecilnya bisa membuat temannya terluka sampai buta?

"Kenapa dia bertengkar dengan temannya?"

"Sepertinya karena anak itu mengatakan Qinxue monster lalu Qinxue langsung…"

Monster?

Sekarang dia benar-benar terlihat seperti monster...

Kemudian ruang baca menjadi sangat sunyi dan suasananya menjadi sangat suram.

Raut wajah Yang Qin terlihat sangat suram dan aku yakin raut wajahku tidak jauh berbeda dengan raut wajah Yang Qin.

Karena Yang Qinxue, hati kami hancur...

Setelah ragu-ragu akhirnya aku tidak bisa menahan diri untuk berkata kepada Yang Qin, "Bagaimana jika Qinxue tidak perlu pergi ke taman kanak-kanak lagi? Biarkan dia di rumah. Kamu temani sekaligus awasi dia dan jangan biarkan dia melakukan hal-hal seperti ini lagi."

"Lalu bagaimana denganmu?"

"Shang Liqi baru saja menerima pekerjaan dan dia menyuruhku untuk mengambil alih pekerjaan itu sehingga selama beberapa hari kedepan aku harus tinggal di asrama."

Yang Qin tidak mengatakan apapun dan mengulurkan tangannya lalu memelukku dengan lembut.

Saat aku mendekat, aku kembali mencium aroma asing dari tubuhnya…

Aku tiba-tiba curiga apakah laki-laki yang memelukku benar-benar Yang Qin sehingga aku mengangkat kepalaku dan melihat ke telinga kanannya tapi tidak ada tahi lalat seketika aku merasa tenang.

"Kenapa aroma tubuhmu aneh? Aku tidak pernah menciumnya…"

"Aku mengganti parfumku."

"..."

Aku baru menyadari bahwa ternyata hantupun juga menggunakan parfum...

Sebelum pergi kembali ke sekolah, aku menyiapkan makan malam.

Setelah itu Yang Qin menggandeng Yang Qinxue untuk mengantarku ke luar rumah.

Yang Qin ingin mengatarku kembali ke sekolah tapi aku bersikeras untuk naik taksi.

Akhirnya Yang Qin mengalah dan setelah melihatku masuk ke dalam taksi, dia kembali masuk ke dalam vila bersama Yang Qinxue.

Setelah meninggalkan vila, aku terus mengkhawatirkan Yang Qinxue. Aku tidak bisa menahan diri untuk menelpon Yang Qin dan memintanya sekali lagi untuk tidak membiarkan Yang Qinxue kembali ke taman kanak-kanak… Yang Qin menyetujui permintaanku.

Saat tiba di sekolah, hari sudah malam dan langit sudah gelap. Sesaat aku tiba di kamar asrama, hujan turun dengan deras.

Hujan semakin lama menjadi semakin deras...

Liu Qiqi dan Hu Shan tidak ada di kamar asrama. Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk menelpon Zhou Yi.