Chapter 386 of 406
Chapter 386 - Hatiku Sudah Mati
4 min read1,112 words
Hu Shan melihat ke arah sapu yang ada di tangannya lalu bertanya. "Kamu yakin tidak akan bertengkar dengan Zhou Yi?"
"Aku yakin."
Kemudian Hu Shan tertawa canggung dan melemparkan sapu yang ada di tangannya ke pojok kamar.
Namun Liu Qiqi terlihat masih tidak tenang.
Melihat mereka begitu mengkhawatirkan masalahku dan Yang Qin membuatku tidak dapat menahan diri dan akhirnya menceritakan bahwa pacar Zhou Yi memiliki wajah yang sama persis dengan Yang Qin. Mereka berdua sangat terkejut saat mendengarnya...
Hu Shan kemudian dengan terkejut bertanya, "Laki-laki itu memiliki wajah yang sangat mirip dengan suamimu?"
"Iya, aku sudah pernah bertemu dengannya."
"Kamu sudah bertemu dengannya?"
"Iya, jadi kalian tidak perlu khawatir. Yang Qin tidak akan mengkhianatiku. Aku yakin itu." kataku sambil mengangkat daguku.
Mereka berdua kemudian tersenyum ke arahku seolah ingin menggodaku.
Dan saat itu seketika lampu seluruh asrama mati dan koridor asrama menjadi gelap gulita.
Hu Shan kemudian menggerutu, "Kenapa mematikan lampunya lebih cepat dari biasanya, dasar." setelah mengatakannya dia kembali masuk ke kamar asrama.
Aku mengeluarkan handphoneku dari dalam kantong dan menggunakan fitur senter untuk menerangi jalan, tapi tanpa sengaja aku mengarahkannya ke wajah Liu Qiqi lalu dia menggunakan tangannya untuk menghalangi cahaya senter dari handphoneku dan berkata, "Sudah malam begini, kamu ingin membantunya menyelesaikan masalah apa? Jangan bilang…"
"Masalah kecil, kamu tidak perlu khawatir. Cepat tidur sana."
Liu Qiqi mencibirkan bibirnya dan tanpa berkata apa-apa lagi dia berbalik badan dan masuk ke kamar asrama.
Tante penjaga asrama belum berkeliling untuk memeriksa sehingga aku cepat-cepat berjalan ke arah tangga.
Setelah tiba di lantai 5 aku mencari kamar 502.
Tanpa berpikir panjang aku langsung membuka pintu.
Kamar itu sangat gelap tapi aku dapat melihat di antara 4 ranjang ada 3 ranjang yang terlihat terang karena cahaya layar handphone.
"Siapa?" terdengar suara perempuan yang lembut dan sedikit takut-takut.
Aku menggunakan handphoneku dan berjalan ke arah ranjang yang tidak terdapat cahaya layar handphone. Setelah memastikan ranjang itu kosong aku langsung naik ke atas ranjang itu.
Kali ini aku mendengar suara Zhou Yi dari bawah ranjangku.
"Aku sudah bilang tidak perlu, kenapa kamu tetap datang?"
"Aku melakukan apa yang menurutku perlu aku lakukan."
"Dasar!"
Kedua perempuan lainnya bergumam satu sama lain, seolah sedang bergosip.
Malam itu aku tidak berani tidur, aku takut melewatkan sesuatu.
Aku menunggu hingga suara tangisan itu terdengar.
Tapi setelah pukul 12 malam asrama begitu tenang.
Aku berbalik badan untuk melihat ke ranjang bawah dan aku sangat terkejut melihat pemandangan di hadapanku.
Di sebelah ranjang ada seorang perempuan yang menggunakan terusan berwarna merah, dan dia sedang melihat ke arah Zhou Yi yang tertidur.
Seketika seluruh bulu kudukku berdiri.
Aku sedikit bergerak hingga menimbulkan suara. Seketika itu juga, perempuan yang menggunakan terusan berwarna merah itu mengangkat kepalanya melihat ke arahku.
Tubuhnya masih membungkuk tapi kepalanya terangkat melihat ke arahku.
Saat kami saling bertukar panjang seketika jantungku terasa seolah akan melompat keluar dari rongga dadaku.
Dia… Yu Lu.
Ternyata dia tidak menggunakan terusan berwarna merah tapi berwarna putih, di bagian rok nya berwarna merah itu karena darahnya...
"Yu Lu…
"Jangan ikut campur urusanku." potong Yu Lu. Suaranya terdengar dingin dan seperti berasal dari dimensi lain.
Di bawah sinar bulan aku dapat melihat wajahnya yang pucat pasih tapi bibirnya berwarna sangat merah.
"Yu Lu, kamu tidak seharusnya masih berkeliaran di dunia manusia."
"Tidak, aku ingin balas dendam kepada laki-laki yang sudah membuangku. Aku ingin membuat perempuan yang ada di sampingnya merasakan rasa sakit yang aku rasakan dan mati. Aku merasakan semua rasa sakit ini jadi dia juga harus merasakan hal yang sama!"
"Yu Lu…"
"Diam, aku tahu dia sudah membayarmu untuk membantunya tapi sebaiknya kamu tidak ikut campur dengan urusanku."
Dia masih melihat ke arahku dan sorot matanya terlihat menyeramkan.
Aku tahu dia sedang memperingatkanku, tapi aku sudah menerima uang dari Zhou Yi jadi setidaknya aku harus memastikan bahwa dia aman.
Setelah menenangkan jantungku yang berdegup kencang, aku kembali berusaha membujuknya, "Jangan melakukan balas dendam, kamu bisa menerima hukuman di neraka."
"Aku tidak peduli. Hatiku sudah mati, hukuman apapun aku bisa menerimanya."
"Yu Lu, dengarkan aku kali ini. Kita adalah teman 1 kelas, aku tidak mungkin melukaimu. Aku melakukan ini demi kebaikanku."
"Demi kebaikanku? Lalu kamu bisa melakukan apa demi aku?"
"Aku…"
"Apa kamu bisa membantuku membunuh perempuan ini?"
"..."
Aku tidak tahu harus berkata apa.
Saat melihatku tidak berkata apa-apa dia tertawa dingin kemudian berdiri tegak dan saat itu aku melihat tangan dan kakinya penuh dengan darah.
Sebelumnya saat dia membungkukkan tubuhnya, aku hanya bisa melihat punggungnya. Namun sekarang aku dapat melihat tubuhnya dengan jelas.
Dia seperti yang dikatakan oleh Hu Shan, tubuhnya sangat kurus, tangan dan kakinya penuh dengan luka sayatan dan tusukan pisau. Darah mengalir keluar dari lukanya dan membuat kakinya berlumuran darah hingga menetes di lantai.
Aku menelan air ludahku dengan susah payah dan saat itu aku dapat mencium aroma darah yang menusuk.
Sebenarnya aku tidak berani membayangkan bagaimana ada orang yang bisa melakukan hal itu ke dirinya sendiri.
Saat dia menggunakan pisau untuk menyayat dan menusuk dirinya, apa yang dia rasakan? Apa dia tidak merasa sakit?
"Yu Lu, apa kamu tahu bahwa membunuh dirimu adalah hal yang salah? Mo Xuan bukan orang yang baik. Kamu tidak seharusnya membunuh dirimu sendiri dan menjadi seperti ini karena dia."
"Kamu salah, dia mencintaiku. Dia hanya mencintaiku tapi para perempuan itu menggodanya!"
"Yu Lu, kamu…"
Aku merasa perasaan cinta Yu Lu terhadap Mo Xuan tidak sehat.
Di dunia ini putus, bercerai... semuanya adalah hal yang tidak aneh. Setiap hari ada yang putus dan bercerai sehingga tidak seharusnya dia mengakhiri nyawanya sendiri karena laki-laki seperti Mo Xuan.
"Sixi, ada hal yang kamu tidak pahami… terlebih masalah perasaanku dan Mo Xuan." tiba-tiba Yu Lu berkata kepadaku dengan wajah serius.
Aku membuka selimutku dan berhati-hati turun dari ranjang.
Saat aku berhadapan dengan Yu Lu, aura negatifnya menjadi semakin kuat.
Aku seperti tidak berani melihat tubuhnya secara langsung. Aku hanya berani melihat darah terus menetes dari tubuhnya dan perasaanku saat itu kacau… aku tidak bisa menjelaskannya.
"Jangan ikut campur dengan urusanku, aku mohon kepadamu." kata Yu Lu, suaranya terdengar seperti memohon kepadaku dan sorot matanya menjadi sedikit suram.
Dia pasti tahu jika aku menyerangnya maka dia tidak akan kabur dan dia juga tidak bisa menyerangku sehingga dia takut, tapi aku tidak bisa membiarkan Yu Lu melukai Zhou Yi...
Sepertinya Yu Lu tidak menyadari 1 hal...
Meskipun Zhou Yi menggoda Mo Xuan, tapi jika Mo Xuan hanya menyukai dirinya maka Mo Xuan tidak akan menerima kehadiran perempuan lain di kehidupannya.
Saat memikirkan hal ini aku tiba-tiba tersadar bahwa masalah ini lebih serius dari yang aku bayangkan.
Tiba-tiba aku menyadari perkataan Yu Lu, 'Para perempuan itu'... Apa mungkin Mo Xuan tidak hanya memiliki hubungan dengan Zhou Yi? Apa sebelum dia membuat Zhou Yi sebagai targetnya, dia sudah 'Membereskan' perempuan yang lain?