Chapter 393 of 406
Chapter 393
5 min read1,150 words
"Sebenarnya belum bisa dikatakan yakin 100%."
"Jika belum yakin, jangan membuatku takut seperti itu!" kataku sambil memalingkan pandanganku darinya.
Shang Liqi tersenyum canggung lalu berkata, "Kami memerlukan waktu untuk memastikannya."
"Iblis itu tidak mungkin menjadi parasit di tubuh Qinxue, kalian tidak perlu menganggapnya seperti kriminal." kataku dengan sedikit kesal. Saat ada yang mengatakan hal buruk tentang putriku, terlebih itu masih asumsi, tentu saja aku tidak senang.
Tapi saat aku teringat kejadian-kejadian yang terjadi semenjak dia ada di dalam kandunganku, ditambah lagi dengan sikapnya akhir-akhir ini, aku dapat paham kenapa mereka bisa mengatakan bahwa iblis itu menjadi parasit di tubuh Yang Qinxue.
"Jika tidak memperhatikannya, maka harus membiarkannya melakukan hal-hal buruk? Kamu jangan lupa dengan kasus temannya yang buta serta kematian Qiuqiu. Apa menurutmu hal sekejam itu normal dilakukan oleh seorang anak kecil?" kata Shang Liqi dengan wajah serius.
Perkataan Shang Liqi membuatku berpikir bahwa perihal iblis itu menjadi parasit di tubuh Yang Qinxue memang benar adanya. Semakin aku memikirkannya, semakin aku merasa sedih dan aku jadi kehilangan selera makanku.
Aku meletakkan sumpitku lalu melihat Shang Liqi dengan wajah datar. Shang Liqi masih bisa makan dengan lahap.
Setelah selesai makan, aku langsung pergi ke sekolah dan pergi ke kamar asrama untuk menunggu kelasku dimulai.
Saat langit mulai gelap dan aku tidak bisa menghubungi Zhou Yi, itu membuatku merasa khawatir.
Kemarin malam Zhou Yi bertengkar dengan Mo Xuan, setelah itu dia menghilang dan tidak kembali ke kamar asrama. Aku bertanya kepada teman kamar asramanya tapi mereka mengatakan Zhou Yi tidak terlihat sama sekali di sekolah, dia juga tidak datang kelas.
Aku merasa tidak tenang, Zhou Yi bukan berasal dari kota ini jadi selain kamar asrama sekolah dia tidak memiliki tempat lain untuk tidur. Handphonenya mati jadi aku sama sekali tidak bisa menghubunginya.
Jika aku menemukan Zhou Yi, aku baru bisa menemukan Yu Lu, tapi sekarang aku tidak bisa menghubunginya...
Aku akhirnya memutuskan untuk menghubungi Shang Liqi.
Shang Liqi bergegas pergi ke sekolah lalu menjemputku dan kami pergi ke apartemen Mo Xuan.
Shang Liqi mengira Zhou Yi mungkin ingin kembali dengan Mo Xuan sehingga kemungkinan da berada di sana sangat besar, terlebih lagi dia tidak memiliki tempat lain yang bisa dia datangi.
Kemudian setelah tiba di apartemen Mo Xuan, pemikiran itu langsung hilang...
Karena Mo Xuan seorang diri d apartemennya dan Zhou Yi sama sekali tidak pernah datang mencarinya lagi.
Mo Xuan tidak tahu bahwa Zhou Yi tidak bisa dihubungi. Dia bertindak seolah tidak terlalu peduli juga. Mo Xuan terlihat santai dan tenang seolah dia sama sekali tidak mengkhawatirkan Zhou Yi.
"Kamu tahu tempat yang mungkin didatangi oleh Zhou Yi?" tanyaku kepadanya.
Dia tertawa kecil lalu malah menjawab, "Aku bukan cacing di perutnya yang bersama dengannya 24 jam, bagaimana aku tahu dia ada di mana."
"Apa kalian tidak memiliki tempat yang penuh kenangan atau semacamnya?"
"Tempat penuh kenangan?" kata Mo Xuan sambil mengangkat alisnya dan matanya berbinar, ekspresinya saat itu dia benar-benar terlihat sangat mirip dengan Yang Qin.
"Jika ada maka mungkin ranjang kamarku atau ranjang hotel. Selain itu aku rasa tidak ada tempat lain." tambah Mo Xuan lalu dia tersenyum sinis.
Aku tidak bisa memungkiri bahwa dia adalah laki-laki kurang ajar! Dia menganggap Zhou Yi seperti baju yang bisa ia ganti, sudah jelas bahwa Zhou Yi tidak akan menjadi perempuan terakhir yang akan dia permainkan. Yu Lu membunuh 3 perempuan karena mereka semua memiliki hubungan Mo Xuan.
Aku menarik nafas dalam dan berusaha menahan diri tapi akhirnya aku tidak bisa menahan diri dan berkata, "Laki-laki mesum."
Mo Xuan bukannya marah dia malah tersenyum lalu berkata kepadaku, "Nona, kamu bukan orang pertama yang mengatakan itu kepadaku."
"Dasar gila! Zhou Yi adalah pacarmu, sekarang dia menghilang dan tidak bisa dihubungi. Apa kamu tidak khawatir sama sekali?"
"Tolong perhatikan penggunaan katamu, mantan pacar. Terlebih lagi apa hubungannya dia menghilang denganku? Kami sudah putus."
Sikapnya benar-benar membuatku muak, dia benar-benar seorang playboy. Bagaimana Yu Lu bisa pacaran dengan laki-laki seperti ini selama bertahun-tahun?
Aku benar-benar tidak bisa mempercayainya!
Aku menggertakan gigiku dan menahan diri lalu berkata, "Aku harap kamu bisa menganggap serius masalah ini, ingat-ingatlah lagi tempat apa yang mungkin dia datangi. Sekarang Zhou Yi berada dalam bahaya dan kami harus menemukannya."
"Kalau begitu kalian pergi mencarinya, selesai kan?"
"Mo Xuan, bagaimana kamu bisa…"
Sebelum aku selesai bicara Shang Liqi menarik tanganku, aku kira dia akan berkata baik-baik kepada Mo Xuan tapi dia melangkah maju kemudian memegang kera baju Mo Xuan lalu mendorongnya ke dinding.
Walaupun terdengar suara keras akibat benturan punggungnya dengan dinding, wajah Mo Xuan tetap biasa saja malah terlihat senyum kecil di wajahnya.
"Aku paling membenci manusia seperti dirimu!" kata Shang Liqi sambil mengayunkan tangannya dan akan meninju wajah Mo Xuan tapi dia berhenti sebelum tangannya mengenai wajah Mo Xuan.
Sebenarnya aku cukup menantikan Shang Liqi akan memukul wajah Mo Xuan tapi akhirnya dia tidak melakukannya.
Shang Liqi akhirnya melepaskan Mo Xuan lalu menarik tanganku lalu segera pergi dari sana.
Setelah keluar dari gedung apartemen Mo Xuan, aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Kenapa tidak memukulnya?"
"Apa?"
"Bukankah kamu berniat memukulnya, lalu kenapa tidak memukulnya?"
Shang Liqi melihat ke arahku lalu bergumam, "Apalagi jika bukan karena wajahnya sama dengan Yang Qin. Tentu saja aku jadi tidak bisa memukulnya!"
"..."
Aku tidak tahu harus berkata apa, ternyata karena alasan itu dia tidak jadi memukul Mo Xuan...
Setelah kembali ke mobil, Shang Liqi mengatakan agar aku kembali ke sekolah karena ada kemungkinan Zhou Yi bersembunyi di dalam sekolah.
Setelah tiba di sekolah aku dan Shang Liqi berpencar untuk mencari Zhou Yi.
Aku pergi ke gedung asrama perempuan dan mencari Zhou Yi di kamarnya tapi dia belum kembali. Pikiranku menjadi kacau dan aku tidak tahu harus mencarinya kemana.
Setelah mengelilingi sekolah akhirnya aku melihatnya di lapangan.
Dia sedang duduk di samping lapangan sedang melihat sekelompok laki-laki yang sedang bermain basket. Dia duduk disana seorang diri dan terlihat kasihan.
Aku menghela nafas lega kemudian dengan cepat menelpon Shang Liqi.
Setelah menutup telepon, aku menghampiri Zhou Yi dan duduk di sebelahnya. Zhou Yi menoleh lalu dia terlihat terkejut dengan kehadiranku.
"Bagaimana kamu bisa ada di sini?"
"Kamu benar-benar membuatku harus bersusah payah untuk menemukanmu."
"Sepertinya kamu cukup bertanggung jawab dengan pekerjaanmu."
"..."
Suasana hatinya terlihat cukup baik, setidaknya dia tidak terlihat ingin mengakhiri hidupnya karena berpisah dari Mo Xuan.
Di lapangan ada beberapa laki-laki bertubuh tinggi besar yang sedang bermain basket, mereka menggunakan baju olahraga dan bergerak dengan gesit.
Zhou Yi tersenyum sambil melihat ke arah laki-laki itu lalu dia tertawa dan berkata, "Lihatlah, bukankah laki-laki yang sedang bermain basket itu terlihat sangat tampan?"
"Oh ya?"
"Aku merasa mereka cukup tampan, terutama yang menggunakan baju berwarna biru. Dia adalah mahasiswa jurusan kedokteran juga, menurutku dia cukup tampan. Dia adalah orang kota sini dan kondisi ekonominya sangat baik."
Aku cukup terkejut saat mendengar perkataan Zhou Yi karena perkataannya tidak terdengar seperti orang yang baru saja patah hati.
Dia terlihat seperti sedang memilih laki-laki untuk didekati. Dia sedang menilai wajah dan kondisi ekonomi para laki-laki yang ada di lapangan...