Chapter 394 of 406
Chapter 394
5 min read1,170 words
"Yang penting adalah dia masih belum punya pacar." kata Zhou Yi lalu tiba-tiba dia tertawa.
Aku cukup keheranan. Apakah dia adalah Zhou Yi yang kemarin menangis karena dicampakkan oleh Mo Xuan?
Sekarang dia benar-benar terlihat baik-baik saja, seperti tidak terjadi apa-apa dan terlihat berencana untuk mencari pacar baru.
Aku tidak ingin mengakuinya tapi Zhou Yi cantik dan orang yang pertama kali melihatnya pasti memiliki kesan dia adalah perempuan yang manis. Jadi tidak akan sulit baginya jika ingin mencari pacar baru.
"Usaha keluargaku bangkrut." kata Zhou Yi tiba-tiba.
Aku tertegun mendengar itu kemudian dia tertawa pahit dan berkata, "2 bulan yang lalu perusahaan papaku mengumumkan bahwa mereka bangkrut dan dia bertanggung jawab atas semuanya tapi aku dan kakakku tidak bisa membantu apapun."
Saat mengatakan itu dia melihat ke arahku, wajahnya terlihat tidak berdaya lalu da berkata, "Mo Xuan sangat kaya, orang tuanya ada di luar negeri. Awalnya aku mengira dengan pacaran dengannya maka dia akan membantuku tapi ternyata aku terlalu naif."
Saat dia mengatakan itu aku semakin terkejut.
Tidak heran saat aku meminta bayaran 5.000 yuan dia terlihat kebingungan. Jika dia masih kaya, maka dia tidak akan berpikir 2 kali hanya untuk mengeluarkan uang 5.000 yuan. Jika dilihat dari ekspresinya, sepertinya Zhou Yi tidak pernah mengatakan hal ini kepada siapapun dan nampaknya Shang Liqi sekalipun tidak mengetahuinya.
Berdasarkan sifat Shang Liqi, jika dia mengetahui keadaan keluarga Zhou Yi maka dia mungkin akan membantunya secara gratis.
Shang Liqi memang sangat menyukai uang tapi dia bukan orang jahat. Setidaknya dia tidak pernah mengambil kesempatan dari orang-orang tidak berdaya.
Saat memikirkan itu aku tidak bisa menahan diri dan bertanya, "Lalu 5.000 yuan itu…"
"Aku menjual 1 tasku. Meskipun itu adalah merek terkenal tapi karena sudah bekas harganya tidak terlalu tinggi. Awalnya aku berencana untuk memberikan uang itu kepada papaku tapi aku tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini akhirnya aku…"
Aku melihat ke arahnya dan seketika merasa bersalah kepadanya.
Aku tidak tahu apakah dia mengatakan yang sebenarnya. Namun jika sejak awal aku tahu, maka aku pasti hanya akan meminta bayaran sesuai perkataan Shang Liqi.
Setelah ragu-ragu akhirnya aku berkata, "Uang itu... aku bisa mengembalikan 3.000 yuan kepadamu."
Zhou Yi melihat ke arahku dan dengan dingin berkata, "Kenapa? Kamu kasihan kepadaku?"
"Bukan, sebenarnya Shang Liqi menyuruhku untuk mengatakan biayanya 2.000 yua tapi pada saat-saat terakhir aku memutuskan untuk meminta bayaran 5.000 yuan." aku mengatakan yang sebenarnya lalu dia tertawa.
"Sepertinya kamu tidak menyukaiku."
"Iya."
Seketika dia menoleh ke arahku dan melihatku dengan mata terbelalak.
"Apa kamu tidak merasa terlalu berterus terang? Tolong pertimbangkan perasaanku. Dengan kamu mengatakan itu sekarang, aku merasa canggung."
Aku melihatnya dengan wajah tidak berdaya.
Sebenarnya aku bukan tidak menyukainya, mungkin hanya karena ada banyak gosip buruk tentang dirinya! Tapi dia adalah orang yang angkuh, selain itu kehidupan percintaannya cukup rumit.
Terhadap orang seperti dia, aku tidak bisa membuat diriku memiliki kesan yang baik terhadapnya.
Tapi walaupun aku tidak menyukainya bukan berarti aku tidak akan berusaha membantunya menyelesaikan permasalahanya dengan Yu Lu.
Saat memikirkan hal ini, aku merasa ada beberapa hal yang harus aku luruskan dengannya.
Aku menata kata-kata dalam kepalaku terlebih dahulu lalu berkata, "Sekarang aku bisa memastikan bahwa suara tangisan yang kamu dengar itu adalah suara Yu Lu."
"Aku tahu kalau itu."
"Kamu mengenalnya?"
Zhou Yi menganggukkan kepalanya dan berkata, "Bukankah dia perempuan yang bunuh diri di kamar asramanya?"
"Benar, apa kamu tahu kenapa dia bunuh diri?"
"Karena pacarnya tidak tahu diri."
"Apa kamu tahu siapa laki-laki itu?"
"Mo Xuan!"
"..."
Ternyata Zhou Yi mengetahui semuanya!
"Jika kamu mengetahui Mo Xuan laki-laki seperti itu lalu kenapa kamu masih mau pacaran dengannya?"
"Karena dia kaya!"
Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa setelah mendengar jawaban Zhou Yi.
Sepertinya demi membantu papanya, dia rela melakukan apapun. Tapi sepertinya dia salah target. Mo Xuan bisa melakukan itu kepada Yu Lu yang sudah berpacaran dengannya bertahun-tahun, bagaimana dia bisa berpikir Mo Xuan tidak akan melakukan hal yang sama pada dirinya?
Sekarang identitas Mo Xuan masih belum bisa dipastikan. Bisa jadi dia dirasuki oleh hantu jadi aku tidak akan mengatakan apapun tentang itu sampai semuanya menjadi jelas.
Sekarang yang penting adalah bertemu dengan Yu Lu, dengan begitu aku bisa lebih memahami tentang Mo Xuan.
Saat itu Shang Liqi menghampiri kami.
Dia berlari dan saat tiba, dia berusaha mengatur nafasnya tapi sebelum Shang Liqi sempat berkata apa-apa Zhou Yi bangkit berdiri kemudian berjalan ke lapangan.
Dia menghampiri laki-laki yang menggunakan baju berwarna biru lalu beberapa laki-laki tertegun saat melihat Zhou Yi berjalan ke arah mereka.
"Bolehkah jika aku ikut main?" tanya Zhou Yi dengan berani.
Beberapa laki-laki tertawa melihatnya kemudian laki-laki berbaju biru itu bertanya, "Kamu bisa?"
Zhou Yi mengangkat pundaknya dan dengan santai berkata, "Ayo main 1 babak, dengan begitu kalian akan tahu jawabannya."
"Kamu cukup percaya diri ya, bagaimana menurut kalian?"
Beberapa laki-laki di sana mulai menyoraki keberanian Zhou Yi.
"Ayo!"
"Jika kalah jangan mengatakan kami menindasmu ya."
…
Untung saja Zhou Yi tidak menggunakan sepatu hak tinggi. Dia menggulung lengan bajunya kemudian mengikat rambut panjangnya dan bersiap untuk mengikuti pertandingan basket.
Shang Liqi duduk di sebelahku kemudian dia melihat ke arah Zhou Yi yang berada di tengah lapangan lalu bertanya, "Ada apa dengannya?"
"Seperti yang kamu lihat."
"Dia tidak apa-apa? Aku mengira dia bisa berpikir yang aneh-aneh karena patah hati."
"Menurutmu dia akan melakukan hal aneh-aneh?"
Shang Liqi tertawa lalu dia tersenyum kecil dan menjawab, "Aku rasa tidak."
Pertandingan basket dimulai…
Sepertinya mereka melakukan pertandingan individu, siapa yang berhasil mencetak skor terbanyak maka dia pemenangnya.
Zhou Yi tidak terlalu tinggi dan saat dia berdiri di antara laki-laki bertubuh tinggi, dia semakin terlihat pendek. Laki-laki berbaju biru itu sudah mencetak 2 gol tapi Zhou Yi tidak putus asa dan dia terus berusaha merebut bola dan akhirnya dia berhasil mencetak 1 gol.
Para laki-laki yang ada di sana berteriak dengan antusias, memberi semangat hingga bersiul.
Laki-laki berbaju biru itu melihat ke arah Zhou Yi dengan mata berbinar.
"Boleh juga kamu! Siapa namamu?"
"Zhou Yi, kamu?"
"Xu Lang."
Pertandingan masih berlanjut dan performa Zhou Yi tidak buruk, tapi karena dia adalah seorang perempuan jadi tentu saja para laki-laki itu mengalah. Kemudian Zhou Yi kembali mencetak 2 gol, tapi sesaat beberapa laki-laki ikut bergabung, Zhou Yi sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk memegang bola.
Saat Zhou Yi sedang bermain basket, aku menceritakan keadaan keluarga Zhou Yi kepada Shang Liqi. Shang Liqi merasa cukup terkejut.
"Keluarganya bangkrut? Aku tidak pernah mendengar kakaknya mengatakan apapun tentang hal itu."
"Aku juga baru tahu."
"Kamu ini malah minta bayaran 5.000 yuan, sudah aku bilang 2.000 yuan saja."
Saat mengatakan itu aku berusaha berdiskusi dengan Shang Liqi, "Bagaimana jika kita mengembalikan uangnya kepada Zhou Yi? Kita ambil 2,000 yuan saja."
"Kamu kan istri investor terbesar, kamu yang putuskan."
Shang Liqi sengaja menggodaku…
"Karena kamu mengatakan itu maka kita akan mengembalikan 3.000 yuan kepada Zhou Yi."
Saat itu sudah lebih dari pukul 8 malam. Lampu lapangan sangat bersinar dengan terang dan suasana masih ramai.
Saat semuanya sedang tertawa bahagia tiba-tiba aku mendengar suara teriakan Zhou Yi dan dari jauh aku dapat melihat bercak merah di tangannya… itu adalah darah yang mengalir dari tangannya!