Skip to content

Chapter 395 of 406

Chapter 395

5 min read1,182 words

Warna merah itu tidak panjang tapi karena lampu lapangan masih bersinar terang membuatnya terlihat sangat jelas.

Seketika aku memiliki firasat buruk dan langsung berlari menghampirinya, kemudian aku melihat luka sayatan dan tusukan terus muncul di tubuh Zhou Yi seolah ada pisau tidak terlihat yang sedang terus menyayat tubuh Zhou Yi.

Zhou Yi berteriak kesakitan dan seluruh tubuhnya gemetar hingga akhirnya dia terjatuh. Rasa sakitnya membuatnya berguling-guling di lapangan dan tidak lama kemudian muncul bercak-bercak darah pada baju terusan berwarna putih yang dia kenakan.

Aku dapat merasakan aura negatif tapi aku tidak dapat melihat adanya hantu disekitar Zhou Yi.

Sangat jelas bahwa luka yang muncul di tubuh Zhou Yi sama seperti luka yang ada di tubuh Yu Lu sebelum dia meninggal.

Ini pasti adalah ulah Yu Lu.

Xu Lang dan beberapa laki-laki yang melihat itu terlihat terkejut dan melangkah mundur.

"Dia kenapa?" tanya Xu Lang dengan suara kaget.

Aku tidak memiliki waktu untuk mempedulikannya. Aku mengeluarkan jimat dan menempelkannya ke tubuh Zhou Yi. Saat itu luka baru berhenti muncul dan aura negatif yang sebelumnya aku rasakan dengan cepat menghilang.

"Sakit, apa yang terjadi? Kenapa tubuhku bisa ada luka…" Zhou Yi terlihat ketakutan dan kesakitan, air mata tidak berhenti mengalir keluar.

Dengan hati-hati aku membantunya berdiri dan saat itu aku menyadari bahwa darah masih mengalir dari luka di tangan dan kakinya.

Shang Liqi mengerutkan alisnya kemudian dia mengeluarkan kompasnya dan menggerakkannya ke sekelilingnya untuk mencari keberadaan Yu Lu dan di tangan satunya dia memegang pasak kayu pohon persik.

Aku tidak mempedulikan sekelilingku dan berteriak ke arah Shang Liqi, "Aku akan membawa Zhou Yi ke UKS dulu."

"Iya, hati-hati."

Zhou Yi mengusap air matanya kemudian berjalan dengan sedikit pincang.

Awalnya aku mengira setelah meninggalkan lapangan maka tidak akan ada bahaya lagi tapi aku tidak menyangkan Yu Lu malah akan menampakkan dirinya.

Saat itu di sekitarku dan Zhou Yi saat itu tidak ada siapapun karena sudah malam jadi di luar sangat sepi, kemunculan Yu Lu benar-benar membuatku terkejut.

Di bawah cahaya lampu jalan, aku dapat melihat tubuhnya penuh dengan darah, wajahnya pucat dan bibirnya berwarna merah seolah dia baru saja meminum darah.

Langkahku berhenti begitu juga dengan Zhou Yi.

Zhou Yi tidak bisa melihat Yu Lu sehingga saat aku berhenti dia melihat ke arahku dan dengan tidak sabaran bertanya, "Kenapa berhenti?"

"Ada masalah."

Aku menyuruh Zhou Yi untuk bersembunyi di belakangku kemudian dengan cepat mengeluarkan jimat dari dalam tas.

Yu Lu membelalakkan matanya dan berteriak, "Kamu masih saja ikut campur!"

"Kamu sudah membunuh banyak orang jadi tentu saja aku harus mengurusmu."

"Mereka semua memang pantas mati."

DI dunia ini ada banyak orang yang patah hati dan putus dari pacarnya tapi tidak semua orang melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Yu Lu. Apa yang dia lakukan sekarang bahkan sama sekali tidak mempengaruhi Mo Xuan. Mo Xuan tetap bahagia menjalani hidupnya seperti biasa, dia bahkan menganggap Yu Lu seolah tidak pernah ada.

"Mo Xuan yang memulai semua ini. Jika kamu ingin balas dendam bukankah kamu seharusnya balas dendam kepada Mo Xuan?" kataku secara terus terang.

Yu Lu tertawa lalu berkata, "Mo Xuan tidak mungkin mengkhianatiku."

"Apa maksudmu?"

"Mo Xuan tidak mungkin mengkhianatiku!" bentak Yu Lu satu kali lagi kemudian tiba-tiba cahaya muncul dari tubuhnya dan dia menghilang.

Kemudian aku baru sadar bahwa Yu Lu sudah berada di belakangku dan sedang mencekik leher Zhou Yi.

Wajah Zhou Yi sudah pucat kemudian dia berusaha berteriak, "Seperti… ada yang sedang mencekikku."

Zhou Yi tidak bisa melihat Yu Lu jadi dia hanya bisa merasakan ada yang mencekik lehernya.

Dia memegang lehernya dan berusaha memberontak.

Aku dapat melihat Zhou Yi tidak akan bisa bertahan lebih lama sehingga aku memutuskan untuk menggunakan 9 kata kebenaran, tapi sebelum aku menyebutkan kata pertama tiba-tiba ada sosok seseorang yang muncul dari kegelapan kemudian Yu Lu berteriak kesakitan.

"Cepat juga kamu kaburnya! Dan ternyata kamu memang kemari." kata Shang Liqi sambil melepaskan tangan Yu Lu dari leher Zhou Yi. Tubuh Zhou Yi yang lemas hingga terjatuh ke tanah.

Shang Liqi mengangkat Zhou Yi ke pundaknya lalu dia melemparkan sebuah kantong kain yang biasanya digunakan untuk menangkap hantu kepadaku.

Aku menangkap kantong kain itu lalu Shang Liqi berkata, "Urus perempuan itu, lalu kita akan mengintrogasinya nanti."

Setelah mengatakan itu dia membawa Zhou Yi ke UKS.

Saat melihat Yu Lu tidak bergerak, aku mengelilingi tubuhnya dan melihat ada jimat tertempel di punggungnya.

Aku segera memasukkannya ke dalam kantong kain dan bergegas ke UKS.

Saat itu dokter UKS sedang membantu membalut lukanya. Zhou Yi sedang berbaring di ranjang dan terlihat setengah sadar. Wajahnya terlihat sangat pucat dan bibirnya berwarna putih.

Aku memberikan kantong kain itu kepada Shang Liqi, kemudian dia menerimanya. Setelah itu Shang Liqi duduk di kursi sambil melihat ke arah Zhou Yi yang berbaring di ranjang, aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.

Setelah selesai membalut luka Zhou Yi, dokter UKS memberikan resep obat untuk Zhou Yi. Setelah Zhou Yi sadar, dokter UKS mengatakan untuk kembali 1 minggu lagi untuk mengganti resep obatnya.

Untung saja luka Zhou Yi tidak terlalu parah dan lukanya tidak dalam, jadi jika dirawat dengan baik dan istirahat yang cukup maka tidak akan terjadi apa-apa dengannya.

Setelah mengantarnya kembali ke kamar asramanya dan memastikan dia berbaring di ranjang, aku baru keluar meninggalkannya.

Shang Liqi menungguku di gerbang sekolah dan kami bersama-sama naik mobil Shang Liqi untuk ke villa. Saat tiba di vila Shang Liqi juga ikut turun.

Dia membawa tasnya dan berjalan dengan cepat. Saat tiba di depan pintu dia menungguku untuk membukakan pintu.

Lampu vila masih menyala itu berarti Yang Qin belum tidur.

Saat membuka pintu aku, mendengar dapat mendengar suara TV.

Ternyata Yang Qin sedang menonton drama Korea. Dia benar-benar sudah menjadi fans berat drama Korea.

Saat melihatku dan Shang Liqi masuk bersama Yang Qin mengangkat alisnya lalu bangkit berdiri tapi sebelum mengatakan apa-apa Shang Liqi dengan cepat berkata, "Kita ke kamar tamu."

Kemudian Shang Liqi masuk ke kamar tamu lantai 1 tempat tante Ji Li menginap dulu, saat masuk ke sana aku langsung teringat dengan tante Ji Li dan air mata menetes dari mataku...

Shang Liqi mengeluarkan beberapa jimat lalu menempelkannya ke dinding, pintu dan jendela setelah itu dia baru mengeluarkan kantong kain kemudian dia mengeluarkan Yu Lu.

Sesaat Yu Lu bebas hal pertama yang dia lakukan adalah berusaha kabur tapi dia tidak bisa pergi kemana pun karena Shang Liqi sudah menempel jimat dimana-mana dan akhirnya dia kembali ke tempatnya semula lalu meringkukkan tubuhnya dan melihat kami dengan sorot mata ketakutan.

Yang Qin terlihat kebingungan. Dia masih belum mengetahui apa yang terjadi tapi dia bersikap tenang. Dia berjalan ke arah ranjang kemudian duduk di sana seolah menunggu suatu penjelasan.

"Apa yang kalian mau?" tanya Yu Lu, suaranya terdengar gemetar.

Shang Liqi kemudian berlutut di depan Yu Lu lalu dia menatap wajah Yu Lu dan berkata, "Katakan tentang Mo Xuan."

"Apa yang ingin kamu ketahui?"

"Siapa yang ada di dalam tubuh Mo Xuan?"

Yu Lu tidak menjawab, dia menutup bibirnya rapat-rapat.

Shang Liqi memegang kepalanya lalu dia mengeluarkan pasak kayu pohon persik dari dalam tasnya.

Shang Liqi mengayunkan pasak kayu pohon persik ke depan mata Yu Lu dan mengancamnya, "Sepertinya kamu tidak berencana untuk mengatakan apa-apa. Kalau begitu kamu tanggung sendiri akibatnya."