Chapter 396 of 406
Chapter 396
5 min read1,195 words
Aku merasa seperti tidak ada yang ingin aku katakan sehingga aku duduk di sebelah Yang Qin kemudian dia memelukku sambil memperhatikan Shang Liqi dan Yu Lu.
Sorot mata Yu Lu berubah kemudian lantai tempatnya berada perlahan mulai penuh dengan darahnya dan tidak lama kemudian seluruh kamar penuh dengan aroma darah.
"Dasar keras kepala, masih tidak mau bicara?" tanya Shang Liqi sekali lagi sambil mengayunkan pisau kayu pohon persik di depan Yu Lu lalu dia mengambil jimat dari dalam tasnya dan menempelkannya ke tubuh Yu Lu, seketika Yu Lu berteriak kesakitan.
Kemudian Shang Liqi melepaskannya dan kembali menempelkannya, dia melakukan itu berulang-ulang kali hingga Yu Lu berteriak kesakitan kemudian berhenti dan berteriak lagi.
Melihat kejadian itu membuatku merasa sangat lucu.
Aku membenamkan wajahku di pundak Yang Qin berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertawa.
Meskipun suara teriakan Yu Lu terdengar sedikit menakutkan tapi sikap Shang Liqi sangat kekanak-kanakan.
Shang Liqi terus melakukan itu hingga akhirnya Yu Lu tidak kuat lagi dan berteriak, "Berhenti!"
Shang Liqi menghentikan gerakannya dan berkata, "Kenapa? Sekarang kamu sudah mau bicara?"
Yu Lu melihat Shang Liqi sambil menggertakan giginya.
"Dasar tidak tahu malu!" maki Yu Lu kepada Shang Liqi.
Shang Liqi kemudian kembali menempelkan jimat itu ke tubuh Yu Lu dan membuat Yu Lu berteriak kesakitan.
Shang Liqi melihat ke arah Yu Lu dengan tatapan dingin dan berkata, "Sepertinya kamu tidak berencana untuk bicara, jadi jangan salahkan aku atas apa yang akan aku lakukan." saat mengatakan itu Shang Liqi mengangkat pisau kayu pohon persiknya dan terlihat seperti akan menusukkannya ke arah Yu Lu.
Yu Lu nampak terkejut hingga dia membelalakkan matanya, aku juga terkejut melihat itu.
Awalnya aku mengira Shang Liqi hanya ingin menakuti Yu Lu tapi dia sama sekali tidak terlihat akan menghentikan gerakannya, saat pisau kayu pohon persik hampir mengenai tubuh Yu Lu, akhirnya Yu Lu menyerah.
"Aku akan bicara!"
Sesaat Yu Lu berteriak, Shang Liqi langsung menghentikan gerakannya.
Dia menarik tangannya lalu tertawa dan berkata, "Kenapa tidak melakukannya sejak awal, jadi kamu tidak perlu merasa kesakitan."
"Laki-laki kurang ajar!"
"Masih memakiku? Kamu ingin merasakan hal lain lagi?" saat mengatakan itu Shang Liqi kembali memasukkan tangannya ke dalam tas lalu mengeluarkan darah anjing hitam.
Dia membuka tutup botolnya lalu mengangkatnya ke depan wajah Yu Lu, seketika Yu Lu meringkukkan tubuhnya dan mendekat ke dinding kemudian jimat yang di dinding memancarkan cahaya emas lalu Yu Lu berteriak kesakitan dan kembali bergerak maju.
Shang Liqi duduk di lantai lalu dia meletakkan darah anjing hitam di sampingnya. Dia mengangkat 1 tangannya untuk menyangga dagunya dan melihat ke arah Yu Lu dengan mata berbinar sambil berkata, "Hari ini aku berencana untuk bersama denganmu sepanjang malam sampai kamu mau bicara tapi aku tidak bisa berjanji dalam waktu itu aku tidak akan mengganggumu, bisa jadi aku akan lebih kejam dari sekarang."
Dia terlihat begitu antusias jadi aku tidak mengganggunya begitu pula dengan Yang Qin.
Yu Lu menghela nafas, terlihat jelas bahwa dia tidak menginginkan hal itu terjadi.
Setelah diam beberapa saat Yu Lu berkata, "Aku akan bicara tapi kalian jangan melukaiku."
"Baiklah, bicaralah." jawab Shang Liqi.
Yu Lu kembali terlihat ragu-ragu kemudian saat dia terlihat seolah ingin mengurungkan niatnya tapi saat melihat Shang Liqi akhirnya dia memutuskan untuk tetap bicara.
"Sebenarnya aku masih belum yakin tapi aku merasa Mo Xuan yang sekarang bukan Mo Xuan yang aku kenal dulu."
Perkataan itu membuatku menjadi semakin yakin bahwa Mo Xuan dirasuki oleh hantu jahat.
"Lanjutkan." kata Shang Liqi.
Yu Lu melihat ke arah Shang Liqi lalu melanjutkan perkataannya, "Aku dan Mo Xuan putus 1 tahun yang lalu tapi saat itu kami tidak ada masalah dan hubungan kami begitu baik. Saat itu dia seperti tiba-tiba berubah, bukan seperti Mo Xuan yang aku kenal dan dia juga memutuskan untuk melakukan operasi wajah. Aku mengatakan bahwa dia tidak perlu melakukan itu tapi dia bersikeras untuk melakukannya."
Shang Liqi menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Lanjutkan"
"Kamu bisa berhenti menggangguku bicara?"
"..."
Shang Liqi terlihat canggung karena perkataan Yu Lu kemudian dia menutup mulutnya dan Yu Lu melanjutkan perkataannya, "Seminggu sebelum dia melakukan operasi plastik, aku memergokinya tidur bersama seorang perempuan. Perempuan itu juga bersekolah di sekolah kita, kemudian aku baru mengetahui dia juga berhubungan dengan beberapa perempuan lain. Aku tidak bisa menerima hal itu jadi aku menemuinya tapi dia malah memarahiku seperti kehilangan kendali. Selama kami berpacaran bertahun-tahun lamanya, tidak pernah sekalipun dia marah kepadaku. Saat itu aku merasa dia sudah berubah, berubah sangat banyak.
Dan kami sudah berjanji untuk bertunangan setelah lulus nanti tapi dia malah melakukan itu kepadaku, bagaimana aku bisa menerimanya?"
Saat mengatakan itu perasaan Yu Lu terlihat tidak tenang, perasaan yang rumit dan bercampur aduk.
Tidak ada satu pun dari kami yang berusaha memaksanya melanjutkan ceritanya dan membiarkannya untuk menenangkan dirinya.
Setelah Yu Lu menjadi lebih tenang, dia kembali melanjutkan perkataannya, "Aku memberikan seluruh perasaanku kepada Mo Xuan, aku sangat mencintai dan mempercayainya. Aku ingin membalasnya jadi saat itu aku dengan gegabah…"
"Bunuh diri?" potong Shang Liqi.
Yu Lu hanya melihat ke arah Shang Liqi lalu menganggukkan kepalanya.
Aku merasa tindakan Yu Lu sangat bodoh, kenapa dia harus mengorbankan dirinya hanya untuk seorang laki-laki kurang ajar seperti Mo Xuan? Terlebih caranya untuk bunuh diri sangat kejam, hingga saat ini aku masih tidak bisa membayangkan bagaimana dia bisa menusuk dan menyayat tubuhnya sendiri...
Saat itu aku membayangkan gelapnya langit malam dan kamar asrama, di saat semua orang sedang tertidur Yu Lu duduk di atas kasurnya dengan perasaan sedih, putus asa, marah, terluka lalu melakukan hal itu… saat membayangkan hal itu di kepalaku seluruh bulu kudukku berdiri.
"Setelah meninggal aku sering masuk ke apartemen Mo Xuan dan aku melihat dia sedang tidur bersama dengan perempuan lain. Saat itu perasaanku benar-benar hancur. Para perempuan itu menggoda Mo Xuan, Mo Xuan bukan orang seperti itu jadi itu pasti karena para perempuan itu." kata Yu Lu lalu raut wajahnya berubah.
Aku rasa dia tidak bisa menerima kenyataan dan menyalahkan semuanya kepada para perempuan itu.
"Kamu tidak bisa menerimanya jadi membunuh para perempuan itu?" tanya Shang Liqi.
Yu Lu menganggukkan kepalanya dan berkata, "Iya, mereka semua pantas mati karena mereka perempuan penggoda!"
"Apa kamu tidak merasa Mo Xuan…"
"Mo Xuan sudah berubah, dia dulu tidak seperti ini selain itu kebiasaan hidupnya juga berubah drastis."
"Sejak kapan dia mulai berubah?"
"Sekitar 1 tahun yang lalu."
"Waktu yang lebih spesifik?"
Yu Lu menggelengkan kepalanya lalu menjawab, "Aku tidak bisa mengatakan waktu yang spesifik, tapi setahun yang lalu aku merasa dia benar-benar berubah seperti orang yang berbeda. Sebelumnya dia tidak pernah minum susu tapi kemudian setiap pagi dia minum segelas susu. Dulu dia hampir tidak pernah menggunakan baju berwarna hitam tapi sekarang di lemarinya penuh dengan baju berwarna gelap. Semakin lama Mo Xuan menjadi semakin dingin, dulu dia hanya peduli dan bersikap hangat kepadaku karena itu aku tidak bisa menerima semua kejadian ini."
Saat mendengarkan itu aku merasa sedikit kesal dan tidak bisa menahan diri berkata kepada Yu Lu, "Sudah tahu bahwa dia berubah lalu untuk apa kamu bunuh diri karena orang seperti itu?"
Yu Lu melihat ke arahku, tapi dia bersikap seolah tidak mendengar perkataanku dan melanjutkan perkataannya, "Aku merasa seperti ada orang lain yang tinggal di tubuh Mo Xuan, dia bukan Mo Xuan yang aku kenal. Sifat dan kebiasaan seseorang tidak mungkin bisa tiba-tiba berubah secara drastis."