Chapter 405 of 406
Chapter 405
4 min read1,122 words
Saat kembali ke rumah, waktu sudah pukul 8 lebih. Saat masuk ke dalam vila, aku langsung mencium aroma masakan yang membuat perutku berbunyi karena kelaparan.
Aku mengikuti aroma itu dan masuk ke ruang makan, aku melihat Yang Qin dan Yang Qinxue duduk di meja makan. Lalu aku melihat di dapur ada seseorang...
"Siapa yang di dalam dapur?"
Yang Qin melihat ke arahku lalu tersenyum dan menjawab, "Shang Liqi?"
"Shang Liqi?"
Aku terkejut mendengar itu. Awalnya aku mengira setelah Yang Qin pulang kemarin malam, Shang Liqi akan pulang tapi ternyata dia menginap di sini bahkan menyiapkan sarapan!
Apa hari ini matahari terbit dari barat?
Aku mengintip ke dalam dapur dan benar-benar ada Shang Liqi. Dia menggunakan kaos berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam lalu menggunakan celemek.
Aku berbalik badan kemudian duduk di kursi dan menunggu makanan disajikan di atas meja.
Yang Qinxue duduk di seberangku tapi sejak aku duduk, dia sama sekali tidak melihat ke arahku dan terus menundukkan kepalanya.
Kemarin dia menangis begitu lama sehingga hari ini matanya sedikit bengkak.
Saat aku teringat menampar wajahnya, aku merasa tidak tenang.
Saat aku melihat tangannya di atas meja, aku mengulurkan tanganku untuk menyentuh tangannya tapi saat jari tanganku baru saja menyentuh punggung tangannya dia langsung menarik tangannya lalu dia melihat ke arahku dan kembali memalingkan pandangannnya.
"Qinxue, kemarin mama salah. Mama tidak seharusnya…"
"Aku benci mama." kata Yang Qinxue tiba-tiba lalu dia mengangkat kepalanya lalu menggembungkan pipinya dan terlihat marah.
Saat dia baru saja selesai mengatakan itu Yang Qin dengan suara pelan tapi nada tegas berkata, "Bagaimana kamu bisa mengatakan itu kepada mama? Cepat minta maaf."
Mata Yang Qinxue terlihat memerah lalu dia melihat ke arah Yang Qin dan berteriak, "Aku tidak mau."
"Minta maaf ke mama sekarang."
"Tidak mau! Aku tidak salah, kenapa aku harus minta maaf?"
"Kamu bilang tidak salah? Kamu hampir membunuh Zhang Xiaojie!" kata Yang Qin dengan sangat marah.
Aku dapat melihat matanya berapi-api…
Yang Qinxue mencibirkan bibirnya dan air matanya mengalir.
Saat itu Shang Liqi membawa 2 piring makanan dan saat melihat suasana di ruang makan begitu suram, dia meletakkan 2 piring makanan sambil tersenyum dan berkata, "Yang Qin ini masih pagi. Kamu tidak perlu marah-marah kepada anakmu, kan."
"Itu karena Yang Qinxue tidak sopan." Yang Qin memukul meja kemudian bangkit berdiri dan berjalan pergi sebelum Shang Liqi mengatakan apapun.
Dia langsung berjalan naik ke lantai atas. Aku bangkit berdiri dan ingin mengejarnya tapi Shang Liqi menahanku dan berkata, "Di dapur ada bubur dan roti. Kamu sarapan dulu saja. Aku akan melihat keadaan Yang Qin."
"Sebaiknya aku saja."
"Kamu duduk manis di sini." kata Shang Liqi sambil menekan pundakku agar kembali duduk di atas kursi, kemudian dia melepaskan celemeknya dan meletakkannya di kursi lalu mengejar Yang Qin.
Di ruang makan hanya tersisa aku dan Yang Qinxue.
Suasananya semakin lama semakin terasa suram...
Dia menangis sambil melihat ke arahku dengan penuh amarah.
Aku sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, dia mulai membenciku karena aku memukulnya. Apa setelah membuatnya tidak suka kepadaku maka nasibku akan berakhir sama dengan Qiuqiu?
Di dalam kepalanya jika dia tidak menyukai sesuatu, maka dia akan melukainya.
Aku benar-benar tidak percaya aku bisa melahirkan anak yang begitu menakutkan...
"Mama memukulku karena orang lain, aku benci mama." kata Yang Qinxue dengan suara pelan lalu tapi aku dapat merasakan amarahnya, lalu dia melompat turun dari kursi dan berlari pergi.
Saat melewatiku, aku menarik tangannya tapi dia kembali berusaha menggigitku jadi mau tidak mau aku melepaskannya kemudian dia berlari ke lantai atas.
Tadinya aku merasa sangat lapar tapi tiba-tiba aku tidak berselera makan.
Sehingga tidak ada yang menyentuh sarapan yang disiapkan oleh Shang Liqi.
Aku tidak tahu apa yang Shang Liqi dan Yang Qin bicarakan di dalam ruang baca, tapi setelah beberapa saat akhirnya mereka keluar. Sedangkan Yang Qinxue mengunci dirinya di dalam kamar dan tidak mau keluar.
Meng Tian ada di perusahaan Shang Liqi sedangkan Shang Liqi seharian tinggal di vila. Dia menyiapkan makanan tapi aku tidak memiliki selera makan...
Karena hari ini aku tidak ada kelas jadi aku berada di dalam vila sepanjang hari. Saat malam hari aku melihat Heidian muncul.
Dia mendarat di atas meja di depan sofa ruang tamu, kemudian dia dengan serius berkata, "Saya tidak menemukan hantu Zhou Yi. Termasuk hantu 3 perempuan yang dibunuh oleh Yu Lu. Hantu penghakiman juga tidak memiliki catatan mereka, mereka berempat seperti menghilang begitu saja."
Pasti Yang Qin yang memerintahkan Heidian untuk mencari keberadaan mereka tapi aku tidak menyangka hasilnya akan seperti ini
Yang Qin mengerutkan alisnya kemudian setelah beberapa saat Yang Qin berkata, "Sepertinya jiwa mereka sudah ditelan oleh iblis itu."
Saat mendengar itu Shang Liqi dengan terkejut berkata, "Iblis lagi? Kenapa dia harus menelan jiwa mereka?"
"Sudah sangat jelas karena iblis itu ingin bertambah kuat. Cara tercepat adalah dengan menelan jiwa mereka dan tentu saja dia menggunakan Yu Lu. Setelah membunuh para perempuan itu, dia bisa menelan jiwa mereka tanpa harus bertanggung jawab."
"Iblis itu benar-benar tidak tahu malu!" maki Shang Liqi.
Yang Qin terdiam kemudian dia duduk di sofa dengan wajah yang sangat suram.
Yang Qinxue seorang diri di kamarnya. Aku takut dia akan kelaparan jadi aku bangkit berdiri dan mengambil beberapa makanan dari dapur lalu membawanya ke atas.
Tapi pintu kamarnya masih terkunci dan dia tidak mau membuka pintu walaupun aku memanggilnya berulang kali.
Aku memiliki firasat buruk, aku takut terjadi sesuatu kepadanya jadi aku dengan cepat mengambil kunci cadangan pintu kamar Yang Qinxue.
Sesaat aku membuka kamarnya aku dapat merasakan aura negatif dan udara dingin yang menusuk.
Korden jendelanya tertutup rapat dan kamarnya sangat gelap hingga aku tidak bisa melihat dengan jelas.
Aku melihat sesuatu di atas ranjang… terlihat seperti tubuh Yang Qinxue, sepertinya dia sedang tertidur.
Aku menghela nafas, lalu aku menyalakan lampu dan saat itu aku sangat terkejut.
Kamarnya sangat berantakan, barang berserakan dimana-mana dan aku lebih terkejut saat melihat gambaran di dinding.
Di dinding penuh dengan gambar dengan spidol berwarna merah dan hitam, bahkan di langit-langit juga ada… aku benar-benar tidak tahu bagaimana dia bisa melakukan semua itu.
Ada gambar burung gagak berwarna hitam, lalu iblis berwarna hiam dan orang yang penuh dengan darah...
Di mulut burung gagak itu ada sebuah bola mata dan darah masih menetes dari bola matanya, iblis itu terlihat tersenyum dan terlihat 2 gigi taring di mulutnya...
Saat melihat itu aku sangat terkejut hingga aku hampir saja berteriak.
Kemudian aku melihat ada yang bergerak di balik selimut di ranjang Yang Qinxue, aku tidak tahu kepalanya di sebelah mana dan aku hanya melihat ada rambut yang keluar dari selimutnya.
Hari ini sangat panas. Tapi dia tidak menyalakan pendingin ruangan lalu menutup pintu dan jendela...
Tanpa berpikir panjang aku meletakkan nampan yang aku bawa di lantai dan membuka selimutnya.
Lalu aku melihat Yang Qinxue melihat ke arahku dengan mata terbuka lebar sambil tersenyum… senyumnya terlihat benar-benar menakutkan.